Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Rapat Bareng Dekan-Mahasiswa, Komisi III DPR Sebut KUHP Baru Lebih Berkeadilan.

Oleh On Januari 12, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan dekan dan mahasiswa fakultas hukum Universitas Jenderal Achmad Yani. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menjelaskan jika Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru diharapkan lebih berkeadilan dari aturan hukum sebelumnya.
"Kemarin kita sudah menyelesaikan dua Undang-undang, yang paling penting terkait hukum, yaitu KUHP dan KUHAP. Terlepas dari masih banyaknya kritikan, tapi menurut kami itulah yang terbaik yang bisa kami lakukan," kata Habiburokhman dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).


Habiburokhman mengatakan KUHP yang lama merupakan warisan Belanda yang mesti diperbarui. Ia menyinggung KUHAP sebelumnya adalah warisan orde baru.

"Kita paham hukum di masa itu adalah sekadar alat represif dari kekuasaan, digunakan bukan sekadar pencari keadilan tapi sebagai alat represif kekuasaan dan kita perbaiki itu semua dari pondasinya pun kita perbaiki," ujar Habiburokhman. 


Waketum Gerindra ini menyebut KUHP sebelumnya merupakan peninggalan kolonial yang menganut asas monistis, yakni pemidanaan atau penjatuhan sanksi pidana hanya berdasarkan pemenuhan unsur-unsur delik atau pasal. Ia menyebut dalam KUHP lama tak mengenal mens rea atau sikap batin seseorang saat melakukan tindak pidana.

"KUHP kita itu selama berlaku mungkin 100 tahun sudah ya, sejak zaman kolonial menganut asas monisitis, artinya penjatuhan hukum pidana itu berdasarkan terjadi atau tidaknya peristiwa pidana saja, tidak mengacu pada mens rea," ujar Habiburokhman.

"Tidak mengacu pada sikap batin orang yang melakukan pidana. Itu kita bongkar, Kita bikin pondasi yang jauh lebih berkeadilan di KUHP baru," ungkapnya.


Habiburokhman mengatakan sebagian besar pasal di KUHP baru telah dibahas sebelum tahun 2019. Ia menyebut dalam KUHP baru diterapkan ajaran dualistis yang juga mempertimbangkan sikap batin pelaku.

"Walaupun kami cuma mengesahkan saja, karena sebagian besar KUHP baru itu dibahas di sebelum tahun 2019, saya di periode kedua ada beberapa pasal yang ikut mengesahkan tapi disahkannya di tahun 2023," ujar Habiburokhman.

"Tapi pondasi dasarnya memang sudah sangat baik KUHP baru. Nah itu mengubah asas monistis menjadi dualistis. Dualistis Itu artinya apa, dalam penjatuhan hukum pidana kita harus mengacu pada mens rea sikap batin si pelaku," imbuhnya.

TNI AL evakuasi korban kecelakaan kapal tenggelam di Selat Berhala

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Personel TNI Angkatan Laut menyelamatkan korban kecelakaan kapal pompong kayu yang terbalik dan tenggelam karena gelombang tinggi saat berlayar di perairan Selat Berhala, Jambi, pada Jumat (9/1). 

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan upaya penyelamatan itu dilakukan oleh Binpotmar Nipah Panjang, Lanal Palembang. 

Denih menjelaskan peristiwa kecelakaan itu terjadi ketika kapal sedang berlayar menuju perairan Alang 3, dengan posisi kejadian di koordinat 0°55’025” LS – 104°4’425” BT. 

"Informasi awal diterima pada pukul 20.19 WIB dari Terminal Petrochina terkait adanya teriakan minta tolong di sekitar Jetty LPG," kata Denih. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel TNI AL bersama tim penyelamatan segera bergerak menuju lokasi menggunakan Crew Boat (CB) MML 01 dan CB BJI pukul 20.30 WIB. 

Sambil menerjang ombak besar dan cuaca yang tidak kondusif, tim dari TNI AL berangkat menuju lokasi dan berhasil menemukan korban tenggelam. 

"Dari hasil evakuasi, tiga orang nelayan atas nama Sutarno, Sahuri dan Andri berhasil diselamatkan, sementara satu korban atas nama Parwan (68) dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan medis di Klinik Ship 115," kata Denih. 

Denih melanjutkan seluruh penumpang kapal pun dibawa ke fasilitas medis lebih layak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Upaya ini merupakan bukti komitmen TNI AL melalui Koarmada RI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Melalui langkah cepat, terukur dan mengutamakan keselamatan. TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada RI, berkomitmen untuk terus hadir melindungi masyarakat maritim serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia," jelas Denih. Sumber Humas AL- Bidiksatunews 

Harno Irawan Tekankan Disiplin Kader PDI Perjuangan di Rakernas I 2026

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Harno Irawan, menegaskan pentingnya menanamkan nilai kedisiplinan di tubuh partai sebagai fondasi membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampak melakukan dialog virtual dengan warga terdampak bencana di Aceh serta kru Kapal Rumah Sakit (RS) Malahayati. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Spirit Kemanusiaan.

