Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan, Babinsa Koramil Sumberrejo Bojonegoro bersama Aparat Terkait Patroli Gabungan

Oleh On Maret 24, 2024



BOJONEGORO-www.bidiksatunews.com, - Sebagai upaya meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 09/Sumberrejo Kodim 0813 Bojonegoro, bersama anggota Linmas dan Perangkat Desa Tulungrejo melaksanakan kegiatan patroli gabungan.


Dalam pelaksanaan patroli tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Serda Fahrur Rozi bersama rekan Babinsa Koramil 0813-09/Sumberrejo ini menyempatkan singgah ke Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) tepatnya di Dusun Kantep Desa Tulungrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.



Dikonfirmasi, Senin (25/3/2024), Serda Fahrur Rozi, mengatakan, patroli malam dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran warga dalam melaksanakan ronda. Hal ini dilakukan, karena Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) akan terwujud dengan baik apabila tumbuh kesadaran dengan sendirinya dari warga terhadap lingkungannya.


Dia menambahkan bahwa selain untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terhadap warga masyarakat, kegiatan patroli bersama yang dilakukan tersebut guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin mantap.


Pada kesempatan itu, petugas gabungan juga memberikan pesan-pesan atau himbauan Kamtibmas agar saat melaksanakan ronda malam minimal berjumlah dua orang, dan apabila menemukan sesuatu hal yang mencurigakan bisa berkoordinasi satu sama lainnya.



"Kami juga meminta agar selalu meningkatkan kewaspadaan dilingkungan rumah masing-masing. Cek semuanya sebelum tidur, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Serda Fahrur Rozi.


Pada kesempatan yang sama, Kasi Kesejahteraan Desa Tulungrejo, M. Farid Ardianto, mengucapkan terima kasih atas peran aktif warga Desa Tulungrejo dan khususnya Babinsa Koramil 0813-09/Sumberrejo dalam mewujudkan kondusifitas diwilayah demi terpeliharanya Kamtibmas, yang sekaligus juga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Kami juga mengajak warga masyarakat untuk menggiatkan kembali Siskamling, agar Kamtibmas diwilayah lebih aman dan kondusif," pungkasnya.

Lestarikan Tradisi Lokal dan Meriahkan Ramadhan, Disbudpar Bojonegoro Gelar Lomba Oklik

Oleh On Maret 21, 2024



Bojonegoro -www.bidiksatunews.com-


Sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya tradisi dan religi, sekaligus dalam rangka memeriahkan Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyelenggarakan kegiatan Lomba Oklik. Kegiatan untuk masyarakat Kabupaten Bojonegoro akan diselenggarakan Minggu, (31/3/2024) mendatang.


Kepala Bidang Kebudayaan, Disbudpar, Dheny Ike menyampaikam kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemacu semangat kelompok seni Oklik, yakni dalam eksistensinya sebagai kesenian yang komunikatif dan edukatif di Bojonegoro. Seni Oklik bukan sekedar hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempunyai nilai fungsi tertentu pada saat Bulan Ramadhan.


“Di tengah arus perubahan global ini, perlu upaya untuk terus melestarikan seni Oklik sebagai aset bangsa, agar tetap dikenal dan berkembang di masyarakat Bojonegoro,” tegasnya.


Lebih lanjut, Denny menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan Lomba Oklik Tahun 2024 antara lain untuk melestarikan kesenian tradisional khas Bojonegoro yang merupakan aset budaya bangsa, juga memberikan kesempatan para seniman untuk berkreasi dalam bentuk kompetisi dengan mengikuti lomba oklik. Seain itu, dengan lomba ini juga untuk memeriahkan Bulan Suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai edukasi bagi masyarakat Bojonegoro.


“Juga dalam rangka pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis seni budaya,” ungkapnya.


Denny menambahkan Lomba Oklik ini sebagai upaya menambah wawasan masyarakat tentang Seni Oklik Bojonegoro, dan menambah rasa memiliki, menjaga, bertanggungjawab dan melestarikan seni oklik. Dengan lomba ini, akan terjalin sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan masyarakat.


“Masyarakat Kabupaten Bojonegoro dapat berpartisipasi dengan mengikuti kompetisi lomba yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini,” jelasnya.


