SINTANG, KALBAR — 21 September 2026 — Memasuki musim kemarau, sejumlah masyarakat Kabupaten Sintang mengeluhkan pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Keluhan terutama berkaitan dengan kondisi air yang tidak mengalir ke rumah pelanggan, sementara meteran air disebut tetap berputar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan bagi masyarakat yang setiap bulan tetap menerima tagihan pembayaran rekening air.
Warga mempertanyakan bagaimana perhitungan penggunaan air dilakukan ketika pasokan air tidak keluar dari keran, namun angka pada meteran justru terus bergerak.
“Air tidak keluar, tetapi meteran berputar.
Kami sebagai pelanggan tentu merasa keberatan karena setiap bulan tetap harus membayar. Kalau memang air tidak mengalir, bagaimana perhitungan pemakaiannya?” keluh salah seorang warga Sintang.
Menurut masyarakat, persoalan tersebut semakin terasa pada musim kemarau. Ketika debit air menurun dan distribusi air ke sejumlah pelanggan terganggu, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih justru semakin tinggi.
Warga berharap pihak PDAM dapat memberikan perhatian serius terhadap keluhan pelanggan, khususnya mengenai mekanisme pencatatan meteran dan perhitungan tagihan ketika air tidak mengalir secara normal.
Masyarakat juga meminta agar dilakukan pengecekan terhadap meteran pelanggan yang tetap berputar ketika kondisi di lapangan menunjukkan air tidak keluar.
Pengecekan dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pelanggan dengan pihak pengelola layanan air bersih.
“Jangan sampai masyarakat membayar air yang tidak mereka gunakan.
Kalau ada persoalan teknis pada meteran atau jaringan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan dan diberikan penjelasan kepada pelanggan,” ujar warga lainnya.
Selain persoalan tagihan, masyarakat berharap PDAM dapat meningkatkan pelayanan distribusi air selama musim kemarau.
Informasi mengenai jadwal distribusi, gangguan jaringan, maupun kondisi debit air dinilai perlu disampaikan secara terbuka kepada pelanggan.
Bagi masyarakat, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ketika pasokan air terganggu, masyarakat berharap adanya kebijakan yang dapat mempertimbangkan kondisi pelanggan.
Warga juga berharap pihak PDAM mempertimbangkan pemberian kebijakan terhadap pelanggan yang mengalami gangguan distribusi dalam waktu tertentu, termasuk melakukan evaluasi terhadap rekening apabila terdapat kondisi teknis yang menyebabkan air tidak mengalir namun meteran tercatat mengalami pemakaian.
Keluhan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola layanan air bersih di Kabupaten Sintang agar pelayanan kepada pelanggan selama musim kemarau dapat berjalan lebih baik, transparan, dan memberikan kepastian.
Masyarakat pada prinsipnya tidak mempersoalkan kewajiban membayar apabila air memang digunakan.
Namun, mereka berharap terdapat mekanisme yang adil ketika pelayanan air tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Redaksi akan terus memantau keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih di Kabupaten Sintang serta menunggu penjelasan resmi dari pihak PDAM mengenai mekanisme pencatatan meteran dan perhitungan tagihan pelanggan selama terjadi gangguan distribusi pada musim kemarau.
Penulis: Bambang
Newest
You are reading the newest post
You are reading the newest post
Next
Next Post »
Next Post »