KALIMANTAN BARAT — Laju lalu lintas di sepanjang jalur poros trans-Kalimantan yang menghubungkan Pontianak hingga Putussibau kini diwarnai dengan ancaman keselamatan yang kian nyata. Maraknya kendaraan truk tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) berukuran besar membuat para pengguna jalan, khususnya pengendara mobil pribadi dan sepeda motor, merasa cemas dan resah setiap kali melintas.
Berdasarkan keluhan warga dan pengguna jalan, keberadaan konvoi truk tangki CPO berkapasitas muatan berat kerap mengambil sebagian besar ruang jalan. Kondisi jalan poros yang di beberapa titik relatif sempit, bergelombang, serta memiliki banyak tikungan tajam, semakin memperparah potensi bahaya.
Menyempitnya Jalan dan Ancaman Kecelakaan
Pengendara mengaku sering kali harus mengalah hingga masuk ke bahu jalan yang curam saat berpapasan langsung dengan truk CPO dari arah berlawanan. Tidak sedikit kendaraan roda empat maupun roda dua yang terpaksa berhenti atau terperosok ke pinggir parit demi menghindari benturan tajam dengan badan truk yang lebar.
"Jalan kita bukan hanya untuk truk CPO saja! Saat berpapasan di tikungan atau jalan sempit, kami yang pakai mobil kecil sering harus pasrah keluar jalur. Ini sangat berbahaya dan rawan memicu kecelakaan maut," keluh salah seorang warga pengguna jalan poros Kalbar.
Desakan Penertiban dan Evaluasi Tonase
Meningkatnya intensitas armada CPO yang melintas tanpa jeda tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan umum, tetapi juga disinyalir menjadi salah satu penyebab cepat rusaknya infrastruktur jalan lintas kabupaten/kota.
Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Kepolisian Lalu Lintas wilayah Kalimantan Barat, segera mengambil langkah tegas:
Pengawasan Jalur dan Jam Operasional: Mengatur jam melintas bagi angkutan berat agar tidak menumpuk pada jam-jam sibuk masyarakat.
Penertiban Muatan (Over Dimension Over Loading / ODOL): Memastikan ukuran dimensi dan kapasitas muatan truk CPO sesuai dengan kelas jalan yang dilalui.
Pemasangan Rambu dan Perbaikan Bahu Jalan: Memperbaiki bahu jalan yang curam agar lebih aman jika ada kendaraan yang terdesak ke pinggir.
Warga menegaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat umum harus menjadi prioritas utama di jalan raya, dan ruang jalan nasional merupakan hak bersama yang harus dijaga keamanannya.
Penulis:bambang
Newest
You are reading the newest post
You are reading the newest post
Next
Next Post »
Next Post »