Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Bea Cukai Entikong dan Sintete Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp1,2 Miliar

Oleh On Juni 23, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong, 24 Juni 2026 – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Entikong bersama KPPBC TMP C Sintete melaksanakan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai dengan total nilai lebih dari Rp1,2 miliar. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bea Cukai dalam memperkuat pengawasan wilayah perbatasan sekaligus memberantas peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Pemusnahan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan atas berbagai pelanggaran kepabeanan dan cukai yang ditemukan di wilayah kerja Bea Cukai Entikong dan Bea Cukai Sintete.
Adapun barang yang dimusnahkan meliputi 922.304 batang rokok polos tanpa pita cukai dengan nilai perkiraan mencapai Rp497.155.000, 240 liter minuman bersoda yang tidak memenuhi ketentuan kepabeanan dengan nilai sekitar Rp1.887.053, serta 240 bale pakaian bekas (ballpress) hasil penindakan KPPBC TMP C Sintete dengan nilai sekitar Rp720.000.000.

Dengan total nilai barang yang dimusnahkan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan peredaran barang ilegal yang masuk ke Indonesia melalui jalur perbatasan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Barat, Budi Harjanto, menjelaskan bahwa seluruh barang yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan dan penindakan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya.
Menurutnya, wilayah Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki garis perbatasan sepanjang kurang lebih 967 kilometer. 

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mencegah masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia.

“Pengawasan di wilayah perbatasan tidak dapat dilakukan sendiri. 

Keberhasilan pengungkapan berbagai kasus penyelundupan merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, TNI, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Budi Harjanto.
Ia menegaskan bahwa keberadaan barang ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai dan pakaian bekas impor, tidak hanya merugikan penerimaan negara tetapi juga berpotensi mengganggu industri dalam negeri serta menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Melalui kegiatan pemusnahan ini, Bea Cukai Kalimantan Barat ingin menunjukkan bahwa setiap barang hasil pelanggaran yang telah memperoleh status Barang Milik Negara dan mendapat persetujuan pemusnahan akan ditindaklanjuti secara transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Entikong, Rudi Endro Pratikno, menyampaikan bahwa pemusnahan dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi dan proses hukum selesai dilaksanakan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar prosedur pemusnahan barang hasil penindakan, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pelaksanaan tugas pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Bea Cukai.

“Pemusnahan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai. Selain memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran, kegiatan ini juga menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang hasil penindakan,” tegas Rudi Endro Pratikno.

Ia menambahkan bahwa wilayah perbatasan tetap menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memasukkan barang-barang ilegal tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan dan cukai.

Oleh karena itu, Bea Cukai Entikong akan terus meningkatkan pengawasan melalui patroli, pemeriksaan, serta kerja sama dengan berbagai instansi guna menutup celah penyelundupan yang dapat merugikan negara.
Kegiatan pemusnahan berlangsung secara terbuka dan disaksikan oleh berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, instansi terkait, serta insan media. 

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kejaksaan Negeri Sanggau Cabang Entikong, yakni Revangga Prastiyo, S.H., selaku Kasubsi Intelijen dan Datun, kemudian Josia M.P. Sagala dari bidang intelijen CKN Entikong.

Turut hadir pula perwakilan Polsek Entikong, Ipda M.P. Harahap, Ketua Pembina APIEPINDO Nasri Arlisan, perwakilan RRI Entikong Jang Rangga, perwakilan RRI Sanggau, perwakilan TVRI Agus Alfian, unsur Satuan Tugas Intelijen (SGI) yang diwakili Sertu Deni, serta perwakilan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad yang diwakili Kapten Arh I Dewa Gede Kembar Pariandnya selaku Pasiter Satgas.

Selain itu, hadir pula unsur BAIS TNI yang diwakili Serda Suhendra, serta sejumlah perwakilan media dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Propam News 86.

Dengan terlaksananya pemusnahan Barang Milik Negara hasil penindakan ini, Bea Cukai berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai. 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional, melindungi industri dalam negeri, serta memastikan setiap pelanggaran hukum ditindak secara tegas dan profesional sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.-Zainal Abidin 

Sarat Makna dan Tradisi, Tokoh Adat Silat Hilir Sampaikan Selamat Hari Pekan Gawai Dayak di Dusun Sungai Mali.

Oleh On Juni 22, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti perayaan syukur masyarakat adat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Momentum berharga ini ditandai dengan ucapan selamat hangat yang disampaikan langsung oleh para tokoh adat dan perwakilan lembaga adat setempat dalam rangka menyambut Hari Pekan Gawai Dayak.

Acara berpusat di Dusun Sungai Mali, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Pekan Gawai Dayak tahun ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, melainkan juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta melestarikan warisan leluhur yang adiluhung.

Pesan Persatuan dari Para Tokoh
Dalam kesempatan tersebut, Temenggung Seberuang Ensilat, Fitrus Sianturi, bersama salah satu tokoh Dewan Adat Dayak (DAD) Silat Hilir, Edi Sahbirin, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik mereka bagi seluruh masyarakat yang merayakan.

Momen kebersamaan dan kekompakan para tokoh adat ini juga diabadikan dalam sebuah dokumentasi foto bersama (sebagaimana terlihat pada berkas gambar 1001961240.jpg), yang memperlihatkan antusiasme serta identitas kultural yang kuat melalui pakaian adat dan atribut khas yang mereka kenakan di depan latar belakang spanduk perayaan.

"Pekan Gawai Dayak adalah momentum penting untuk merefleksikan rasa syukur, sekaligus menjaga komitmen kita bersama dalam merawat adat istiadat, memperkuat toleransi, dan menjaga kedamaian di tanah Kapuas Hulu," ujar perwakilan tokoh adat dalam pesannya.

Melestarikan Warisan Budaya
Kecamatan Silat Hilir, khususnya Dusun Sungai Mali, dikenal memiliki ikatan komunal yang sangat kuat.

Melalui momentum Pekan Gawai Dayak ini, diharapkan generasi muda dapat terus menggali, mencintai, dan mempertahankan nilai-nilai luhur kebudayaan Dayak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Perayaan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas mengenai kekayaan seni dan budaya yang dimiliki oleh Kapuas Hulu, sekaligus memperkokoh persatuan antarwarga di Kalimantan Barat.


Penulis:bambang

Penuh Khidmat, Temenggung Suang Ensilat Ucapkan Selamat Hari Gawai di Dusun Sungai Mali.

Oleh On Juni 22, 2026

www.bidiksatunews com
KAPUAS HULU – Suasana penuh kehangatan dan luhurnya nilai adat menyelimuti perayaan Hari Gawai (Nyelepat Taun) di Dusun Sungai Mali, Desa Seberu, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Momen sakral tahunan ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya ucapan selamat dan pesan mendalam dari Temenggung Suang Ensilat. 

Tokoh adat yang dihormati tersebut menyampaikan ucapan selamat Hari Gawai kepada seluruh masyarakat Dusun Sungai Mali yang tengah bersukacita merayakan panen dan warisan leluhur.

Menjaga Tradisi di Tengah Zaman
Dalam dokumentasi yang diabadikan pada gambar tampak Temenggung Suang Ensilat berdiri gagah di atas panggung utama mengenakan pakaian adat khas yang dipadukan dengan rompi motif tradisional Kalimantan dan penutup kepala (tanjak) khas daerah.
Di latar belakang, terlihat spanduk besar bertuliskan "Selamat Nyambut Ari Gawai / Nyelepat Taun Dusun Sungai Mali 22 Juni", menegaskan identitas kuat masyarakat Dayak dalam menjaga tradisi turun-temurun.

Perayaan Gawai atau Nyelepat Taun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan bentuk rasa syukur yang mendalam atas hasil panen yang melimpah serta permohonan berkat untuk musim tanam berikutnya.

