Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Letkol Arh Agus Nur Fujianto, S.I.P., M.Han., Resmi Jabat Kasi Pers Kasrem 121/ABW Gantikan Kolonel Kav Jacob Janes Patty, S.I.P.

Oleh On Januari 02, 2026

Www.bidiksatunews.com

MEMPAWAH - Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., memimpin acara Serah Terima Jabatan dan Tradisi Kasipers Kasrem 121/Abw, bertempat di Aula Kodim 1201/Mph, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (02/01/2026). 

Acara Serah Terima Jabatan dan Tradisi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD dalam rangka pembinaan personel dan penyegaran kepemimpinan guna meningkatkan kinerja satuan.

Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kasipers Kasrem 121/Abw secara resmi diserahkan dari Kolonel Kav Jacob Janes Patty, S.I.P., kepada Letkol Arh Agus Nur Fujianto, S.I.P., M.Han., yang ditandai dengan penandatanganan berita acara, pengambilan sumpah jabatan serta pemasangan tanda jabatan.

"Kehadiran Pejabat Baru beserta istri diharapkan dapat membawa nuansa baru yang lebih memotivasi semangat kinerja, kekompakan dan sinergitas di antara kita semua. Dengan pengalaman dalam berbagai tugas dan jabatan akan mampu memberikan kontribusi pengabdian terbaik guna mendukung kelancaran dan optimalnya pelaksanaan tugas pokok Korem 121/Abw", kata Danrem 121/Abw dalam sambutannya. 

Dalam sambutannya, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., juga menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan personel.

"Jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas. Saya berharap kepada pejabat yang baru agar segera menyesuaikan diri, memahami karakter wilayah serta melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan,” tegas Danrem. 

Danrem juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama Kolonel Kav Jacob Janes Patty, S.I.P., yang telah mengakhiri masa tugasnya atas pengabdian, loyalitas, dan kontribusi nyata selama bertugas di Korem 121/Abw.

Lebih lanjut Danrem 121/Abw juga mengucapkan selamat kepada Kolonel Kav Jacob Janes Patty, S.I.P., atas jabatan barunya sebagai Patun Seskoad. 

Acara berlangsung khidmat dan tertib, dihadiri oleh para Kasi Korem, para Dandim jajaran Korem 121/Abw, para Dan/Kabalak Aju Korem, Ketua dan pengurus Persit KCK Koorcab Rem 121 PD XII/Tanjungpura serta Prajurit, PNS dan persit jajaran Korem 121/Abw. ( Bambang )

Patroli Monitoring Libur Natal, Polsek Mempawah Hulu Pantau Aktivitas Masyarakat di Objek Wisata

Oleh On Desember 27, 2025


Www.bidiksatunews.com--
Mempawah Hulu –Polres Landak Polda Kalbar Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada masa libur Natal 2025, personel Polsek Mempawah Hulu melaksanakan patroli monitoring kegiatan masyarakat di wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, bertempat di wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu, tepatnya di objek wisata Air Terjun Tikalong, Desa Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak.

Patroli monitoring dipimpin oleh personel Polsek Mempawah Hulu, yakni Aipda Iwan Ernanda bersama Bripka Anggi Setiawan. Selain melakukan pemantauan aktivitas pengunjung di objek wisata, petugas juga melaksanakan patroli sambang ke rumah-rumah warga guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama perayaan Natal.

Berdasarkan keterangan dari penjaga tiket masuk objek wisata Air Terjun Tikalong, jumlah pengunjung pada tanggal 26 Desember 2025 tercatat sekitar ± 70 orang. Sementara pada hari ini, 27 Desember 2025, jumlah pengunjung sekitar ± 40 orang. Berkurangnya jumlah pengunjung tersebut diperkirakan disebabkan oleh kondisi cuaca hujan.

Patroli monitoring dan pengamanan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif Polsek Mempawah Hulu untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya di lokasi wisata yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung selama libur Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Paskarianto, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan monitoring di sejumlah titik rawan keramaian.

“Tidak menutup kemungkinan terjadinya lonjakan pengunjung di tempat-tempat wisata selama libur Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kami terus melaksanakan patroli monitoring di pusat perbelanjaan, pusat transaksi keuangan, terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang, perumahan warga, komplek perkantoran pemerintahan, serta tempat wisata, tempat hiburan, dan wahana anak-anak,” ujar Kapolsek.

Dengan dilaksanakannya patroli secara rutin, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Mempawah Hulu tetap aman, tertib, dan kondusif selama rangkaian perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 ucap kapolsek. Sumber-

Humas Polsek Mempawah Hulu-Smpg

Gawatt!! DPD AKPERSI Kalbar Buka Suara Terkait Bahu Jembatan Sudah Mengalami Keretakan (Jilid 1)

Oleh On Desember 22, 2025

Www.bidiksatunews.com- 
Mempawah,Kalbar - Dewan Pimpinan Daerah Assosiasi Keluarga Pers Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (DPD AKPERSI Kalbar) melalui Ketua Divisi Komunikasi dan Informatika Syaifullah atau yang akrab di sapa Bang Iful dalam hal ini mewakili Ketua DPD AKPERSI Kalbar saat di temui beberapa awak media buka suara terkait Proyek Jembatan Sungai Pandan bersumber dari dana APBN Kementerian PU-PERA Dirjen Bina Marga SNVT Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Kalimantan Barat TA 2021 berlokasi Jl.Khatulistiwa sudah mengalami keretakan yang cukup serius,Sabtu (13/12/25).

