Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Galian C CV Jaya Rizky Diduga Gunakan BBM Bersubsidi,Tidak Sesuai Peruntukan, Tim Media Telusuri Asal Pasokan

Oleh On Juli 13, 2026

Sekadau, Kalimantan Barat | www.bidiksatunews.com,,

Aktivitas usaha pertambangan batu (Galian C) milik CV Jaya Rizky yang berlokasi di Jalan Kayu Lapis Km 13, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. 

Berdasarkan hasil penelusuran awal tim media pada Senin, 13 Juli 2026, muncul dugaan bahwa operasional alat berat di lokasi tersebut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.
Dugaan tersebut mendorong tim media melakukan investigasi di lapangan dengan menghimpun keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi.

Salah seorang warga mengaku tidak pernah melihat mobil tangki BBM memasok bahan bakar ke lokasi tambang. 

Namun, ia mengaku pernah melihat kendaraan yang membawa drum atau tong berukuran besar berisi solar.
"Kalau mobil tangki saya tidak pernah lihat. Yang pernah saya lihat hanya mobil membawa tong besar berisi solar. Mungkin diturunkan di tempat lain," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tim media kemudian melanjutkan penelusuran ke wilayah Segori untuk mengonfirmasi informasi tersebut. 

Sejumlah warga di lokasi juga mengaku tidak pernah melihat adanya mobil tangki yang mengirimkan BBM langsung ke area tambang.

Hasil penelusuran sementara tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul pasokan BBM yang digunakan dalam kegiatan operasional CV Jaya Rizky. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh bukti yang dapat memastikan siapa pemasok BBM tersebut maupun jenis BBM yang digunakan.

Karena itu, tim media masih terus melakukan investigasi dengan mengumpulkan data, dokumen, serta keterangan dari berbagai pihak yang berkompeten.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara profesional apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap ketentuan mengenai distribusi maupun penggunaan BBM.




Tim Investigasi Bidiksatunews.com

Pernyataan Resmi DPD ASWIN Kalimantan Barat, Tentang Dunia Pendidikan

Oleh On Juli 12, 2026

Pontianak,www.bidiksatunews.com - Ketua DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, Budi Gautama, menyatakan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)/PPDB harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta mengedepankan asas keadilan, transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap peraturan yang diterapkan pemerintah harus mampu memberikan dampak positif, mempermudah pelayanan publik, serta menjamin terpenuhinya hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tanpa menimbulkan kebingungan maupun ketidakpastian.

"DPD ASWIN Kalimantan Barat berpandangan bahwa setiap peraturan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, keluhan, atau kebingungan di tengah masyarakat, maka hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi agar tujuan pembentukan peraturan benar-benar tercapai," tegas Budi Gautama.

DPD ASWIN Kalimantan Barat mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB/PPDB, khususnya terkait mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, sosialisasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.

ASWIN juga mengharapkan agar hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan kebijakan sehingga pelaksanaan SPMB/PPDB pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih mudah dipahami, transparan, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh calon peserta didik, tanpa mengurangi prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Proyek PSU Perkim Kota Pontianak TA 2026 Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis; Dinas Perkim Turun Evaluasi Usai Temuan Media

Oleh On Juli 12, 2026

www.bidiksatunews.com,
Pontianak – Proyek Program Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 kembali menjadi sorotan publik. Hasil investigasi lapangan yang dilakukan awak media menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pada pekerjaan pembangunan saluran pembuangan pasang surut di Jalan Danau Sentarum, Gang Budi Mulia, Kecamatan Pontianak Kota.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada pemasangan material sheet pile yang di beberapa titik tampak mengalami pemotongan, tidak terpasang rapat, terdapat celah antarmaterial, serta indikasi pemasangan yang dinilai kurang presisi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap mutu dan ketahanan konstruksi apabila tidak segera dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil konfirmasi sebelumnya, pihak pelaksana menjelaskan bahwa pemotongan material dilakukan karena ditemukan hambatan berupa lapisan tanah keras atau struktur di bawah permukaan sehingga sheet pile tidak dapat dipancang hingga kedalaman yang direncanakan.

Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai belum cukup untuk menghilangkan pertanyaan publik. Pasalnya, setiap perubahan metode pelaksanaan maupun penyesuaian terhadap spesifikasi teknis seharusnya didukung dengan kajian teknis, rekomendasi konsultan pengawas, serta persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai ketentuan kontrak pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Belanja Modal Saluran Pembuang Pasang Surut Jalan Danau Sentarum Gang Budi Mulia yang dikerjakan oleh CV. Tujuh Riam dengan nilai kontrak sebesar Rp198.150.000 dan masa pelaksanaan 60 hari kalender.
Menindaklanjuti konfirmasi dari media, Kepala Bidang terkait di Dinas Perkim Kota Pontianak, Dery, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut belum berakhir dan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan pelaksana.

> "Baik, tahapan pekerjaan belum berakhir. Akan ada tim kami yang akan mengecek dan mengevaluasi pekerjaan pelaksana," tulis Dery dalam pesan yang diterima media.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah media menyampaikan hasil temuan di lapangan disertai dokumentasi foto yang menunjukkan beberapa bagian sheet pile yang diduga mengalami pemotongan serta pemasangan yang dinilai belum memenuhi kerapian konstruksi.

Media ASWIN Kalimantan Barat mengapresiasi respons cepat Dinas Perkim Kota Pontianak yang bersedia melakukan evaluasi lapangan. Namun demikian, proses pemeriksaan diharapkan dilakukan secara objektif, profesional, dan mengacu pada spesifikasi teknis, gambar kerja, dokumen kontrak, serta standar mutu konstruksi yang berlaku.

Apabila dari hasil evaluasi ditemukan adanya pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis maupun standar kualitas, maka pelaksana wajib melakukan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan dilakukan serah terima. Langkah tersebut penting untuk menjamin kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Media ASWIN Kalimantan Barat akan terus mengawal perkembangan hasil evaluasi tersebut sebagai bentuk fungsi kontrol sosial serta pelaksanaan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keberimbangan, serta membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Dinas Perkim Kota Pontianak, konsultan pengawas, maupun pihak pelaksana apabila terdapat penjelasan atau informasi tambahan terkait pekerjaan dimaksud.

Luar Biasa , Aksi Swadaya Warga Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Gotong Royong Bangun Pelebaran dan Perbaikan Jalan Rusak

Oleh On Juli 11, 2026

Sekadau-www.bidiksatunews.com-
Aksi swadaya dan semangat gotong Royong untuk membangun pelebaran dan perbaikan jalan kampung didusun Munguk 1 Desa Munguk  bisa terwujud karena semangat dan kekompakan warga setempat. Ruas jalan kampung Penyadap - kampung Butun merupakan akses vital dalam mendukung prasarana sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Semangat gotong royong warga  Rt 15 Dusun Mungguk 1 Desa Mungguk dalam mendukung perbaikan dan pelebaran jalan Kampung penyadap- kampung Butun, patut diapresiasi dan diacungi jempol.
Ketua Rt 15  Abdul Laher mengatakan, Selain dengan dukungan materiil dari para pengusaha yang beraktifitas sekitar, masyarakat juga  menyalurkan dukungan berupa tenaga melalui kegiatan gotong royong ini. 

"Jalan ini yang terletak di RT 15 RW 03, Meskipun dalam tampilan sudah sangat baik namun masih kurang lebar,makanya atas inisiatif bersama warga kita melaksakan cara swadaya untuk memperlebar dan tambal spot yang parah, "ujarnya Sabtu,11/7/2026.
Lebih lanjut ia berharap pemerintah Daerah dan anggota DPRD kabupaten Sekadau dapat memperhatikan jalan di Kampung penyadap -  Kampung Butun karna ruas jalan Kampung tersebut merupakan akses satu - satunya bagi warga yang keluar masuk dari arah pasar Sekadau dan sebaliknya.
Red.

Rayakan Hari Gawai Dayak Ke-13, Dusun Keranji Suguhkan Panggung Hiburan yang Meriah dan Lestarikan Tradisi Luhur.

Oleh On Juli 10, 2026

www bidiksatunews com 
11/juli/2026.
DUSUN KERANJI –desa rumbih kecamatan silat hilir kabupaten Kapuas hulu. Kemeriahan menyelimuti Dusun Keranji dalam rangka merayakan Selamat Hari Gawai Dayak ke-13.
 Mengangkat tema utama "Menyulap Tahun Merajut Suku Mengingat dan Melestarikan Kearifan, Moral dan Tradisi Leluhur", acara ini berhasil menyedot perhatian ratusan warga dari berbagai kalangan usia untuk berkumpul dan bersukacita bersama.

Puncak perayaan yang diselenggarakan pada malam hari ini menghadirkan panggung hiburan musik yang spektakuler. Didukung oleh New Kharisma Audio Sound System, suasana malam di Dusun Keranji terasa begitu hidup dengan dentuman musik yang enerjik dan tata lampu panggung berwarna-warni.

Bertabur Artis Lokal dan Antusiasme Massa
Warga tampak memenuhi area depan panggung utama, menciptakan lautan manusia yang ikut bernyanyi dan bergoyang bersama.

Beberapa penyanyi andalan tampak bergantian menghibur penonton dari atas panggung, di antaranya:
Diana: Membawa suasana panggung menjadi hangat dengan interaksinya bersama penonton.

Gaby: Penyanyi cilik berbakat yang ikut menyumbangkan suaranya dan mencuri perhatian.
Veny: Sukses mengajak seluruh penonton bergoyang bersama lewat alunan musik yang menghibur.

Kemeriahan semakin memuncak saat para pengisi acara mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen keseruan ini menggunakan ponsel mereka, menciptakan atmosfer perayaan yang akrab sekaligus meriah.

Menjaga Warisan Leluhur di Era Modern
Melalui perayaan Hari Gawai ke-13 ini, masyarakat Dusun Keranji tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga membuktikan komitmen mereka dalam merawat adat istiadat.

Sebagaimana amanat yang tertulis pada tema acara, perayaan ini diharapkan mampu mempererat persatuan antarsuku sekaligus menjaga agar nilai kearifan lokal dan tradisi moral para leluhur Dayak tetap lestari dan tidak pudar oleh perkembangan zaman.


Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Mayang Kato ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan hingga akhir acara.


Penulis:bambang

Polres Sekadau Cek Dugaan Aktivitas PETI di Aliran Sungai Sekadau, Lanting Jek Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Oleh On Juli 08, 2026

www.bidiksatunews.com-
Sekadau, 8 Juli 2026
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau melakukan pengecekan langsung terhadap dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Sekadau pada Rabu (8/7/2026).

Pengecekan dipimpin oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sekadau IPDA Rio Kalbarino bersama personel Satreskrim, serta turut disaksikan sejumlah awak media yang mengikuti kegiatan di lapangan.

Tim menggunakan speedboat menyusuri aliran Sungai Sekadau mulai dari kawasan penyeberangan Desa Tanjung hingga RT Kemawan, Dusun Pangkin, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. 
Penyisiran dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan aktivitas PETI yang sempat beredar di masyarakat.

Berdasarkan hasil pengecekan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin yang sedang berlangsung. 

Beberapa lanting dan mesin memang ditemukan berada di tepi sungai, namun seluruhnya dalam kondisi tidak beroperasi.
Di lapangan juga diketahui bahwa lanting milik Jek yang berada di lokasi tersebut sudah cukup lama tidak melakukan aktivitas penambangan. 

Saat pengecekan berlangsung tidak terlihat adanya pekerja maupun mesin yang beroperasi.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin, mewakili Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, menyampaikan bahwa hasil penyisiran tidak menemukan adanya aktivitas PETI yang sedang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Sekadau.

Meski demikian, Polres Sekadau menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan patroli secara berkala guna mencegah munculnya kembali aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan serta mencemari aliran Sungai Sekadau.

