Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

BELANDA SIAPKAN KURSI EMPUK, PUTRA PAPUA INI JUSTRU MEMILIH SETIA PADA MERAH PUTIH

Oleh On Februari 17, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Bagi sebagian orang, kekuasaan adalah tujuan akhir. Namun bagi Frans Kaisiepo, jabatan di bawah bendera penjajah justru dianggap sebagai penghinaan terhadap martabat bangsanya.

Peristiwa penting itu terjadi pada Konferensi Malino, Sulawesi Selatan, tahun 1946. Dalam forum yang digagas pemerintah kolonial Belanda untuk merancang Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo ditawari posisi strategis agar Papua dipisahkan dari Republik Indonesia. Tawaran itu ia tolak mentah-mentah. Di hadapan peserta konferensi, ia menegaskan sikapnya: Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Sikap tersebut bukan retorika kosong. Frans Kaisiepo dikenal sebagai tokoh yang mempopulerkan nama IRIAN, akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland. Istilah ini menjadi simbol perlawanan politik dan diplomatik rakyat Papua terhadap upaya Belanda mempertahankan kekuasaannya.

Di Biak, Papua, ketika pengibaran Merah Putih dilarang keras, Frans secara diam-diam mengoordinasikan gerakan rakyat agar tetap setia pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Aktivitas ini membuatnya berulang kali berhadapan dengan aparat kolonial. Akibat konsistensinya membela NKRI, ia ditangkap, dipenjara, dan diasingkan ke berbagai daerah terpencil. Risiko nyawa bukan sekadar ancaman, melainkan kenyataan yang ia terima dengan sadar.

Tekanan, pengasingan, dan jeruji besi tidak pernah mengubah pendiriannya. Justru dari situlah reputasinya sebagai nasionalis Papua semakin kuat. Ketika Papua akhirnya bergabung secara resmi dengan Indonesia, Frans Kaisiepo dipercaya memimpin daerah tersebut sebagai Gubernur Irian Barat pada periode 1964 hingga 1973.

Meski menduduki jabatan tinggi, ia dikenal hidup sederhana dan dekat dengan rakyat. Tidak ada catatan kemewahan yang melekat pada namanya. Bagi Frans, jabatan bukan alat memperkaya diri, melainkan sarana pengabdian atas pilihan yang telah ia ambil sejak awal: setia pada Indonesia, apa pun risikonya.

-Bambang. 

Satgas Gabungan Yonif 751/VJS, Ketapang dan Prayudha Temukan Empat Kebun Ganja di Kampung Aldom, Oksibil Kab. Pegunungan Bintang

Oleh On September 27, 2025

Www.bidiksatunews.com
Oksibil – Pegunungan Bintang, Papua.
Operasi pengamanan wilayah perbatasan kembali membuahkan hasil penting.(Selasa, 23/9/2025).
Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) bersama Satgas Prayudha dan Satgas Ketapang berhasil menemukan empat kebun ganja tersembunyi di Kampung Aldom, Distrik Oksibil milik Warga yang masih dalam Penyelidikan.
Penemuan ini berawal dari patroli gabungan yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di area perkebunan. Setelah disisir lebih dalam, ditemukan kebun ganja yang dikamuflase dengan tanaman pangan seperti ubi, sawi, dan jagung agar tidak terdeteksi oleh aparat atau masyarakat sekitar.
Total terdapat 297 batang pohon ganja dengan tinggi rata rata 1,5 meter yang berhasil diamankan. Menariknya dengan rata-rata ketinggian tanaman ganja tersebut mencapai 1,5 meter, menunjukkan bahwa kebun ini sudah dikelola dalam waktu yang cukup lama dan berpotensi untuk diedarkan secara luas.
Dansatgas Yonif 751/VJS, Letkol Inf Erwan Harliantoro, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga wilayah dari segala bentuk ancaman, termasuk narkotika yang mengancam generasi muda.

“Kami tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga melindungi masyarakat dari kerusakan moral dan sosial akibat narkoba. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk Indonesia, khususnya tanah Papua,” tegasnya.
Barang bukti saat ini telah diamankan untuk diserahkan kepada pihak berwenang, sementara lokasi kebun ganja langsung dimusnahkan untuk mencegah penyalahgunaan kembali.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Satgas Yonif 751/VJS dan unsur gabungan TNI lainnya hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat, baik dari ancaman fisik maupun sosial yang tersembunyi di wilayah perbatasan.

Ketika Ksatria Buaya Putih Menjadi Gadik

Oleh On Maret 20, 2024



[ PUNCAK PAPUA ] --www.bidiksatunews.com- Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 323/BP Kostrad Pos Beoga Pimpinan Lettu Inf Ari Surrahman membantu mengajar di SD YPPGL Milawak, Kp Milawak, Distrik Beoga, Kab Puncak, Kamis (21/03/2024) 


Lettu Inf Ari mengatakan “Para prajurit dilapangan hanya dapat membantu mengajar di sekolah-sekolah disekitar pos yang kekurangan guru, dengan tetap mengutamakan faktor keamanan,” terangnya


Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 323/BP Letkol Inf Tri Wiratno mengatakan, "kepedulian Satgas TNI untuk memberikan bantuan dan mengatasi kurangnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah di pedalaman Papua khususnya Kabupaten Puncak merupakan wujud nyata dari kehadiran prajurit TNI di daerah penugasannya, Anak anak Papua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik, meraih cita-cita seperti anak-anak Indonesia lainnya,” ujarnya.



