KAPUAS HULU – Melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Benua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Tak tanggung-tanggung, harga Pertalite eceran di daerah tersebut dikabarkan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp30.000 per liter.
Kenaikan harga yang dinilai tidak wajar ini membentur perekonomian warga lokal yang sangat bergantung pada BBM untuk transportasi harian dan aktivitas ekonomi. Sejumlah warga menyuarakan keluhannya dan berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Masyarakat Benua Martinus meminta Bupati Kapuas Hulu untuk mengecek langsung kondisi di lapangan guna melihat realitas beban ekonomi yang sedang dihadapi warga.
"Harga Rp30 ribu per liter ini sangat memberatkan kami. Kami memohon kepada Bapak Bupati untuk turun langsung meninjau ke lapangan agar melihat sendiri kondisi yang sebenarnya," ujar salah satu warga lokal.
Selain meminta kehadiran pemerintah daerah, warga juga mendesak pihak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan adanya oknum spekulan atau penimbun yang sengaja memainkan harga secara berlebihan.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat menindak tegas para pelaku penimbunan dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan secara tidak wajar di atas penderitaan rakyat kecil. Penertiban rantai distribusi BBM di wilayah Embaloh Hulu dinilai menjadi langkah mendesak agar harga Pertalite dapat kembali stabil dan terjangkau.
Nasumber warga.
6/Oktober/2026.
Tim redaksi:bambang
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »