Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Koramil 1206-14 Tanamkan Kedisiplinan Bagi  Para Santri Al-Jihat Hulu Gurung

Oleh On Juli 11, 2025

Www.bidiksatunews.com 
Hulu gurung:Selaku aparatur teritoria Koramil 1206-14 hulu gurung Peltu Didik Riyono dan praka daneil nafitulu memberikan materi  peraturan baris berbaris bagi santriwan satriwati tahun anggaran tahun 2025 di lapangan apel pondok pesantren Al-Jihat di desa nanga tepuai kecamatan hulu gurung kabupaten kapuas hulu,12/7/25.
Berdasakan surat permohonan dari pengurus pondok pesantren kepada pihak koramil 1206-14 hulu gurung memberikan materi peraturan baris berbaris kepada santriwan santriwati tahun pelajaran 2025
Sri Muhadir,S.pd mengucapan terima kasih atas kehadiran dan kesediaan dari pihak koramil 1206-14 hulu gurung untuk memberikan materi dasar peraturan baris berbaris .Juga sekaligus memberikan motivasi semangat belajar dan menanamkan kedisiplinan bagi pelajar kami,Ujar"Kepala Sekolah.

Peltu Didik Riyono kepada awak media tentang kegiatan di pondok pesantren sebagai kewajiban kami mengigat lembaga pendidikan adalah salah satu aset bagi penerus bangsa  Indonesia nantinya.Pembentukan karakter baru tahun pembelajaran 2025 bagi  santriwan santriwati yang baru masuk di pondok pesantren hulu gurung,Ungkapnya.
Didik  ,dalam pemberian materi  peraturan baris berbaris secara teknis mengajarkan penting  manffat an keutamaan tentang peraturan baris berbaris adalah melatih kedisplinan  santiwan satriati secara perorangan dan kelompok sehingga terwujudnya kepribadian kuat bekarakter.Jadilah hamba yang senantiasa bersyukur berusaha menjadi kemaslahat orang banyak,"Ungkapnya Danramil 14 Hulu  Gurung.
(Ddk)

Ahli Waris Eks Bandara Susilo, Minta Pertanggung Jawaban Atas Penggunaan Lahan Tanpa Izin Untuk Off-road

Oleh On November 03, 2024



Sintang, Kalbar. - www.bidiksatunews.co,-

Melalui kuasa hukum (Ibnu)ahli waris lahan eks bandara susilo mempertanyakan tentang izin kegiatan off-road challenge tersebut di lahan milik mereka.


Salah seorang ahli waris mengatakan bahwa kami memiliki bukti kepemilikan lahan tersebut yang merupakan hak pakai untuk bandara waktu itu."ucapnya.


Apabila lahan milik kami di rusak atau gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab maka kami selaku ahli waris akan melakukan perlawanan hukum baik melalui hukum ada maupun hukum positif,"kata Ibnu.



"Pihak ahli waris juga sudah mempertanyakan kepada pihak penyelenggara Polres Sintang,namun tidak ada jawaban.


Kami selaku ahli waris lahan eks bandara susilo mengatakan bahwa lahan tersebut masih dalam proses hukum yang di tangani oleh Polda Kalbar.kami ahli waris melalui kuasa hukum di Polda Kalbar sudah mencoba menghubungi pihak polres sintang,namun tidak ada jawaban terkait izin sepihak yang di keluarkan oleh polres sintang."ucapnya.


Terkait hal tersebut kami akan melakukan langkah hukum positif maupun hukum adat atas penyelenggaraan off-road yang tidak ada izin dari kami selaku ahli waris lahan eks bandara susilo,"tutup Ibnu.( Bam's/Bd/Mr.Eddy )

JANGAN PERNAH MENGATAKAN APH TUTUP MATA, JIKA KITA MELIHAT APH DI MUSIM PILKADA SERENTAK, HINGGA SAAT MEREKA TIDAK BISA TIDUR DEMI MENJAGA KAMTIBMAS

Oleh On Oktober 20, 2024



WWW.BIDIKSATUNEWS.COM

Sintang Kalimantan barat.

Menyikapi terkait pemberitaan kegiatan tambang mas ( Feti ) yg berada di bantaran sungai Melawi di wilayah RT 06 desa baning hilir kecamatan Sintang Kalbar.