Yang kita ketahui bersama telah mengalami keretakan dan menjadi kontroversi di kalangan masyarakat sekitar Jl.Khatulistiwa,Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, sedangkan yang di ketahui dilokasi ini mobilitas tinggi urat nadi menuju arah luar kota menuju Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas,Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak,beber nya.

Yang jadi pertanyaan kami dan masyarakat, bagaimana tingkat pengawasan dari, Pemprov dan Pemkab serta instansi terkait menyikapi dalam hal ini,imbuh Bang Iful.

Ia menuturkan kembali bahwa kerjaan proyek ini kan memakai dana rakyat hasil berbagai pajak yang telah di kucurkan oleh pemerintah pusat melalui pemerintah daerah.

Karena dirinya menilai dengan jumlah dana yang di keluarkan sebesar mungkin dan sebanyak itu kami menilai sangat sayang sekali di bandingkan dengan hasil kerjanya seperti ini, tuturnya.

Harapan kedepan nya buat pemerintah pusat,pemerintah daerah, pemerintah provinsi harus pantau langsung di lapangan, khusus buat BPJN Kalbar dan PUPR Provinsi Kalbar pesan saya harus turun ke lapangan serta cek langsung hasil pengerjaan proyek sudah baik,sudah bagus atau belum, jangan asal main terima laporan dari bawahan di lapangan,ya syukur-syukur kalau hasil kerjanya baik, bagaimana hasil kerjaannya tidak baik, ujung-ujungnya ada temuan lalu ada pemeriksaan dari APH, inspektorat, BPK dan lain-lain, harapnya.

Sumber: Divisi Komunikasi dan Informatika DPD AKPERSI Kalbar
-(bbg dan Si Juli)

Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu Ledakkan Protes: Bupati Terima Tuntutan, DPRD Dinilai Lemah dan Tidak Bertanggung Jawab

Oleh On Desember 09, 2025

Www.bidiksatunews.com-
Mempawah 09 Desember 2025, Aksi penolakan pembangunan Rumah Dinas/Pendopo Bupati senilai 15 miliar rupiah kembali digelar oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu, dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan, Muslim. Aksi berlangsung tegas dan tanpa kompromi, menuntut penggunaan anggaran daerah yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
‎‎Dalam aksi hari ini, Bupati Mempawah hadir dan menerima langsung seluruh tuntutan massa, menunjukkan bahwa pemerintah eksekutif bersedia membuka ruang dialog. Namun berbeda dengan DPRD, lembaga legislatif yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat justru dinilai tidak menunjukkan keberpihakan.
‎Beberapa anggota DPRD hanya datang menghadiri aksi tanpa sikap resmi, sementara Ketua DPRD kembali mangkir dan tidak memberikan tanggapan apa pun. Korlap Muslim menyebut sikap DPRD sebagai bentuk kelemahan moral dan kegagalan menjalankan fungsi representasi rakyat.
‎‎“Kami melihat jelas DPRD abai! Mereka hadir tanpa sikap, tanpa komitmen, dan tanpa keberanian menerima aspirasi rakyat. Ini bentuk kegagalan mereka sebagai wakil rakyat!” tegas Muslim saat orasi di depan kantor pemerintah.
‎Muslim juga menegaskan bahwa penerimaan tuntutan oleh Bupati bukan akhir dari perjuangan. Aliansi berkomitmen mengawal isu ini sampai pembangunan rumah dinas benar-benar dibatalkan tanpa celah.
‎TUNTUTAN Aksi – Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu
‎1. Menolak keras pembangunan Rumah Dinas/Pendopo Bupati senilai 15 miliar rupiah, karena tidak memiliki urgensi, tidak menjadi prioritas, dan tidak memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
‎‎2. Mendesak pengalihan seluruh anggaran tersebut ke sektor-sektor yang benar-benar mendesak, seperti penanganan banjir, peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur dasar.
‎3. Menuntut Pemkab Mempawah menindak tegas seluruh bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh kecamatan.
‎4. Menuntut penegakan penuh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, terutama dalam transparansi anggaran dan dokumen perencanaan.
‎5. Menuntut DPRD Kabupaten Mempawah untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap RDP dan rapat paripurna, serta tidak lagi bersembunyi dari aspirasi rakyat.
‎Muslim menegaskan bahwa aksi hari ini bukan yang terakhir.
‎“Selama uang rakyat disalahgunakan untuk proyek yang tidak prioritas, selama DPRD masih takut bersikap, dan selama aspirasi rakyat tidak dihormati—kami akan terus turun ke jalan. Jangan coba-coba membangun pondopo itu! Kami akan mengawal sampai titik terakhir!” Sumber Humas Res Mempawah-(SI JULI)

Oleh On Maret 20, 2025



===============

MEMPAWAH,-www.bidiksatunews.com - Dalam situasi yang serius ini, ironisnya, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) seolah-olah buta dan tuli terhadap keluhan warga. 