Untuk mengikuti lomba, peserta wajib mengisi formulir pendaftaran, dan wajib mengikuti Technical Meeting (TM). Pendaftaran tidak dipungut biaya atau gratis. Peserta adalah grup kesenian, baik dari masyarakat Bojonegoro maupun luar Bojonegoro yang dibuktikan dengan KTP/KK sebagai bukti identitas yang diwakili Ketua Grup.

 

“Pendaftaran lomba oklik dilaksanakan mulai tanggal (15/3/2024) sampai dengan (22/3/2024), sedangkan Technical Meeting pada Selasa (26/3/2024) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.


Pemenang pada kegiatan lomba akan mendapatkan tropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan rincian:


Juara 1 mendapat Rp. 3.000.000,

Juara 2 mendapat Rp. 2.750.000, Juara 3 mendapat Rp. 2.500.000, Juara Harapan 1 mendapat Rp. 2.250.000, 

Juara Harapan 2 mendapat Rp. 2.000.000,

Juara Harapan 3 mendapat Rp. 1.750.000,


Dengan catatan, untuk pajak hadiah ditanggung pemenang lomba.


“Adapun informasi lebih lanjut bisa di cek di bit.ly/LombaOklikBJN2024 Atau menghubungi Kontak Susetyo, S.Sos (0853 3853 5343), Damiati, S.Pd, M.M. (0813 3502 9765) atau Mukarom ( 0857 4802 8698 ),”pungkasnya

(Redho)

Hadiri Silaturrahmi Ramadhan di Zona 3, Pj Bupati Bojonegoro Tekankan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Dana Desa

Oleh On Maret 19, 2024



Bojonegoro-www-bidiksatunews.com-


Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Rapat Koordinasi Desa dan Silaturahmi Ramadhan bersama Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, kegiatan digelar di zona 3 (Kecamatan Ngasem, Sekar, Ngambon) dan dipusatkan di Balai Desa Setren Kecamatan Ngasem, Selasa (19/3/2024).


Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai sarana bertemu secara langsung dengan masyarakat dan para kepala desa. Pembangunan daerah tak bisa lepas dari dukungan kepala desa. "Sehingga pertemuan ini sangat penting," tambahnya.


Pj Bupati Adriyanto juga menambahkan, dengan kegiatan ini, para kepala desa mengetahui  program-program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. "Ada PR yang harus segera diselesaikan yaitu pengajuan Dana Desa karena di dalamnya ada dana BLT, " jelasnya. 


Untuk desa-desa yang belum mengajukan Dana Desa untuk dapat segera diselesaikan dalam minggu ini. Pj Bupati juga mengingatkan desa-desa yang masih memiliki tunggakan pajak, agar segera diselesaikan.  


Dalam kegiatan yang penuh keakraban ini, Pj Bupati juga menyampaikan program Pemkab terkait pengentasan kemiskinan dengan memberikan perlindungan warga melalui BPJS Ketenagakerjaan. Yakni bagi warga kategori tenaga kerja rentan. Hal ini agar warga tenaga kerja rentan bisa terlindungi. “Ada 11 kriteria, seperti buruh tani, tukang becak dan lain-lainnya," tandasnya.


Pj Bupati juga mengajak para kapala desa mendorong masyarakat untuk menanam bahan pokok dan kebutuhan dasar sendiri. Hal ini sebagai langkah mengendalikan harga bahan pokok di pasaran yang mengalami kenaikan. Pemkab saat ini, terus mengadakan operasi pasar, yakni dua kali dalam seminggu yang bekerja sama dengan Bulog.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa kegiatan bulan Ramadhan ini sebagai pengganti rapat evaluasi yang diselenggarakan di balai desa untuk sinkronisasi program dengan masyarakat.


Lebih lanjut, Sekda Nurul Azizah menyampaikan enam fokus program Pj Bupati. Yaitu mengurangi angka kemiskinan, stunting, peningkatan pendidikan, kebencanaan, pengendalian inflasi, meningkatkan investasi UMKM dan menggerakkan wisata. "Percepatan pendidikan dilakukan dengan kejar paket di masing-masing desa," jelasnya.


Sedangkan sebagai langkah mengurangi kemiskinan ada program Domba Kesejahteraan. Bagi masyarakat yang berminat dapat memberdayakan atau mengelola program bidang peternakan ini.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Machmuddin menyampaikan progress pencairan Dana Desa. Untuk Kecamatan Ngasem terdapat 15 desa yang sudah cair, Kecamatan Sekar sebanyak 6 desa, dan di Kecamatan Ngambon 5 desa belum cair semua. Bagi desa belum cair, cukup melengkapi data secara online. “Untuk tahap 2 bisa segera dicairkan kembali di bulan April," imbuhnya.


Rapat Koordinasi Desa dan Silaturahmi Ramadhan besama Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Bojonegoro ini juga sekaligus diisi dengan pemberian santunan kepada masyarakat pekerja rentan, jaminan kematian kepada ahli waris yakni Ibu Siti sebesar Rp 42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. 


Hadir pula dalam kegiatan ini, para Asisten Setda Pemkab Bojonegoro, staf ahli, perwakilan dari Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejari, Kodim 0813, Kemenag & KUA, Pemerintah Desa, Camat Ngasem, Camat Sekar, Camat Ngambon, kepala desa se kecamatan Ngasem, Ngambon, Sekar, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, tokoh agama dan masyarakat setempat

(Redho)

Pj Adriyanto Meninjau Sejumlah Rumah Rawan Longsor Bantaran Sungai Bengawan Solo

Oleh On Maret 16, 2024



Bojonegoro-,www.bidiksatunews.com- Curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai bengawan solo dalam sepekan ini mengakibatkan meluapnya arus sungai, hingga mengakibatkan terendamnya pemukiman warga dan area persawahan di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Meski sekarang trendnya sudah menurun, gerusan air sungai bengawan juga berdampak pada terkikisnya tanah/longsor sejumlah rumah warga di sekitar bantaran sungai bengawan solo di Desa Sranak Kecamatan Trucuk.


Jumat, 15 Maret 2024, Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto melakukan sidak bersama dengan di dampingi Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Kepala Dinas PU SDA, Camat, dan Kades Desa Sranak Kecamatan Trucuk. Sidak tersebut guna memastikan jumlah area rumah terdampak longsor serta mencari solusi alternatif untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan warga untuk tetap tinggal di wilayah tersebut.



Ada tiga rumah terdampak ungkap Asmadi Usman selaku Kades Sranak. Yakni rumah tinggal milik keluarga Sahdi, Sunarjo, dan Joko Umbaran, ketiganya berada di wilayah RT 01 dan RT 03 RW 01. Untuk diketahui, rumah tinggal keluarga Sunarjo berada di tebing sungai dengan jarak 1 meter dan dimensi longsor panjang kurang lebih 20 meter dengan kedalaman 15 meter.


Kemudian rumah tinggal milik keluarga Sahdi untuk tebing longsor panjang kurang lebih 50 meter dan kedalaman 14 meter dengan jarak antara rumah dan tebing 1 meter. Sementara rumah milik keluarga Joko Umbaran, longsoran tebing sudah merambah hingga ke area dapur rumah. Tidak ada korban jiwa dan saat ini Pemerintah Desa Sranak sudah menyediakan tanah untuk relokasi, "kita sudah adakan sosialisasi agar warga terdampak mau pindah" terang Asmadi.



Dalam peninjauan tersebut, Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan, siang ini saya meninjau langsung kejadian tanah longsor, karena hal ini memiliki resiko tinggi apalagi di saat musim hujan, juga memastikan akan kondisi, kenyamananan, dan keselamatan warga yang tinggal di tepi tebing sungai bengawan solo. Saat ini Pemkab sedang memikirkan solusinya agar terhindar dari resiko yang membahayakan bila terjadi longsor.


Adriyanto pun menghimbau kepada warga agar tetap berhati-hati bila terjadi hujan, Pemkab Bojonegoro akan berkoordinasi dengan pusat terkait solusi penanganan apa saja bila terjadi longsor di wilayah bantaran sungai bengawan solo. "Untuk relokasi itu sudah masuk dan salah satu opsi", saat ini kita sudah memikirkan, Pak Kades sudah menyediakan lahan bagi warga untuk bersedia pindah, nanti akan kita perdalam dan sempurnakan lagi solusi langkah pastinya, jelas Adriyanto. 


