Formulir Kontak
Sambut Tahun Baru 2026, Kapolres Sanggau Ajak Masyarakat Rayakan dengan Kesederhanaan dan Empati
Oleh bidiksatunews On Desember 29, 2025
Desa Kenaman Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD), Berjalan Dengan Lancar Tahun 2025.
Oleh bidiksatunews On Juli 01, 2025
Willyson Afrizal Silalahi Melaksanakan Reses di Kecamatan Sekayam Desa Balai Karangan, Daerah Pemilihan Sanggau-Sekadau Berjalan Lancar dan Sukses
Oleh bidiksatunews On Desember 07, 2024
Sanggau, www.bidiksatunews.com Untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam pembangunan, baik dibidang Infrastuktur Pemerataan pembangunan, juga di pemberdayaan yang berada di setiap Desa/Kecamatan di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, juga di bidang Pendidikan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Willyson Afrizal Silalahi pada Sabtu, 07/12/2024 melaksanakan Reses di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Pelaksanaan Reses yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Daerah Pemilihan Sanggau -Sekadau, Willyson Afrizal Silalahi adalah untuk menampung Aspirasi Masyarakat terkait keluhan masalah Pembangunan baik Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Acara Reses dilaksanakan di Aula kantor Desa Balai Karangan pada pukul. 13.00 Wib yang dihadiri oleh Forkopimcam se Kecamatan Sekayam para Tokoh masyarakat Kecamatan Sekayam beserta masyarakat Sekayam dan Kepala Desa Balai Karangan serta tamu undangan lainnya.
"Saya siap menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, apa yang merupakan langkah penting yang merupakan sasaran utama dalam prioritas pembangunan, baik pembangunan fisik maupun Pembangunan pemberdayaan masyarakat khususnya Daerah Pemilihan Sanggau-Sekadau ini" ungkap nya.
Dalam acara Reses tersebut, masyarakat Kecamatan Sekayam memberi usulan agar ekspor impor untuk di PLBN Entikong agar di buka kembali untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat perbatasan terutama para buruh kasar dapat bekerja sebagai mana mestinya. ungkap salah satu peserta reses.
Selain itu juga, masyarakat meminta untuk dilakukan pembangunan kelompok ikan, agar masyarakat petani yang memiliki lahan dapat membantu sesama kelompok untuk mengadakan pembibitan ikan baik untuk di konsumsi maupun di jual, agar dapat membantu masyarakat kelompok ikan, yang memiliki lahan dapat bekerja sebagai mana diharapkan, demi untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat tani.
Permintaan serta permohonan terkait reses, masyarakat juga meminta agar sosek Malindo dengan kearifan lokal masyarakat dapat belanja dengan menggunakan Pas Lintas Batas ( PLB) berfungsi sebagai mana mestinya.
Sebagai Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Willyson Afrizal Silalahi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Sekayam sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya, sehingga bisa menjadi salah satu Legislatif di provinsi yang terpilih di tahun 2024 ini.
Publikasi. www.bidiksatunews.com
Program Ketahanan Pangan Ala Kodim 1204/Sanggau: Sinergitas Dengan Multi Pihak, Agar Masyarakat Mandiri dan Berdaulat
Oleh bidiksatunews On Maret 17, 2024
Sanggau.www.bidiksatunews.com- www.budiksatunews.com - Kabupaten Sanggau, nama wilayanya ini berada di Provinsi Kalimantan Barat.
Terdiri dari 15 kecamatan, 6 kelurahan, dan 163 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 482.500 jiwa dengan luas wilayah 12.857,80 kilomter persegi dan sebaran penduduk 38 jiwa/kilometr persegi.
Baru-baru ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau bersinergi dengan pemerintah setempat gencar melaksanakan program ketahanan pangan.
Itu dilakukan, karena melonjaknya harga pangan akibat Covid-19 beberapa tahun lalu.
Misinya adalah supaya masyarakat mandiri secara ekonomi dan berdaulat. Serta adanya penolakan impor beras dari beberapa negara yang sebelumnya membantu kekurangan kebutuhan pangan terutama beras Indonesia.
Mengakibatkan adanya kenaikan harga pangan beberapa bulan terakhir dan berkurangnya stok kebutuhan dalam negeri.
Komandan Kodim 1204/Sanggau, meskipun belum lama bertugas di Kodim 1204/Sanggau bergerak cepat dengan melakukan beberapa terobosan dalam upaya melakukan stabilitas pangan khususnya di Kabupaten Sanggau.
Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, saat ini Dandim 1204/Sanggau sudah melakukan pengembangbiakan sapi bekerjasama dengan SMK PDN Sanggau.
Penanaman padi serta palawija di lingkungan warga serta area perkebunan baik milik masyarakat itu sendiri serta beberapa area milik perusahaan.
*Sekilas Ketahaan Pangan*
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi semua orang dan negara.
Ini karena setiap saat tercermin dari makanan bergizi, aman, bermutu, beragam, bergizi, terjangkau dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.
Kuncinya adalah ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi.
Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.
Selain pembangunan infrastruktur, upaya meningkatkan ketahanan pangan juga dilakukan dengan modernisasi irigasi melalui program Pompanisasi yang saat ini masih terus disosialisasikan kepada para petani.
Adapun beberapa cara mengatasi krisis pangan, ini demi atasi perubahan iklim.
Ini karena perubahan iklim berdampak parah pada mata pencaharian dan produksi pangan. Mempromosikan keragaman pangan. Tingkatkan produksi. Kurangi Pemborosan. Sumber protein masa depan.
Maka, selaras dengan itu, FAO menyebutkan kondisi ketahanan pangan harus memenuhi 4 komponen, yaitu:
1. Kecukupan ketersediaan bahan pangan.
2. Stabilitas ketersediaan bahan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun.
3 Aksesibilitas/keterjangkauan terhadap bahan pangan
4. Kualitas/keamanan bahan pangan yang digunakan.
*Adaptif Kehidupan Masyarakat*
Adapun sumber pangan tidak melulu dari pola konvensional yang membutuhkan lahan yang luas.
Akan tetapi, dapat juga adaptif dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Contohnya, model pertanian urban yang dikembangkan saat ini.
Pertanian urban didefinisikan sebagai konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Faktor yang membedakan terletak pada pelaku dan media tanamnya.
Menurut Bareja, 2010, Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) atau kota kecil untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain dan tambahan finansial.
Termasuk didalamnya pemrosesan hasil panen, pemasaran, dan distribusi produk hasil kegiatan tersebut.
Pertanian urban ini berkembang sebagai respon dari banyaknya masalah yang berkaitan dengan kehidupan di perkotaan. Yakni, semakin berkurangnya lahan pertanian karena pembangunan.
Hal ini memicu orang-orang dengan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang pertanian memanfaatkan peluang dengan mengoptimalkan potensi sumber daya sekitar.
Tujuannya adalah membudidayakan tanaman sayuran pada lahan terbatas dan terlantar secara maksimal.
publikasi: www.bidiksatunews.com
(z).