Polres Sekadau juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas PETI agar dapat segera dilakukan pengecekan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.-(Redaksi Bidiksatunews)

Kemeriahan Malam Puncak Gawai Dayak ke-IV Lubuk Resam 2026: Tradisi Bertemu Hiburan Modern!.

Oleh On Juli 06, 2026

www.bidiksatunews com
LUBUK RESAM –desa Nanga nuar kecamatan silat hilir kabupaten Kapuas hulu.
Kemeriahan begitu terasa dalam perayaan Selamat Gawai Dayak ke-IV Lubuk Resam tahun 2026. Acara tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen dan kelestarian adat budaya Dayak ini sukses menyedot perhatian warga setempat hingga wisatawan dari luar daerah.
Selain kental dengan ritual adat dan pelestarian tradisi, malam puncak perayaan kali ini menghadirkan suasana yang berbeda dan penuh energi melalui panggung hiburan musik modern.
Panggung Hiburan yang Mengguncang Suasana
Seperti yang terlihat pada dokumentasi gambar suasana panggung malam itu tampak begitu semarak dengan sorotan lampu lighting warna-warni.
Penampilan Memukau: Seorang penyanyi wanita tampil energik di atas panggung dengan gaya modis mengenakan boots putih tinggi, membawakan lagu-lagu hits yang berhasil mengajak para penonton bergoyang bersama.
Iringan Musik Live: Penampilan tersebut didukung penuh oleh iringan musik live dari pemain kibor (keyboardist) dan musisi lokal yang menjaga tempo malam tetap membara.

Harmoni Tradisi dan Modernitas
Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kehadiran panggung hiburan modern ini sengaja dirancang untuk menarik minat generasi muda agar tetap bangga dan terlibat dalam perayaan adat.

"Gawai Dayak adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga. Namun, mengemas malam penutupan dengan hiburan yang segar dan modern adalah cara kami merangkul anak-anak muda agar mereka merasa memiliki acara ini," ujarnya di sela-sela acara.


Hadir juga personil dari anggota Polsek silat Hilir untuk melakukan pengaman di acara tersebut.

Hingga tengah malam, antusiasme warga tidak surut. Perayaan Gawai Dayak ke-IV di Lubuk Resam tahun 2026 ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga menjadi hiburan rakyat yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Sampai jumpa di Gawai Dayak ke-V tahun depan!

Penulis: Bambang

Kodam XII/Tanjungpura Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing.

Oleh On Juli 06, 2026

www.bidiksatunews.com.
Sanggau – Kodim 1204/Sanggau melaksanakan pembangunan Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Pembangunan ini merupakan wujud dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas wilayah, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah pedalaman.Senin (05/07/2026)
Jembatan tersebut diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas orang dan barang, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Melalui pembangunan ini, Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Pendim 1204/Sanggau)

Puluhan Tahun Menanti Jalan Layak, Warga Desa Nyawa hingga Randau Rantau Hidup dalam Keterisolasian

Oleh On Juni 28, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu, 28 Juni 2026 – Harapan masyarakat di wilayah Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, untuk menikmati jalan yang layak hingga kini masih menjadi impian. 

Warga yang bermukim di sepanjang jalur menuju Desa Nyawa sampai Desa Randau Rantau mengaku hampir seumur hidup belum pernah merasakan akses jalan yang benar-benar baik.

Kondisi jalan yang rusak berat telah berlangsung selama bertahun-tahun. 
Saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu dan lubang yang membahayakan pengguna. 

Namun ketika musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga menyebutkan, apabila tidak ada perusahaan yang membuka akses jalan untuk kepentingan operasional mereka, masyarakat di sejumlah desa tersebut akan semakin terisolasi. 
Jalan yang dibangun perusahaan selama ini menjadi satu-satunya jalur yang masih bisa dimanfaatkan, meski kondisinya juga jauh dari kata layak.

Ironisnya, buruknya infrastruktur jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan kesehatan dan keselamatan warga. 