"Hari Gawai adalah momentum memperkuat tali silaturahmi, menjaga persatuan, dan yang paling penting adalah melestarikan adat istiadat agar tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan," ujar pesan tersirat dari pelestarian budaya ini.

Sinergi dan Hiburan Rakyat
Acara yang berlangsung tertib dan meriah ini juga dimeriahkan oleh panggung hiburan rakyat. Seperti yang terlihat pada foto terdapat iringan musik modern yang mendampingi jalannya acara, menunjukkan harmonisasi yang indah antara tradisi lokal dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan kesakralan adat itu sendiri.

Melalui perayaan di Desa Seberu ini, diharapkan pemuda-pemudi di Kapuas Hulu, khususnya di wilayah Suang Ensilat, dapat terus bangga dan menjaga warisan budaya Dayak sebagai salah satu kekayaan tak ternilai bagi Kalimantan Barat dan Indonesia.


Selamat Hari Gawai, Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jutata!


Penulis : bambang

Waspada! Tumpahan Solar di Jalan Lintas Melawi Sintang Bikin Jalan Licin, Pengendara Diminta Berhati-hati

Oleh On Juni 22, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SINTANG, 22 Juni 2026 – Para pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di badan jalan, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Melawi, Senin (22/6/2026) siang.
Tumpahan solar tersebut menyebabkan permukaan aspal menjadi licin dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang lebih rentan mengalami kecelakaan akibat tergelincir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lokasi, ceceran solar terlihat membasahi sebagian badan jalan di sisi kiri jalur lalu lintas. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas guna menghindari risiko kecelakaan.
Beberapa pengendara mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang licin, terutama pada saat arus kendaraan cukup ramai. Selain membahayakan keselamatan, keberadaan tumpahan solar juga sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Warga setempat berharap instansi terkait segera mengambil langkah penanganan dengan membersihkan tumpahan solar tersebut agar tidak menimbulkan korban kecelakaan. Mereka juga mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
“Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan menghindari manuver mendadak saat melintas di lokasi yang terkena tumpahan solar,” ujar salah seorang warga.
Bagi pengendara roda dua, disarankan untuk tidak melakukan pengereman mendadak maupun berbelok secara tiba-tiba saat berada di atas area yang terkena tumpahan BBM, karena dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti sumber tumpahan solar tersebut. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera melakukan penanganan guna memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang.

Penulis-Bambang

Wisata Luar Negeri Meningkat, Sarawak Masih Jadi Primadona Warga Kalimantan Barat

Oleh On Juni 21, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong, 22 Juni 2026 – Minat masyarakat Kalimantan Barat untuk berwisata ke luar negeri terus menunjukkan peningkatan, terutama pada masa libur sekolah dan libur panjang. Sarawak, Malaysia, masih menjadi destinasi favorit yang paling banyak dipilih warga karena letaknya yang dekat dan mudah diakses melalui kawasan perbatasan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, sebanyak 835 warga negara Indonesia (WNI) tercatat melintas menuju Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada Senin (22/6/2026). Sebagian besar pelintas melakukan perjalanan wisata bersama keluarga memanfaatkan momentum libur sekolah.
Para wisatawan berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, hingga sejumlah wilayah lainnya. Tingginya angka keberangkatan tersebut menunjukkan bahwa Sarawak masih menjadi tujuan utama masyarakat Kalbar untuk berlibur ke luar negeri.
Sejumlah pelintas yang ditemui di PLBN Entikong mengaku memilih Sarawak karena jaraknya relatif dekat, biaya perjalanan yang terjangkau, serta banyaknya pilihan destinasi wisata yang cocok untuk keluarga. Selain itu, keberadaan pusat perbelanjaan modern, wisata kuliner, dan berbagai tempat rekreasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia.
“Mumpung anak-anak sedang libur sekolah dan ada waktu berkumpul bersama keluarga, kami memilih berlibur ke Sarawak karena dekat dan perjalanan tidak terlalu jauh,” ujar salah seorang pelintas.
PLBN Entikong sebagai pintu gerbang utama perlintasan darat Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Petugas imigrasi tampak melakukan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian secara maksimal guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pelintas selama musim liburan.
Pihak Imigrasi Entikong memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan warga berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Pengawasan keimigrasian juga terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangkat ke Malaysia melalui Entikong menjadi indikator bahwa sektor pariwisata lintas batas kembali bergairah. Dengan akses yang mudah dan berbagai fasilitas yang tersedia, Sarawak diperkirakan akan tetap menjadi primadona wisata luar negeri bagi masyarakat Kalimantan Barat dalam beberapa waktu ke depan. Editor- 
-( Zainal)