Dansatgas juga berpesan kepada para prajuritnya untuk selalu menanamkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air kepada anak-anak Papua, untuk membentuk karakter sebagai generasi penerus bangsa, dengan dibekali kegiatan yang inovatif dan meningkatkan daya fikir serta kepekaan.


Autentikasi : Pen Satgas Mobile Yonif 323/BP Kostrad

Jualan Mama Dilahap Buaya Putih

Oleh On Maret 15, 2024


[ BEOGA, PAPUA ] - www.bidiksatunews.com-Dalam rangka membantu menggerakkan perekonomian masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 323/BP Kostrad Pos Beoga memborong hasil bumi masyarakat yg dijual di depan Pos Beoga, Kampung Milawak, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Sabtu (16/03/2024).


Danpos Beoga Lettu Inf Ari Surahman menjelaskan bahwa dalam kesehariannya masyarakat Sinak berjualan hasil bumi dari tanaman Lokal, seperti sayur sayuran, Pisang, keladi & buah buahan. 



“Kegiatan Borong Hasil Bumi ini merupakan langkah kami dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, Dengan harapan, kehadiran prajurit TNI di Tanah Papua tidak hanya menjaga keamanan masyarakat tetapi juga dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka.” Ucap Danpos.



Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 323/BP Kostrad Letkol Inf Tri Wiratno menyampaikan bahwa dengan borong Hasil Bumi ini, Harapannya barang jualan yang dibawa oleh mama mama bisa habis terjual, kegiatan ini dalam rangka ikut turut serta dalam membantu roda perekonomian masyarakat binaan kami, ungkapnya.


Autentikasi : Pen Satgas Mobile Yonif 323/BP Kostrad

Satgas TMMD ke-119 Kodim 1715 Yahukimo Gencar Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada Masyarakat

Oleh On Maret 15, 2024


Yahukimo,Papua-www.bidiksatunews.com – Satuan Tugas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 Kodim 1715 Yahukimo terus melakukan upaya pemberdayaan dan penyuluhan kepada masyarakat setempat. Salah satu program unggulan yang mereka lakukan adalah memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada masyarakat sekitar, Jumat (15/03/24).


Dalam kegiatan penyuluhan yang berlangsung di desa-desa terpencil Yahukimo, Satgas TMMD ke-119 Kodim 1715 Yahukimo senantiasa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada warga seputar pentingnya memiliki wawasan kebangsaan dan semangat bela negara. Mereka menyadari bahwa keterlibatan langsung masyarakat dalam upaya pembangunan ini juga harus dibarengi dengan pemahaman akan pentingnya cinta tanah air dan kesadaran bela negara.



Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han, Komandan Satgas TMMD ke-119 Kodim 1715 Yahukimo, menyampaikan bahwa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan bagian integral dari proses pendewasaan dan pemantapan identitas nasional masyarakat setempat. 


"Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat bisa semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta siap menjaga kedaulatan dan keutuhan negara," ujarnya.



Selain itu, dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut, Satgas TMMD ke-119 Kodim 1715 Yahukimo juga memberikan pembekalan keterampilan dan pengetahuan tambahan kepada masyarakat, seperti pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal dan teknologi sederhana untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.


Program penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, yang menganggap langkah ini sebagai upaya nyata pemerintah dan TNI dalam membangun kesadaran nasional dan memperkuat jati diri bangsa di daerah terpencil seperti Yahukimo.



"Semoga melalui upaya ini, semangat kebangsaan dan bela negara semakin mengakar kuat di hati setiap warga, sehingga tercipta masyarakat yang tangguh, cerdas, dan penuh patriotisme", tegas Dansatgas.



Pendim1715

(Mr, Eddy Redaksi, bidiksatunews.com)

Wujudkan Kenyamanan Ibadah Dengan Bersihnya Tempat Ibadah

Oleh On Maret 04, 2024



[ ILAGA, PAPUA ]www.bidiksatunews.com - Dalam rangka Memperingati HUT Kostrad Ke 63 Tahun 2024, Prajurit Pos Kout Ilaga Pimpinan Letda Chk Dani melaksanakan Kegiatan Karya Bakti di Gereja St Stephanus, Selasa (5/03/2024) 



Dansatgas Yonif 323/BP Kostrad Letkol Inf Tri Wiratno menyampaikan, Bahwa Kegiatan Pembersihan Tempat ibadah ini merupakan wujud kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 323/BP Kostrad untuk menciptakan Tempat ibadah yang Nyaman, harapannya dengan tempat ibadah yang bersih, Masyarakat akan nyaman untuk beribadah, Kegiatan Pembersihan ini juga sekaligus Wujud Pengabdian kami dalam rangka memperingati HUT Kostrad Ke 63 Tahun 2024.



Pembersihan dilaksanakan dengan membersihkan Halaman Gereja, Membabat Rumput, Membersihkan Ruangan dalam dan merapihkan Aksesoris Gereja, kegiatan pembersihan ini juga diikuti Oleh Babinsa Kodim 1717/Puncak, Masyarakat sekitar Gereja dan pengurus Gereja St Stephanus.


Autentikasi : Pen Satgas Yonif 323/BP Kostrad