“Seperti pesan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kita harus menanamkan kedisiplinan. Harapannya, ke depan bangsa dan negara menjadi lebih baik. Ini yang harus kita ubah, mindset kita,” ujar Harno usai menghadiri Rakernas dan HUT ke 53 PDI-P di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026) 

Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai ideologi yang menjunjung tinggi nilai perjuangan, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial.

“Kita harus tanamkan kedisiplinan, karena kita ini partai ideologi, bukan partai seremoni,” tegasnya.

Menurut Harno, sebagai kader partai, seluruh anggota harus memiliki semangat pengabdian yang kuat kepada bangsa dan negara.
“Kita sebagai kader partai harus penuh dengan rasa pengabdian kepada negara dan bangsa ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Harto turut menyampaikan aspirasi terkait kondisi daerah pemilihannya. Ia menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesawaran masih belum maksimal dan perlu mendapat perhatian lebih ke depan.
(Bambang)

Polda Metro Akan Klarifikasi Pelapor soal 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono

Oleh On Januari 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Polda Metro Jaya mulai melakukan penyelidikan terkait laporan terhadap komika Panjdi Pragiwaksono terkait materi stand up commedy 'Mens Rea'. Memulai penyelidikan, polisi akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak pelapor.
"Penyelidik dan penyidik akan melakukan undangan klarifikasi kepada pelapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, dalam proses penyelidikan ini, Polda Metro Jaya akan menganalisis barang bukti antara lain flashdisk rekaman percakapan, tangkapan layar atau gambar.

"Dan ini kami akan lakukan analisis," katanya.

Lebih lanjut Budi Hermanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak bias dalam menyampaikan sebuah informasi. Ia juga menegaskan Polda Metro Jaya akan profesional, proporsional, dan transparan dalam menangani kasus ini.


Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pandji dilaporkan terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataannya dalam acara stand up comedy bertajuk 'Mens Rea'.

Adapun pelapor dalam hal ini Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Pelaporan tersebut dibuat lantaran menurutnya materi yang disampaikan Pandji membuat kegaduhan. Dia juga menyebut materi tersebut bisa menimbulkan perpecahan.

"Menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik, dan memecah belah bangsa ini. Itu kan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak bangsa, anak Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," kata Presedium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, kepada wartawan, Kamis (8/1).

Media sudah menghubungi Pandji melalui akun Instagram miliknya untuk meminta tanggapan terkait pelaporan tersebut. Namun hingga berita ini dimuat belum ada respons.


Sikap PBNU dan Muhammadiyah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan Aliansi Muda Nahdlatul Ulama yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukan bagian dari PBNU. Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan aliansi tersebut bukan representasi organisasi.

"Kalau representasi PBNU jelas tidak," dikutip dari situs NU Online, Jumat (9/1).

Ulil mengatakan pengatasnamaan NU dalam berbagai aktivitas oleh individu atau kelompok sudah ada sejak dulu. Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi yang terbuka.

Terlepas dari itu, Ulil menekankan mengenai pentingnya humor dalam kehidupan masyarakat. Dia menyesalkan jika ada komedian yang biasa membuat orang tertawa justru harus berhadapan dengan proses hukum.

"Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji," ujar Ulil.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan pelaporan yang dilakukan oleh Aliansi Muda Muhammadiyah terhadap komika Pandji Pragiwaksono bukan sikap resmi persyarikatan. Muhammadiyah menegaskan sikap sebagai organisasi yang menjunjung prinsip keadaban publik dan penyelesaian persoalan secara arif serta bijaksana.

"Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah," kata Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam pernyataan pers, Jumat (9/1/2026).

Bachtiar menyampaikan setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah. Menurut dia, pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan sikap resmi persyarikatan.

"Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah," ujar dia.

Di sisi lain, Bachtiar menyampaikan Muhammadiyah menghormati upaya setiap warga negara yang menempuh jalur hukum. Namun, kata dia, hal itu merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi Muhammadiyah.(Red)-Si Juli-

Patung liberty viral di pondok cabe tangerang selatan membuat berasa di New York

Oleh On Januari 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Patung Liberty di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten viral di media sosial. Patung replika itu ramai karena disebut membuat Pondok Cabe berasa seperti di New York, Amerika Serikat.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (9/1/2026) patung itu berada di Jalan Pala Raya, tak jauh dari Bandara Pondok Cabe. Letaknya cukup tersembunyi karena ada di belakang toko kelontong.

