Puluhan Tahun Menanti Jalan Layak, Warga Desa Nyawa hingga Randau Rantau Hidup dalam Keterisolasian
On Juni 28, 2026
Kapuas Hulu, 28 Juni 2026 – Harapan masyarakat di wilayah Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, untuk menikmati jalan yang layak hingga kini masih menjadi impian.
Warga yang bermukim di sepanjang jalur menuju Desa Nyawa sampai Desa Randau Rantau mengaku hampir seumur hidup belum pernah merasakan akses jalan yang benar-benar baik.
Kondisi jalan yang rusak berat telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu dan lubang yang membahayakan pengguna.
Namun ketika musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Warga menyebutkan, apabila tidak ada perusahaan yang membuka akses jalan untuk kepentingan operasional mereka, masyarakat di sejumlah desa tersebut akan semakin terisolasi.
Jalan yang dibangun perusahaan selama ini menjadi satu-satunya jalur yang masih bisa dimanfaatkan, meski kondisinya juga jauh dari kata layak.
Ironisnya, buruknya infrastruktur jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan kesehatan dan keselamatan warga.
Dalam situasi darurat, seperti ketika ada warga yang sakit keras atau meninggal dunia, masyarakat terpaksa bergotong royong memikul menggunakan tandu karena kendaraan tidak dapat melintas.
"Kami sudah puluhan tahun hidup dengan kondisi seperti ini. Kalau hujan turun, jalan berubah menjadi lautan lumpur.
Untuk mengantar orang sakit saja sangat sulit, apalagi kalau ada yang meninggal dunia harus dipanggul beramai-ramai," ungkap salah seorang warga.
Selain menghambat pelayanan kesehatan, kondisi jalan juga mengganggu dunia pendidikan.
Anak-anak sekolah harus berjibaku dengan lumpur setiap hari.
Tidak sedikit kendaraan yang terperosok atau tergelincir akibat jalan yang rusak parah.
Akses transportasi yang buruk juga membuat biaya angkut hasil pertanian dan perkebunan menjadi jauh lebih mahal.
Padahal sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan hasil hutan. Akibat tingginya biaya transportasi, pendapatan petani ikut tergerus.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat segera turun tangan melakukan pembangunan jalan secara permanen.
Mereka menilai pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendasar yang sudah terlalu lama dinantikan.
Perbaikan jalan dinilai bukan hanya soal memperlancar transportasi, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, kemudahan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.
Kabupaten Kapuas Hulu sendiri memiliki wilayah yang luas dengan sejumlah daerah yang masih menghadapi tantangan konektivitas.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur jalan daerah sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.
Kini masyarakat Desa Nyawa hingga Desa Randau Rantau hanya berharap keluhan mereka tidak lagi sebatas menjadi cerita yang berulang setiap tahun.
Mereka menginginkan tindakan nyata agar jalan yang selama puluhan tahun rusak berat dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan kehidupan ekonomi semakin berkembang.
"Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin memiliki jalan yang layak seperti daerah lain.
Jalan yang bisa dilalui ambulans, kendaraan pengangkut hasil kebun, anak-anak sekolah, dan masyarakat tanpa harus mempertaruhkan keselamatan," harap warga.
Masyarakat berharap pemerintah segera menjadikan pembangunan ruas jalan di Kecamatan Silat Hulu sebagai prioritas sehingga penderitaan warga akibat buruknya akses transportasi tidak terus berlanjut dari generasi ke generasi. Penulis Bambang. H