Dalam situasi darurat, seperti ketika ada warga yang sakit keras atau meninggal dunia, masyarakat terpaksa bergotong royong memikul menggunakan tandu karena kendaraan tidak dapat melintas.
"Kami sudah puluhan tahun hidup dengan kondisi seperti ini. Kalau hujan turun, jalan berubah menjadi lautan lumpur. 

Untuk mengantar orang sakit saja sangat sulit, apalagi kalau ada yang meninggal dunia harus dipanggul beramai-ramai," ungkap salah seorang warga.

Selain menghambat pelayanan kesehatan, kondisi jalan juga mengganggu dunia pendidikan. 

Anak-anak sekolah harus berjibaku dengan lumpur setiap hari. 

Tidak sedikit kendaraan yang terperosok atau tergelincir akibat jalan yang rusak parah.

Akses transportasi yang buruk juga membuat biaya angkut hasil pertanian dan perkebunan menjadi jauh lebih mahal. 
Padahal sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan hasil hutan. Akibat tingginya biaya transportasi, pendapatan petani ikut tergerus.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat segera turun tangan melakukan pembangunan jalan secara permanen. 

Mereka menilai pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendasar yang sudah terlalu lama dinantikan.

Perbaikan jalan dinilai bukan hanya soal memperlancar transportasi, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, kemudahan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.
Kabupaten Kapuas Hulu sendiri memiliki wilayah yang luas dengan sejumlah daerah yang masih menghadapi tantangan konektivitas. 

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur jalan daerah sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.

Kini masyarakat Desa Nyawa hingga Desa Randau Rantau hanya berharap keluhan mereka tidak lagi sebatas menjadi cerita yang berulang setiap tahun. 

Mereka menginginkan tindakan nyata agar jalan yang selama puluhan tahun rusak berat dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan kehidupan ekonomi semakin berkembang.

"Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin memiliki jalan yang layak seperti daerah lain. 

Jalan yang bisa dilalui ambulans, kendaraan pengangkut hasil kebun, anak-anak sekolah, dan masyarakat tanpa harus mempertaruhkan keselamatan," harap warga.

Masyarakat berharap pemerintah segera menjadikan pembangunan ruas jalan di Kecamatan Silat Hulu sebagai prioritas sehingga penderitaan warga akibat buruknya akses transportasi tidak terus berlanjut dari generasi ke generasi. Penulis  Bambang. H

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Silat Hilir Amarullah Abidin Pimpin Langsung Penanaman Jagung di Dusun Keluarga.

Oleh On Juni 26, 2026

www bidiksatunews com 
26/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Polsek Silat Hilir mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lahan pertanian.
Kapolsek Silat Hilir, Ipda Amarullah Abidin, S.Tr.K., memimpin langsung kegiatan penanaman benih jagung yang bertempat di Dusun Keluarga, Desa Pengeran, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran personel Polsek Silat Hilir yang bahu-membahu mengolah lahan sebelum melakukan penanaman.
Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi.  
"'Ipda Amarullah Abidin bersama para personel kepolisian tampak memantau dan turun langsung ke area perladangan yang berdampingan dengan kawasan perkebunan warga.

Kapolsek Silat Hilir, Ipda Amarullah Abidin, S.Tr.K., menyampaikan bahwa aksi penanaman jagung ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat serta memanfaatkan lahan agar menjadi lebih produktif.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi warga sekitar, khususnya di Desa Pengeran, untuk terus mengoptimalkan potensi sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa maupun daerah," ujar Ipda Amarullah Abidin.

Kehadiran aktif pihak kepolisian di bawah pimpinan Ipda Amarullah Abidin ini mendapat respons positif dari warga Dusun Keluarga.

Selain mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat, program pemanfaatan lahan ini diharapkan mampu membawa dampak ekonomi yang baik bagi warga sekitar saat masa panen tiba.


Penulis: bamabang

Sambut Hari Bayangkara Ke-80, Polsek Silat Hilir dan Bhayangkari Sentuh Hati Warga Miau Merah Lewat Aksi Bagi Sembako.