Sepintas, patung itu terhalangi oleh toko namun masih terlihat jelas dari jalan raya. Untuk mencapai patung tersebut, harus jalan menyeberang lewat jembatan bambu setapak
Di lokasi yang sama, ada patung lain yang warnanya mirip. Di belakang Patung Liberty, ada patung petani membawa cangkul dan patung macan.

Setelah ditelusuri, pemilik atau pembuat Patung Liberty Pondok Cabe itu adalah Sutopo (53). Dia adalah pematung yang sudah membuka studio patungnya di Pondok Cabe sejak 2007.

Pria yang dipanggil Topo itu mengatakan, Patung Liberty Pondok Cabe itu awalnya dibuat untuk pesanan seseorang di Kalimantan. Lokasi tersebut menjadi tempatnya untuk membuat patung.

"Jadi karena memang ada order, ya saya terima kemudian saya produksi, saya kirim yang aslinya. Yang di Pondok Cabe itu limbahnya istilahnya. Jadi sebagai master produksinya udah saya pindah, udah saya kirim. Jadi dari produksi itu udah saya finishing jauh lebih bagus, gitu," kata Topo saat berbincang dengan detikcom.

Topo mengatakan, pemesan sengaja meminta Patung Liberty untuk dekorasi tempat usahanya. Patung itu disebut cocok dengan tema Amerika Serikat.

"Semacam taman wisatalah. Jadi emang kebetulan dia punya ikon ke sana. Jadi sisi-sisi dari patung itu emang ada-ada sesuatu yang berbau USA gitu loh, yang berbau Amerika. Jadi biar sinkron, biar sinkron, dipasanglah Liberty sebagai ikon di situ," katanya.

Seingat Topo, Patung Liberty Pondok Cabe dibuat sekitar 5 tahun atau 6 tahun lalu. Ketika itu, dia masih rutin membuat patung di tempat tersebut- Bambang-

Ketum FRIC : FRIC Binaan Jenderal Mabes Polri Kepada Seluruh Ketua dan Pengurus Untuk Sinergi dan Monitor Kinerja Polri Se Indonesia

Oleh On Desember 08, 2025

Jakarta -www.bidiksatunewd.com
Pasca dilantik dan diresmikan pada tanggal 18 November 2025 , Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center H. Dian Surahman menegaskan kepada seluruh Ketua Wilayah dan anggota untuk bersinergi dan monitor setiap kinerja Polri 

Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menyampaikan " Seluruh Ketua dan pengurus untuk mulai melakukan sinergi dan monitor setiap kinerja Polri di Tanah Air sesuai wilayah masing-masing (09/12/2025)

FRIC dibentuk untuk mendukung Program Presiden dan Kapolri , jadi Wajib seluruh ketua wilayah untuk melaporkan kegiatan setiap bulan ke Pusat sebagai evaluasi 

FRIC merupakan binaan Mabes Polri , beberapa Jenderal mendukung adanya FRIC dan telah diketahui oleh Kapolri 

Maka jalin sinergi terhadap Polri , kita merupakan tim counter Polri yang menjaga Marwah Polri , dan kepada Pimpinan Polri diwilayah untuk bisa bersinergi, peran FRIC membantu mewujudkan situasi Kamtibmas  " tegas Dian

FRIC Hadir Sebagai Wadah Media - Wartawan Siap Dukung Penuh Program Presiden RI dan Kapolri

Oleh On November 09, 2025

Www.bidiksatunews.com=
Jakarta  - Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC) H. Dian Surahman bersama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat telah menyediakan suatu wadah Media dan para Jurnalis yang diakui dan berintegritas, Minggu (09/11).

FRIC terbentuk guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, berperan dalam mendukung menciptakan situasi Kamtibmas , menangkal berita hoax's serta menciptakan persatuan dan kesatuan

Ketum Dian mengharapkan para Jurnalis loyalitas dan totalitas berikan yang terbaik, sajikan pemberitaan yang sesuai fakta dan berintegritas

"FRIC berdiri dan terbentuk hampir diseluruh Nusantara dikarenakan cinta kepada Nusantara dan Polri, intinya guna mendukung Program Presiden Republik Indonesia, Program Polri, berperan menciptakan situasi Kamtibmas" ungkap Dian.

Lanjut Dian menjelaskan bahwa, kesetiaan FRIC untuk Negara, terutama terhadap Polri tidak diragukan dan tgl 18 November 2025 usai pelantikan seluruh FRIC siap action secara totalitas.

Penulis: Humas DPP FRIC.