14/mei/2026,kecamatan silat hilir, kabupaten Kapuas hulu
KALIMANTAN BARAT – Pembangunan ruang perpustakaan di SDN 05 PB Penai kini menjadi sorotan.
Proyek yang seharusnya menunjang fasilitas pendidikan bagi siswa tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan ditinggalkan begitu saja dalam kondisi yang memprihatinkan atau "amburadul".
Berdasarkan rekaman visual di lokasi, terdapat beberapa poin krusial yang menunjukkan rendahnya kualitas pengerjaan:
Struktur Pondasi yang Ringkih: Bangunan tampak hanya ditopang oleh tiang-tiang kayu kecil yang terlihat tidak stabil untuk menyangga beban bangunan semen yang cukup berat.
Tangga dan Akses Belum Tuntas: Bagian tangga semen terlihat kasar dan belum selesai, bahkan hanya menggunakan papan kayu seadanya sebagai akses jalan yang sangat berisiko bagi keselamatan siswa.
Finishing Dinding dan Lantai: Banyak bagian dinding yang belum diplester dengan rapi, serta bagian bawah bangunan yang dibiarkan terbuka tanpa pengaman, dikelilingi oleh rumput liar yang mulai meninggi.
Material yang Terbengkalai: Di sekitar lokasi masih terlihat sisa-sisa material kayu yang berserakan, menandakan proyek ini dihentikan sebelum mencapai tahap penyelesaian yang layak.
Desakan Kepada Pemerintah
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan wali murid. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan terkait, diminta untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap kontraktor pelaksana proyek tersebut.
"Pemerintah harus segera mengevaluasi pengerjaan ini. Jangan sampai anggaran negara habis untuk bangunan yang justru membahayakan anak-anak kami," ujar salah satu warga yang memantau lokasi. penulis: Bambang.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »