Kepala Koordinator Pendidikan Kecamatan Boyan Tanjung, Ibu Utin Hidayani, S.Pd. gandeng Koramil 1206-08/Bunut Hilir, Polsek dan Puskesmas Boyan Tanjung untuk memberikan Sosialisasi tentang Dampak Penggunaan Miras, Narkoba dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah.
Dalam kegiatan kali ini sasaran sosialisasi adalah siswa-siswi SD Negeri No 15 yang berada di Desa Landau Mentail Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
Kepala SD Negeri No 15 Desa Landau Mentail Ibu Yenny Rumalutur, S.Th. merespon positif kegiatan tersebut bahkan pihak sekolah tidak hanya menghadirkan siswa-siswi mereka tetapi juga para Dewan Guru dan orang tua atau wali murid.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Ibu Utin Hidayani, S.Pd. selaku Kepala Koordik Boyan Tanjung berharap agar kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda rutin di tiap sekolah khususnya yang berada di Kecamatan Boyan Tanjung sehingga para siswa tidak saja mendapat pendidikan formal secara akademik di sekolah tetapi juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan para siswa yang diharapkan kedepannya akan membantu mereka sehingga dapat memilah mana hal yang baik atau buruk untuk dilakukan terutama dalam pergaulan.
Selanjutnya pada saat materi sosialisasi terlihat para siswa bahkan orang tua cukup antusias menyimak hal-hal yang disampaikan oleh para penyaji, baik itu materi tentang "Bahaya NAPZA, Miras dan Merokok" yang disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Boyan Tanjung Bapak Ahmad Yadi, S.K.M. maupun materi "Stop Bullying atau Perundungan" yang dibawakan oleh Peltu Benhard selaku Danramil 1206-08/Bunut Hilir dan juga materi "Kenakalan Remaja" oleh Kanit Binmas Polsek Boyan Tanjung, Bripka Heri.
Ditemui usai kegiatan sosialisasi, Peltu Benhard selaku Pj. Komandan Koramil 1206-08/Bunut Hilir menyampaikan terima kasih kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan Boyan Tanjung dan Kepala SD Negeri 15 Landau Mentail yang sudah memberikan kesempatan kepadanya sebagai anggota TNI untuk melakukan pembinaan kewilayahan. Terkait materi yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi, kepada awak media, Danramil menyampaikan bahwa materi tersebut cukup relevan dengan tugas dan fungsi TNI karena untuk mencegah terjadinya tindakan perundungan, siswa diajarkan untuk saling menghargai dan peduli kepada semua orang khususnya sesama teman sekolah atau teman bermain, tidak mengejek, menghina dan merendahkan teman, apalagi melakukan tindakan kekerasan. Hal ini tentunya akan membentuk karakter siswa yang baik, dapat bekerjasama sehingga terjalin rasa persatuan dan kesatuan tanpa memandang status, latar belakang, agama dan hal lainnya dalam pergaulan. Sederhananya, jika siswa tidak melakukan tindakan perundungan artinya mereka sudah memahami arti "Bhinneka Tunggal Ika" dan memiliki mental Bela Negara serta rasa Cinta Tanah Air, tukasnya mengakhiri perbincangan dengan awak media.
Newest
You are reading the newest post
You are reading the newest post
Next
Next Post »
Next Post »