Oleh On Juni 26, 2026

www bidiksatunews com 
26/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Menyambut momentum Hari Bayangkara ke-80, Polsek Silat Hilir bersama Pengurus Ranting Bhayangkari menggelar aksi sosial yang menyejukkan hati.

Mengusung semangat pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat, mereka turun langsung membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Seperti yang terlihat pada dokumen foto  paket-paket bantuan tersebut dikemas rapi dengan logo resmi bertuliskan "80 Tahun Mengabdi, POLRI Untuk Masyarakat". Logo tersebut menjadi simbol nyata dari dedikasi tiada henti korps kepolisian dalam mengayomi warga hingga ke pelosok daerah.

Wujud Nyata Kepedulian di Garis Depan
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Silat Hilir bersama Ketua Bhayangkari Ranting Silat Hilir. Kehadiran personil Polri dan Ibu-ibu Bhayangkari di tengah-tengah pemukiman warga Desa Miau Merah disambut dengan senyum hangat dan antusiasme tinggi.

"Aksi sosial ini bukan sekadar formalitas perayaan hari jadi, melainkan bentuk rasa syukur dan komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun meringankan beban ekonomi warga," ujar Kapolsek Silat Hilir dalam kesempatannya.

Apresiasi dari Masyarakat Miau Merah
Bantuan sembako yang berisikan bahan-bahan pokok ini dirasakan sangat membantu, khususnya bagi keluarga kurang mampu dan lansia di wilayah tersebut. Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Silat Hilir dan Bhayangkari.

Melalui momentum Hari Bayangkara ke-80 ini, Polsek Silat Hilir berharap hubungan silaturahmi dan sinergitas antara kepolisian dan masyarakat Kapuas Hulu, khususnya di Kecamatan Silat Hilir, dapat terjalin semakin kuat demi terciptanya kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.


Penulis: Bambang

Bea Cukai Entikong dan Sintete Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp1,2 Miliar

Oleh On Juni 23, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong, 24 Juni 2026 – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Entikong bersama KPPBC TMP C Sintete melaksanakan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai dengan total nilai lebih dari Rp1,2 miliar. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bea Cukai dalam memperkuat pengawasan wilayah perbatasan sekaligus memberantas peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Pemusnahan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan atas berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai yang ditemukan di wilayah kerja Bea Cukai Entikong dan Bea Cukai Sintete.
Adapun barang yang dimusnahkan meliputi 922.304 batang rokok polos tanpa pita cukai dengan nilai perkiraan mencapai Rp497.155.000, 240 liter minuman bersoda yang tidak memenuhi ketentuan kepabeanan dengan nilai sekitar Rp1.887.053, serta 240 bale pakaian bekas (ballpress) hasil penindakan KPPBC TMP C Sintete dengan nilai sekitar Rp720.000.000.

Dengan total nilai barang yang dimusnahkan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan peredaran barang ilegal yang masuk ke Indonesia melalui jalur perbatasan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Barat, Budi Harjanto, menjelaskan bahwa seluruh barang yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya.
Menurutnya, wilayah Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki garis perbatasan sepanjang kurang lebih 967 kilometer. 

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mencegah masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia.

“Pengawasan di wilayah perbatasan tidak dapat dilakukan sendiri. 

Keberhasilan pengungkapan berbagai kasus penyelundupan merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Budi Harjanto.
Ia menegaskan bahwa keberadaan barang ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai dan pakaian bekas impor, tidak hanya merugikan penerimaan negara tetapi juga berpotensi mengganggu industri dalam negeri serta menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Melalui kegiatan pemusnahan ini, Bea Cukai Kalimantan Barat ingin menunjukkan bahwa setiap barang hasil pelanggaran yang telah memperoleh status Barang Milik Negara dan mendapat persetujuan pemusnahan akan ditindaklanjuti secara transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Entikong, Rudi Endro Pratikno, menyampaikan bahwa pemusnahan dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi dan proses hukum selesai dilaksanakan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar prosedur pemusnahan barang hasil penindakan, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pelaksanaan tugas pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Bea Cukai.

