Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Jembatan Putus Akibat Banjir Seminggu Lalu, Warga Silat Hulu Desak Pemerintah Segera Bertindak!

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU — Gelombang kekecewaan dan amarah warga Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian membuncah.

 Pasca-bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut seminggu yang lalu, akses utama berupa jembatan penghubung Nanga ngeri Landau badai dilaporkan terputus total. 

Hingga hari ini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pemerintah daerah, memicu tudingan bahwa pemerintah lamban dan kurang peka terhadap penderitaan rakyat di daerah terpencil.

Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001957657.jpg, struktur jembatan tampak hancur dan ambruk ke dasar sungai yang sempat meluap.

Kondisi ini membuat mobilitas warga benar-benar lumpuh. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, fasilitas kesehatan menjadi sulit diakses, dan urat nadi perekonomian masyarakat lokal terhenti seketika.

"Kami merasa dianaktirikan. Banjir sudah surut seminggu yang lalu, tapi jembatan yang menjadi tumpuan hidup kami dibiarkan hancur begitu saja.

 Mau sampai kapan aktivitas kami lumpuh total seperti ini? Kami mendesak pemerintah segera turun tangan membangun kembali jembatan ini!" ujar salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada kesal.

Aktivitas Warga Terancam Lumpuh Total
Jembatan yang putus ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan akses tunggal yang menghubungkan beberapa desa di Silat Hulu ke pusat kabupaten. Guna menyuarakan kekecewaan, warga bahkan sempat memasang papan protes di sekitar lokasi reruntuhan jembatan yang mempertanyakan kehadiran pemerintah di tengah bencana yang mereka hadapi.

Sejauh ini, warga terpaksa menggunakan rakit darurat atau memutar jalur alternatif yang memakan waktu berjam-jam dengan risiko keselamatan yang tinggi karena arus sungai yang masih tidak menentu
Masyarakat Silat Hulu kini menuntut kepastian dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maupun Provinsi Kalbar agar segera mengalokasikan dana darurat bencana untuk pembangunan kembali jembatan tersebut. 

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan cepat, warga mengancam akan melakukan aksi protes yang lebih besar demi mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan.

Tim media: Bambang

Newest
You are reading the newest post