Setelah melakukan peninjauan, Pj Adriyanto serahkan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah keluarga terdampak. (Redho)

Pemkab Bojonegoro Gelar Rakor dan Silaturahim Ramadan Bareng Para Kepala Desa, Langkah Sinkronisasi Program

Oleh On Maret 15, 2024


Bojonegoro-www.bidiksatunews.com-


Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi dan Silaturahim Ramadan bersama Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bojonegoro Tahun 1445 H/2024 M, Kamis (14/3/2024). Kegiatan ini digelar di zona I, meliputi Kecamatan Ngraho, Kecamatan Margomulyo, dan Kecamatan Tambakrejo. Kegiatan perdana di bulan Ramadan ini dilaksanakan di Balai Desa Pandan, Kecamatan Ngraho.


Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim PKK Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati dan Asisten Setda Bojonegoro, Kepala OPD, Camat Ngraho beserta Forkopimcam, Camat Margomulyo, Camat Tambakrejo, kepala desa se-Kecamatan Ngraho, dan Tambakrejo, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tamu undangan lainnya. Kegiatan juga sekaligus pemberian santunan duka pada masyarakat.



Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar, karena kesempatan untuk berkumpul seperti ini sangat jarang, mengingat Kabupaten Bojonegoro yang luas terdiri dari 28 kecamatan dan 419 desa. Rasanya tak cukup waktu untuk berkunjung dan berkeliling. “Saya manfaatkan kesempatan agar bisa bertemu dan silaturahim. Utamanya ada tausyiah untuk bisa kita dengarkan bersama-sama,” ujarnya.


Lebih lanjut, Pj Bupati Adriyanto juga mengingatkan terkait penyaluran program-program pemerintah pada masyarakat, tertib administrasi, dan tertib pajak. “Mudah-mudahan melalui silaturahim seperti ini, sinergi antara pemkab, dinas, dan pemdes semakin baik dan kuat, karena intensitas pekerjaan biasanya membuat kita lupa untuk berinteraksi dengan lainnya. Mudah-mudahan membawa kebaikan dan di bulan puasa ini kita insya Allah bisa menjadi insan yang semakin baik,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, sesuai arahan Bapak Pj Bupati, kegiatan hari ini utamanya sebagai bentuk silaturahim kepada seluruh kepala desa/kelurahan di wilayah masing-masing. Ada 10 titik untuk kali ini. Kegiatan ini diharapkan dipergunakan dengan sebaik-baiknya apabila ada saran masukan dari kepala desa.


“Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.



Dalam kesempatan tersebut, Kabag Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kabupaten Bojonegoro Sahlan menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mengisi kegiatan di Bulan Ramadan. Hanya saja objek dan sasaran yang berbeda. “Baru kali ini berbeda, bersama seluruh kepala desa,” ujarnya.


Tujuan kegiatan ini, lanjut Sahlan, pertama sebagai upaya menjalin komunikasi dan silaturahim antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan pemerintah desa. Sehingga diharapkan terwujud yang namanya persamaan persepsi antara pemangku kepentingan baik di Pemkab Bojonegoro maupun di desa/kelurahan masing-masing. Kedua, sebagai upaya sinkronisasi program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan pemerintah desa sehingga dapat melakukan sesuatu langkah-langkah strategis dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat.


Ketiga, sebagai upaya untuk menggali permasalahan yang urgen di masyarakat baik terkait dengan pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan terkait stunting, peningkatan daya beli, penurunan inflasi dan kebencanaan.


“Semoga pertemuan pada hari ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua, juga bagi kita selaku abdi masyarakat dan juga masyarakat seluruh Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya

(Redho)

Langkah Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah untuk Tekan Inflasi Dapat Apresiasi dari Pj Gubernur Jatim

Oleh On Maret 13, 2024


Bojonegoro - www.bidiksatunews.com-


Langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam upaya menekan inflasi dengan kegiatan Pasar Murah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya apresiasi dari Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. 


Pj Gubernur Adhy Karyono menyampaikan apresiasi bahwa langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro sudah tepat. Hal itu disampaikan pada rapat yang diselenggarakan oleh Pj Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Jumat (8/3/2024) lalu.


Menurut Ketua TPID Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah yang ikut dalam rapat bersama Pj Gubernur Jatim tersebut menyampaikan, bahwa saat ini TPID Bojonegoro sedang intens melaksanakan kegiatan guna menekan inflasi daerah.


