Tumpukan Pasir Penyebab Jalan Menyempit di Lintas Selatan Kapuas Hulu, Pengendara Mengeluh Rawan Kecelakaan.
On Agustus 25, 2026
25/Agustus/2026
SILAT HILIR, KAPUAS HULU – Para pengguna jalan yang melintas di jalur Jalan Lintas Selatan, tepatnya di areal pesantren Al iklas desa nanga nuar. Di ruas yang menghubungkan Simpang Silat menuju Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, diimbau untuk ekstra waspada.
Penyempitan badan jalan yang dipicu oleh tingginya tumpukan pasir di sisi kiri dan kanan bahu jalan dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengendara, khususnya roda dua.
Kondisi di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, material pasir meluber hingga memakan sebagian badan jalan aspal. Hal ini membuat ruang gerak kendaraan menjadi sangat terbatas. Ketika dua kendaraan bermotor atau mobil saling berpapasan dari arah berlawanan, salah satu pengendara terpaksa mengalah atau bahkan melintasi tumpukan pasir yang licin.
Kondisi tersebut memperbesar risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti roda kendaraan yang slip, hilang kendali, hingga benturan antarkendaraan.
Ancaman Nyata Pengendara
Beberapa poin utama yang menjadi keluhan warga dan pengguna jalan antara lain:
Badan Jalan Makin Sempit: Tumpukan pasir memakan porsi aspal sehingga lebar jalan efektif berkurang secara drastis.
Jalan Licin dan Rawan Slip: Ceceran pasir di atas permukaan aspal membuat cengkeraman ban kendaraan berkurang, terutama saat pengereman mendadak.
Minimnya Penerangan: Pada malam hari, tumpukan pasir tersebut sulit terlihat dari jarak jauh sehingga sangat berpotensi memicu kecelakaan tunggal.
Harapan Masyarakat
Warga setempat dan para pengguna jalan berharap pihak terkait atau instansi pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan material pasir yang menumpuk di sepanjang ruas jalan Simpang Silat – Nanga Nuar ini. Selain itu, penertiban terhadap penempatan material di pinggir jalan nasional/provinsi perlu dilakukan agar tidak mengorbankan keselamatan lalu lintas masyarakat umum.
Penulis: Bambang