Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Jeritan Warga Putussibau: Harga Pertalite Melonjak Hingga Rp20.000 per Liter di Kios Eceran.

Oleh On September 25, 2026

www bidiksatunews com 
PUTUSSIBAU — Warga pusat Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mengeluhkan lonjakan tajam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Di tingkat pedagang eceran dan unit Pom Mini seperti kawasan Jaya Mendi Kapuas Hulu, harga Pertalite kini telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp20.000 per liter.  

Lonjakan harga yang sangat mendadak ini memicu keresahan luas di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan mata pencaharian harian pada transportasi roda dua.  
Beban Berat Warga dan Pelaku Usaha Harian
Sejumlah warga, termasuk pengemudi ojek, pedagang keliling, dan pelaku UMKM setempat, mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM yang hampir dua kali lipat dari harga resmi pemerintah.  
"Biasanya isi BBM eceran masih terjangkau, tapi sekarang tembus Rp20.000 per liter. Kalau begini terus, pendapatan dari narik ojek atau jualan keliling habis cuma buat beli bensin," ujar salah seorang warga di Putussibau.

Kondisi ini memaksa warga mengantre panjang di kios eceran dan Pom Mini untuk mendapatkan pasokan BBM demi kelancaran aktivitas harian mereka.  
Penyebab dan Harapan Masyarakat
Lonjakan harga BBM eceran di daerah perbatasan dan pedalaman seperti Kapuas Hulu kerap dipicu oleh beberapa faktor utama:
Keterlambatan Pasokan: Pasokan BBM dari SPBU resmi menuju wilayah distributor terhambat.

Tingginya Biaya Distribusi: Kendala geografis dan akses logistik jalan darat maupun sungai mendorong naiknya ongkos angkut.

Aksi Pembelian Berlebih (Panic Buying): Kelangkaan stok memicu kepanikan warga sehingga sebagian oknum menaikkan harga secara sepihak.

Masyarakat Putussibau mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Pertamina, serta aparat kepolisian untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban harga pasar. Warga berharap ada solusi cepat terkait kelancaran pasokan BBM resmi agar harga kembali stabil dan terjangkau.


Tim media.bambang
25/9/2026