"Yang dilakukan Pemkab Bojonegoro, dalam hal ini Pj Bupati beserta TPID sudah tepat dalam pengendalian inflasi. Demikian yang disampaikan Pj Gubernur Jawa Timur Jumat lalu," ungkapnya, saat dikonfirmasi Senin (11/3/2024).


Lebih lanjut, Sekda Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro intens melaksanakan rapat TPID yang dipimpin Pj Bupati. Selain itu juga menggelar pasar murah yang dilaksanakan oleh OPD diantaranya Dinas Perdagangan Koperasi dan UM serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.


"Selain itu juga ada inovasi DMI bersinergi dengan BKMM, Kemenag, Bulog, dan Bumdesma pada Pasar Ba'da Subuh yang menjual beras murah bertempat di halaman  masjid," bebernya.


Pemkab Bojonegoro juga telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati untuk anggaran ketahanan pangan di Desa agar dimaksimalkan. Juga Surat Edaran untuk tanam sayuran di pekarangan rumah warga masyarakat.


Sinergi CSR BPR juga dilakukan sebagai support tengkulak untuk ongkos angkutan kendaraan. Juga upaya KAD (Kerjasama Antar Daerah) dengan Blitar untuk sinergi mendatangkan telur ke Bojonegoro. Pemkab juga terus bekerjasama dengan Bulog untuk membantu peternak lokal dalam support  pakan ternak ayam berupa jagung Bulog seharga Rp5.000,-.


"Bapak Pj Bupati Bojonegoro juga terus menerus memantau inflasi dengan cek pantau bersama Forkopimda di pasar tradisional dan ritel modern," pungkasnya


[Redho]

Bojonegoro Optimis Naik Tingkat, dari Kabupaten Layak Anak Kategori Madya ke Nindya

Oleh On Februari 27, 2024


Bojonegoro-www.bidiksatunews.com-


Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) menggelar rapat evaluasi dan persiapan penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Bojonegoro tahun 2024. Rapat yang digelar Selasa (27/2/2024) di ruang Angling Dharma, gedung Pemkab tersebut, menargetkan Bojonegoro naik predikat dari madya menjadi nindya.


Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan, dalam lima tahun penilaian kabupaten KLA, saat ini Kabupaten Bojonegoro berada di predikat madya. Maka tahun ini, setelah berkoordinasi dengan kementerian, berharap ada peningkatan predikat di 2024. 


Namun peningkatan ini targetnya bukan sekedar formalitas semata, tapi benar sebagai barometer bahwa OPD maupun lembaga yang bertanggung jawab pada pemenuhan hak anak sudah sesuai kategori dan sesuai target yang diinginkan pemerintah pusat. “Hari ini evaluasi, sosialisasi dan mencukupi beberapa aspek yang harus,” ujarnya.


Berdasarkan Permen PPPA Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak. Ada beberapa indikator KLA, hal-hal yang dipenuhi diantaranya regulasi, alokasi anggaran, sumber daya manusia, keterlibatan forum anak. Selain itu, lembaga masyarakat, kemitraan antar OPD, kemitraan dunia usaha, kemitraan media, dan adanya inovasi.


“Pada 2022, dalam penilaian mandiri, Kabupaten Bojonegoro meraih nilai 921,34 dengan hasil akhir 609,39. Pada 2023 penilaian mandiri 934,05 hasil akhir 648,37. Kami berharap ada peningkatan dan terima kasih, mudah-mudahan evaluasi hari ini ditindaklanjuti,” paparnya.


Sementara itu, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro Heru Sugiarto menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan kali ini melaksanakan upaya koordinasi, sinergitas, dan kolaborasi seluruh pihak terhadap capaian indikator KLA demi mewujudkan peningkatan kabupaten layak anak. 


Hadir Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kemen PPPA, Rohika Kurniadi Sari secara daring, kepala OPD, Asisten dan Staf Ahli, Sekretaris DPRD, Kacab Dindik Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro, Kepala Kemenag, Forum Anak, camat dan pemerintah desa, perwakilan dari dunia usaha, lembaga masyarakat, media massa dan pihak terkait lainnya


(Redho)