“Pemusnahan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai. Selain memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran, kegiatan ini juga menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang hasil penindakan,” tegas Rudi Endro Pratikno.

Ia menambahkan bahwa wilayah perbatasan tetap menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memasukkan barang-barang ilegal tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan dan cukai.

Oleh karena itu, Bea Cukai Entikong akan terus meningkatkan pengawasan melalui patroli, pemeriksaan, serta kerja sama dengan berbagai instansi guna menutup celah penyelundupan yang dapat merugikan negara.
Kegiatan pemusnahan berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, instansi terkait, serta insan media. 

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kejaksaan Negeri Sanggau Cabang Entikong, yakni Revangga Prastiyo, S.H., selaku Kasubsi Intelijen dan Datun, kemudian Josia M.P. Sagala dari bidang intelijen CKN Entikong.

Turut hadir pula perwakilan Polsek Entikong, Ipda M.P. Harahap, Ketua Pembina APIEPINDO Nasri Arlisan, perwakilan RRI Entikong Jang Rangga, perwakilan RRI Sanggau, perwakilan TVRI Agus Alfian, unsur Satuan Tugas Intelijen (SGI) yang diwakili Sertu Deni, serta perwakilan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad yang diwakili Kapten Arh I Dewa Gede Kembar Pariandnya selaku Pasiter Satgas.

Selain itu, hadir pula unsur BAIS TNI yang diwakili Serda Suhendra, serta sejumlah perwakilan media dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Propam News 86.

Dengan terlaksananya pemusnahan Barang Milik Negara hasil penindakan ini, Bea Cukai berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai. 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional, melindungi industri dalam negeri, serta memastikan setiap pelanggaran hukum ditindak secara tegas dan profesional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.-Zainal Abidin 

Sarat Makna dan Tradisi, Tokoh Adat Silat Hilir Sampaikan Selamat Hari Pekan Gawai Dayak di Dusun Sungai Mali.

Oleh On Juni 22, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti perayaan syukur masyarakat adat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Momentum berharga ini ditandai dengan ucapan selamat hangat yang disampaikan langsung oleh para tokoh adat dan perwakilan lembaga adat setempat dalam rangka menyambut Hari Pekan Gawai Dayak.

Acara berpusat di Dusun Sungai Mali, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Pekan Gawai Dayak tahun ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, melainkan juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta melestarikan warisan leluhur yang adiluhung.

Pesan Persatuan dari Para Tokoh
Dalam kesempatan tersebut, Temenggung Seberuang Ensilat, Fitrus Sianturi, bersama salah satu tokoh Dewan Adat Dayak (DAD) Silat Hilir, Edi Sahbirin, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik mereka bagi seluruh masyarakat yang merayakan.

Momen kebersamaan dan kekompakan para tokoh adat ini juga diabadikan dalam sebuah dokumentasi foto bersama (sebagaimana terlihat pada berkas gambar 1001961240.jpg), yang memperlihatkan antusiasme serta identitas kultural yang kuat melalui pakaian adat dan atribut khas yang mereka kenakan di depan latar belakang spanduk perayaan.

"Pekan Gawai Dayak adalah momentum penting untuk merefleksikan rasa syukur, sekaligus menjaga komitmen kita bersama dalam merawat adat istiadat, memperkuat toleransi, dan menjaga kedamaian di tanah Kapuas Hulu," ujar perwakilan tokoh adat dalam pesannya.

Melestarikan Warisan Budaya
Kecamatan Silat Hilir, khususnya Dusun Sungai Mali, dikenal memiliki ikatan komunal yang sangat kuat.

Melalui momentum Pekan Gawai Dayak ini, diharapkan generasi muda dapat terus menggali, mencintai, dan mempertahankan nilai-nilai luhur kebudayaan Dayak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Perayaan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas mengenai kekayaan seni dan budaya yang dimiliki oleh Kapuas Hulu, sekaligus memperkokoh persatuan antarwarga di Kalimantan Barat.


Penulis:bambang