Jembatan Putus Akibat Banjir Seminggu Lalu, Warga Silat Hulu Desak Pemerintah Segera Bertindak!

Oleh On Juni 21, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU — Gelombang kekecewaan dan amarah warga Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian membuncah.

 Pasca-bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut seminggu yang lalu, akses utama berupa jembatan penghubung Nanga ngeri Landau badai dilaporkan terputus total. 

Hingga hari ini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pemerintah daerah, memicu tudingan bahwa pemerintah lamban dan kurang peka terhadap penderitaan rakyat di daerah terpencil.

Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001957657.jpg, struktur jembatan tampak hancur dan ambruk ke dasar sungai yang sempat meluap.

Kondisi ini membuat mobilitas warga benar-benar lumpuh. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, fasilitas kesehatan menjadi sulit diakses, dan urat nadi perekonomian masyarakat lokal terhenti seketika.

"Kami merasa dianaktirikan. Banjir sudah surut seminggu yang lalu, tapi jembatan yang menjadi tumpuan hidup kami dibiarkan hancur begitu saja.

 Mau sampai kapan aktivitas kami lumpuh total seperti ini? Kami mendesak pemerintah segera turun tangan membangun kembali jembatan ini!" ujar salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada kesal.

Aktivitas Warga Terancam Lumpuh Total
Jembatan yang putus ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan akses tunggal yang menghubungkan beberapa desa di Silat Hulu ke pusat kabupaten. Guna menyuarakan kekecewaan, warga bahkan sempat memasang papan protes di sekitar lokasi reruntuhan jembatan yang mempertanyakan kehadiran pemerintah di tengah bencana yang mereka hadapi.

Sejauh ini, warga terpaksa menggunakan rakit darurat atau memutar jalur alternatif yang memakan waktu berjam-jam dengan risiko keselamatan yang tinggi karena arus sungai yang masih tidak menentu
Masyarakat Silat Hulu kini menuntut kepastian dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maupun Provinsi Kalbar agar segera mengalokasikan dana darurat bencana untuk pembangunan kembali jembatan tersebut. 

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan cepat, warga mengancam akan melakukan aksi protes yang lebih besar demi mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan.

Tim media: Bambang

Akses Utama Simpang Silat - Silat Hilir terlihat lobang yang dalam Warga Desak Pemerintah dan Perusahaan Sawit Ambil Tindakan.

Oleh On Juni 21, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
SILAT HILIR – Kondisi infrastruktur jalan utama yang menghubungkan Simpang Silat menuju Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian memprihatinkan.

Kerusakan parah yang terjadi di jalur urat nadi perekonomian warga ini memicu keluhan dan kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga di lapangan, salah satu titik kerusakan yang cukup parah terlihat di kawasan Miau Merah. Badan jalan tampak hancur, dipenuhi lubang-lubang besar, serta genangan air menyerupai kubangan yang sangat membahayakan para pengguna jalan, khususnya roda dua.

Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi warga pada file 1001955712.jpg, para pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintasi kubangan air dan jalanan berbatu yang licin. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga memperpanjang waktu tempuh serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.
Kerusakan jalan ini diduga kuat kian diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan bermuatan berat, termasuk truk-truk milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang setiap hari melintasi jalur utama tersebut.

