Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Dibuka 2014, Kini 2026: Jalan Desa Batu Tiga Masih Menanti Perhatian Pemerintah

www bidiksatunews com.
Kapuas hulu,Harapan masyarakat Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terhadap kondisi akses jalan di wilayah mereka kembali disuarakan.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, badan jalan di Desa Batu Tiga mulai dibuka sejak tahun 2014. Namun hingga tahun 2026, warga menyebut kondisi jalan tersebut masih membutuhkan perhatian dan penanganan dari pemerintah.
Di tengah kemarau panjang yang terjadi, masyarakat setempat memilih tidak tinggal diam. Warga secara bersama-sama melakukan kegiatan gotong royong untuk menjaga agar akses jalan tetap dapat digunakan dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
Kegiatan gotong royong tersebut digerakkan oleh Kepala Dusun, Ahmad, bersama masyarakat. Warga bergotong royong dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia secara swadaya.
Menurut keterangan warga, keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga serta membawa berbagai kebutuhan dari dan menuju wilayah desa.
Warga menyampaikan bahwa mereka berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut.
Ketua Adat Desa Batu Tiga, Paulus Ujang Sukiman, turut menyampaikan harapan agar kondisi akses jalan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah.
"Jalan ini sudah dibuka sejak 2014. Sampai sekarang tahun 2026, kami masih berharap ada perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan kami," demikian keterangan yang disampaikan masyarakat setempat.
Warga mengakui gotong royong merupakan bentuk kepedulian masyarakat untuk mempertahankan akses yang ada. Namun, menurut mereka, kemampuan masyarakat tentu terbatas sehingga dibutuhkan dukungan pemerintah untuk penanganan infrastruktur secara berkelanjutan.
Keluhan Harga Kebutuhan Pokok
Selain kondisi jalan, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai harga sejumlah kebutuhan sehari-hari di wilayah mereka.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, harga beras  sekitar untuk 8 kilogram, tembus di harga Rp 300.000  perkarung. gas LPG 3 kilogram sekitar Rp100.000 per tabung, gula pasir sekitar Rp40.000 per kilogram, bensin sekitar Rp35.000 per liter, serta kopi sekitar Rp15.000 per ons.
Warga menilai kondisi harga kebutuhan tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat, terutama ketika akses transportasi dan distribusi barang menghadapi kendala.


Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk kondisi badan jalan yang menurut warga telah dibuka sejak 2014 tersebut.

"Warga berharap pemerintah bisa lebih fokus memperhatikan kondisi jalan kami. Masyarakat selama ini sudah berusaha melalui gotong royong, tetapi kami juga berharap pemerintah hadir memberikan perhatian dan penanganan," pungkasnya.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret sesuai kewenangan pemerintah, baik melalui pemeliharaan, peningkatan maupun program pembangunan jalan yang dapat menunjang aktivitas dan perekonomian warga Desa Batu Tiga.


Tim media: Bambang 
30/ Agustus/2026.

Previous
« Prev Post