Satgas investigasi DPP Lidik krimsus RI Kalbar meminta kepada pihak yg berwenang  Bubarkan Peti harus adil khususnya yg ada di kabupaten Sintang Melawi dan sungai kapuas. Jangan ada satu pun yang bekerja lagi./tersisa dari kegiatan tersebut. 


Tugas kepolisian bukan hanya mengurus tentang peti aja, karena masih banyak lagi tugas kepolisian yang lain,


Apa lagi musim pilkada, kepolisian tidak ada waktu untuk mengurus tentang peti. Kita harus melihat kondisi sekarang, jika kita selalu mengatakan aph tutup mata, sekarang kita lihat, jika kita berada di posisi APH, apakah kita mampu memikul tugas dan tanggung yang mereka lakukan.


Sintang Kalbar, Warga Masyarakat 2 kelurahan Sengkuang dan Kelurahan Rawa mambok  Meminta kepada Malaikat Supaya  semua di Stop Pertambangan PETI di Air Aliran Sungai Melawi tidak ada Pilih kasih, Karena Warga di 2 Kelurahan Rawa mambok dan Kelurahan Sengkuang,di Karenakan Warga di 2 Kelurahan yang Masih menggunakan air sungai Melawi untuk mandi dan mencuci pakaian.


Kami tidak mau tau wilayah mana yang mengijinkan, di karenakan air mengalir ke Sengkuang dan kelurahan rawa mambok, bukan air sungai mengalir ke hulu dan menyeberang ke seberang.yang terdampak hampir belasan rumah yang miris hidup di tepi sungai Melawi, dan semuanya menggunakan mesin penyedot air dari sungai Melawi untuk ke rumah masing-masing.



Jadi jangan pernah bilang wilayah A dan B, karena yang terdampak adalah masyarakat di kelurahan Sengkuang dan kelurahan rawa mambok.tidak ada alasan wilayah siapapun.selagi air mengalir ke dua kelurahan Sengkuang dan kelurahan Rawa mambok, Siapa yang bisa mengijinkan untuk pertambangan peti tersebut," yang jelas terkena dampak positif air limbah berupa mercury dan lumpur, serta minyak oil dan solar yang sering tumpah ke dalam sungai Melawi tersebut. Kami juga akan meminta kepada RT Kelurahan Sengkuang dan kelurahan rawa mambok untuk memberikan teguran/sangsi.

Kami juga sebagai warga masyarakat yang terdampak merasa di rugikan, dan kami warga dua kelurahan tidak mau tau, yang jelas air sungai kotor akibat pertambangan Peti, yang jelas air mengalir ke hilir, bukan mudik ke hulu atau nyeberang ke seberang.


Kami warga masyarakat setempat yang di keluarkan Sengkuang dan kelurahan rawa mambok, meminta kepada malaikat Jibril dan Mikail Israfil siapa pun yang bekerja di hulu supaya di cabut nyawa nya biar satu lanting pun jangan ada yang bisa kerja peti lagi biar di wilayah siapapun, karena AIR MENGALIR KE HILIR DAN BUKAN MUDIK KE HULU ATAU MENYEBERANG KE SEBERANG, HARUS DI PAHAM DENGAN KEPALA YANG DINGIN DAN JANGAN ADA KEPENTINGAN DAN JANGAN MENGAKU-NGAKU WILAYAH LAGI, KARENA SERTERPIKAT TIDAK ADA SAMPAI NYEBERANG SUNGAI, WARGA YANG MANA  ADA MEMBANGUN SEBUAH RUMAH DI PERTENGAHAN.? KITA SEBAGAI MANUSIA BUKAN MALAIKAT, JANGAN SELALU BILANG APH TUTUP MATA, KITA SEBAGAI WARGA HARUS SADAR,"JANGAN MENGAKU WILAYAH, DAMPAK POSITIF AIR MENGALIR KE HILIR DAN BUKAN MUDIK KE HULU ATAU MENYEBERANG KE SEBERANG.. JANGAN ADA KEPENTINGAN PRIBADI DAN JUGA JANGAN JADI PISAU BERMATA DUA.


Mr Eddy