Menanggapi hal ini, warga Silat Hilir sangat berharap adanya perhatian serius dan tindakan nyata yang cepat. Mereka mendesak pihak pemerintah daerah serta manajemen perusahaan sawit yang beraktivitas di wilayah tersebut untuk segera berkolaborasi melakukan perbaikan.
"Kami sangat berharap jalan utama dari Simpang Silat ke Silat Hilir ini segera diperbaiki. Perusahaan sawit yang setiap hari lewat di sini juga harus ikut bertanggung jawab, jangan hanya memanfaatkan jalan sampai hancur tanpa ada perawatan bersama pemerintah," ujar salah seorang warga setempat kesal.

Warga berharap tuntutan ini segera didengar sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memakan korban jiwa. Akses jalan yang layak dinilai sangat krusial demi kelancaran ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Silat Hilir.


Penulis: Bambang

HOAKS DAN PROVOKASI MENGANCAM PERSATUAN MASYARAKAT

Oleh On Juni 20, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau – Hoaks dan provokasi menjadi ancaman serius bagi persatuan, kerukunan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat. Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat melalui media sosial, grup percakapan, maupun berbagai platform daring. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penyebaran berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, dan informasi yang bersifat provokatif dapat memicu kesalahpahaman, memecah belah persaudaraan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Kondisi ini tentu dapat mengganggu keamanan, ketertiban, serta semangat kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas sumbernya, meskipun informasi tersebut sedang viral dan ramai diperbincangkan. 

Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Prinsip sederhana yang perlu diterapkan adalah:
✅ Saring sebelum sharing
✅ Cek fakta sebelum percaya
✅ Verifikasi sebelum menyebarkan
Literasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi maraknya hoaks. Dengan kemampuan memilah informasi yang benar dan akurat, masyarakat dapat terhindar dari upaya-upaya yang bertujuan memecah belah persatuan.

Selain itu, penyelesaian perbedaan pendapat hendaknya dilakukan melalui dialog yang santun, saling menghormati, serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya maupun ajakan yang mengarah pada konflik dan perpecahan.

Kabupaten Sanggau yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat harus terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi. Persatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.

Mari bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan biarkan hoaks dan provokasi merusak keharmonisan yang telah terbangun selama ini
Persatuan adalah kekuatan kita.


Tolak Hoaks, Lawan Provokasi, dan Jaga Kedamaian Kabupaten Sanggau.
-Editor- Zainal Abidin 

Polres Sanggau Sita 80,81 Gram Emas dan Rp40 Juta dalam Pengungkapan Kasus Penampungan Emas Ilegal di Desa Semoncol

Oleh On Juni 20, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sanggau berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penampungan dan perdagangan emas yang tidak berasal dari pemegang izin resmi pertambangan di wilayah Kabupaten Sanggau. 

Dalam operasi yang digelar di Desa Semoncol, Kecamatan Balai, petugas mengamankan seorang pria berinisial JC (63) beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penampungan emas ilegal.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat serta pemberitaan yang beredar di sejumlah media daring terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Semoncol. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sanggau segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sanggau yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Anuar Syarifudin, SH, MH, bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas PETI. 

Tim melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dicurigai.
Setelah melakukan pendalaman hingga dini hari, petugas memeriksa sejumlah tenda dan gubuk yang berada di sekitar area pertambangan ilegal tersebut. 

Kegiatan ini turut mendapat dukungan personel Polsek Tayan Hilir untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan aman dan lancar.

Dalam salah satu gubuk yang diperiksa, petugas menemukan seorang pria berinisial DD yang diduga sebagai pemilik alat tambang emas yang beroperasi di lokasi tersebut. 

Dari hasil interogasi awal, polisi memperoleh informasi mengenai pihak yang diduga menjadi penampung emas hasil pertambangan ilegal.

Berdasarkan keterangan yang didapat, penyelidikan kemudian dikembangkan hingga mengarah kepada seorang pria berinisial JC. 

Ia diduga melakukan aktivitas penampungan emas yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB maupun izin resmi lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tim kembali melakukan pemeriksaan di sebuah tenda yang dihuni pasangan suami istri. 

Setelah dilakukan pengecekan identitas, diketahui pria yang berada di lokasi tersebut adalah JC. 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas penampungan serta pengolahan emas ilegal.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 80,81 gram emas, tujuh buah tempayan yang digunakan untuk proses pemanggangan emas, satu botol berisi air raksa (merkuri), satu set alat las oksigen, serta uang tunai sebesar Rp40 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas perdagangan emas ilegal.

Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, SIK, M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Anuar Syarifudin, SH, MH menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat sekaligus komitmen dalam memberantas aktivitas pertambangan dan perdagangan mineral yang tidak sesuai ketentuan hukum.

"Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan terukur. 

Dalam perkara ini, kami menemukan adanya dugaan aktivitas penampungan emas yang tidak berasal dari pemegang izin resmi. Oleh karena itu, kami melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga kepastian hukum dan mencegah praktik pertambangan ilegal berkembang di wilayah Kabupaten Sanggau," tegas AKP Anuar.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sanggau telah menetapkan JC sebagai tersangka. 

Ia disangkakan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Polres Sanggau menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin maupun jaringan penampungan hasil tambang ilegal yang berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, serta mengganggu ketertiban masyarakat. 

Penyidikan terhadap perkara ini masih terus berlanjut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Editor-Zainal A-
(Dny Ard/Humas Polres Sanggau)

Pelayanan Tertib dan Teratur, Masyarakat Apresiasi Pengelola SPBU Silat Hilir.

Oleh On Juni 19, 2026

www.bidiksatunews com
KAPUAS HULU – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Simpang Silat, tepatnya di Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, terpantau berjalan dengan normal, tertib, dan lancar.
Berdasarkan pantauan langsung pada Sabtu pagi, 20 Juni 2026, masyarakat sekitar tampak mengantre dengan teratur untuk mengisi kendaraan mereka tanpa adanya kendala operasional yang berarti.
SPBU ini diketahui konsisten beroperasi dan membuka pelayanan sejak pagi hari hingga waktu operasional yang telah ditentukan berakhir.
Konsistensi dan keteraturan pelayanan ini mendapat respons positif dari warga setempat. Sejumlah masyarakat menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak pengelola SPBU atas komitmen mereka dalam menjaga ketersediaan stok serta memberikan pelayanan yang adil dan transparan bagi seluruh konsumen.
"Pelayanannya bagus dan teratur. Buka tepat waktu dari pagi dan tutup sesuai jadwal yang ditentukan, jadi kami masyarakat merasa sangat terbantu dan nyaman saat mengisi bahan bakar," ujar salah seorang warga di lokasi.

Kondisi yang kondusif seperti dalam lampiran foto diharapkan dapat terus dipertahankan demi kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di Kecamatan Silat Hilir.


Tim media: Redwan, ilhansyah.

Jumat Berkah: Ustadz Hasan Ajak Jemaah Lipatgandakan Pahala Lewat Sedekah.

Oleh On Juni 18, 2026

www.bidiksatunes com
Masjid AR, RAHMAN, desa Nanga nuar kecamatan.silat hilir kabupaten Kapuas hulu.
Suasana Khusyuk Shalat Jumat Berjemaah
Pelaksanaan ibadah shalat Jumat yang berlangsung khidmat di masjid bernuansa hijau-kuning. 19/Juni/2026.

Sejak siang hari, para jemaah sudah mulai memadati ruangan utama masjid untuk menunaikan kewajiban mingguan serta mendengarkan khotbah Jumat (seperti yang terlihat pada dokumentasi jemaah.
Pesan Khotbah: Dahsyatnya Keutamaan Sedekah
Bertindak sebagai khatib pada kesempatan kali ini adalah Ustadz Hasan.
Dalam khotbahnya yang disampaikan dari atas mimbar kayu, beliau mengangkat tema pentingnya "Perbanyakanlah Sedekah" 
Ustadz Hasan mengingatkan jemaah bahwa hari Jumat merupakan momentum terbaik atau waktu mustajab untuk memperbanyak amalan baik, salah satunya adalah berbagi kepada sesama. 

Beliau menekankan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan menjadi pembuka pintu rezeki, pembersih jiwa, serta penolak bala. Beliau mengajak seluruh jemaah untuk tidak ragu menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki demi bekal di akhirat kelak.
Antusiasme Jemaah Pasca-Shalat
Setelah rangkaian ibadah shalat Jumat selesai, para jemaah berangsur-angsur meninggalkan area masjid dengan tertib. Cuaca cerah yang mengiringi hari itu menambah kekhidmatan suasana Jumat Berkah kali ini.

Semoga pesan khotbah yang disampaikan oleh Ustadz Hasan dapat memotivasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih gemar berbagi dan peduli terhadap sesama.

Penulis: Bambang.

Jembatan Penghubung Nanga Ngeri – Landau Badai Putus Diterjang Banjir, Warga Silat Hulu Desak Pemerintah Turun Tangan.

Oleh On Juni 16, 2026

www.bidiksatunews com
16/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Bencana banjir kembali melanda wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Akibat curah hujan yang tinggi, jembatan penting yang menghubungkan Desa Nanga Ngeri dan Desa Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, dilaporkan putus total setelah dihantam arus banjir yang sangat deras.
Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001925577.jpg, terlihat kondisi fisik jembatan yang ambruk dan terseret arus sungai yang meluap berwarna cokelat pekat.
Terputusnya jembatan ini membuat akses transportasi darat antar-desa lumpuh total, mengisolasi aktivitas perekonomian, pendidikan, serta pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Amblasnya infrastruktur vital ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Kehilangan akses penyeberangan membuat mobilitas warga menjadi sangat terbatas dan berbahaya.

Menanggapi situasi darurat ini, warga Kecamatan Silat Hulu sangat berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.

 Mereka mendesak agar jajaran pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi masyarakat yang terdampak.
"Kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian cepat. 

Kami berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi langsung melihat bagaimana kondisi kami di Silat Hulu yang terisolasi akibat bencana ini," ungkap salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya mencari jalur alternatif yang aman sembari menunggu langkah tanggap darurat dan solusi evakuasi ataupun pembangunan jembatan darurat dari pemerintah terkait.

Rasa khawatir kian membayangi apabila curah hujan terus meningkat dan banjir tak kunjung surut.

Tim media: Helena Lidia.

Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah, Kapolsek Silat Hilir Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Hijrah.

Oleh On Juni 15, 2026

www.bidiksatunews com
SILAT HILIR – Menyambut pergantian tahun baru Islam, Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hilir beserta jajaran secara resmi menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Muslim di wilayah hukum Silat Hilir.

Ucapan dan pesan sejuk ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Silat Hilir, IPDA Amarullah Abidin, S.Tr.K., M.H., melalui sebuah rilis resmi yang memuat pesan penuh makna spiritual dan sosial. 

Pesan dan Harapan Kapolsek Silat Hilir
Dalam momentum yang penuh berkah ini, IPDA Amarullah Abidin menyampaikan harapan mendalam agar pergantian tahun ini dapat membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Berikut adalah poin-poin harapan yang disampaikan oleh beliau:

Membawa Keberkahan dan Kedamaian: Berharap tahun baru ini dipenuhi dengan ketenteraman dan keberkahan di tengah masyarakat.

Semangat Hijrah yang Positif: Mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri guna bertransformasi menuju kepribadian yang jauh lebih baik.

Komitmen dalam Menjalankan Amanah: Menekankan pentingnya sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.

"Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian serta semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, amanah dan bermanfaat bagi masyarakat."

IPDA Amarullah Abidin, S.Tr.K., M.H. (Kapolsek Silat Hilir)
Momentum Mempererat Kamtibmas
Selain sebagai refleksi keagamaan, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini juga diharapkan menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dan warga.

Dengan adanya sinergi yang kuat, Polsek Silat Hilir berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di wilayah hukum mereka demi kenyamanan bersama.


Penulis: Bambang.