Padahal, dampak pencemaran udara dan kerusakan jalan sudah sangat jelas terlihat. Warga yang seharusnya hidup damai justru harus berjuang untuk hak dasar mereka: udara bersih dan jalan yang layak. 


Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Dusun Kembang Lada akan menjadi laboratorium pencemaran udara terbesar di Provinsi Kalimantan Barat.


Adalah warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat resah.


Itu dampak akibat pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas pabrik PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). 


Kamis 20 Maret 2025 malam jadi saksi bisu keheningan desa. Warga serius menggelar rapat darurat untuk membahas dampak pencemaran tersebut, termasuk masalah kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko bencana banjir yang semakin parah.


Dampak Kesehatan dan Lingkungan Akibat Pencemaran Udara


Ketua rapat, M Daud, mengingatkan banyak warga mengalami sesak napas dan gatal-gatal akibat buruknya kualitas udara. 


“Kami tidak bisa lagi mengabaikan dampak kesehatan yang dialami warga. PT BAI harus segera mengambil langkah nyata,” tegasnya. 


Warga juga menyoroti risiko bencana banjir yang semakin mengancam nyawa manusia di daerah tersebut.


Kerusakan Jalan Poros Bukit Batu Jadi Sorotan


Selain pencemaran udara, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah, khususnya Dinas PUPR, untuk segera memperbaiki jalan poros Bukit Batu yang rusak. 

Kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. 


“Jalan ini sudah tidak layak digunakan. Jika tidak segera diperbaiki, bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar salah seorang warga.


Maman Suratman Ditunjuk Sebagai Perwakilan Warga


Sebagai langkah konkret, warga sepakat menunjuk Maman Suratman, S.Pd.I, M.Sos, sebagai perwakilan resmi untuk memperjuangkan aspirasi mereka. 


Maman menegaskan, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) harus bertanggung jawab atas pencemaran udara yang terjadi dan memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak. 


“Kami menuntut perusahaan untuk segera bertindak. Masyarakat yang mengalami dampak kesehatan dan ekonomi harus mendapatkan kompensasi yang layak,” tegas Maman.


Tuntutan Kompensasi dan Relokasi Jadi Opsi Terakhir


Maman juga menyebut bahwa jika pencemaran terus berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas, relokasi bisa menjadi opsi terakhir. 


“Masyarakat Dusun Kembang Lada siap direlokasi, tetapi harus dengan ganti rugi yang disepakati bersama antara perusahaan dan warga,” tambahnya. 


Warga juga mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan efektif dalam mengatasi pencemaran udara dan melindungi hak-hak masyarakat yang terdampak.


Warga Bertekad Awasi Tuntutan Hingga Ada Respons Nyata


Rapat ini diakhiri dengan keputusan bahwa warga akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada respons nyata dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) maupun pemerintah daerah hingga pusat. 


Maman Suratman, sebagai penerima mandat, berjanji akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat Dusun Kembang Lada. 


“Kami tidak akan berhenti sampai ada solusi yang jelas dan adil bagi warga,” tegas Maman.


//Deskripsi//


Warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Mempawah, resah akibat pencemaran udara dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Dampak kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko banjir jadi sorotan. Warga desak PT BAI bertanggung jawab dan minta kompensasi sekarang juga, gak pake lama-lama lah itu.


//Tags//


Pencemaran Udara PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI)


Warga Dusun Kembang Lada


Dampak Kesehatan Lingkungan


Kerusakan Jalan Bukit Batu


Tuntutan Kompensasi Warga


Relokasi Warga Mempawah

(BB)

Masyarakat Sungai Pinyuh menyambut positif pelaksanaan makan gizi gratis di Kab. Mempawah.

Oleh On Februari 16, 2025


Mempawah Kalbar,-www.bidiksatunews.com,-Pelaksanaan makan bergizi gratis yang banyak dinantikan oleh masyarakat telah terlaksana di Kec. Sungai Pinyuh Kab. Mempawah. 

Pelaksanaan makan gizi gratis serentak dilaksanakan di 3 Sekolah Dasar Negeri dan 1 SMP Negeri Sungai Pinyuh. 

Salah seorang warga Sungai Pinyuh, Ibu Wenny (Orang tua Siswa SDN 01 Pinyuh) menyambut baik terhadap program makan bergizi gratis karena menyentuh langsung pada anak. 

"Kami sebagai orang tua menyambut baik program makan bergizi yang berikan pemerintah, selain berdampak langsung pada anak anak kami, orang tua juga sangat terbantu dengan program ini. Salah satunya tidak lagi mengantarkan makan pada anak dan yang pasti ekonomi keluarga semakin baik karena secara tidak langsung terbantu oleh pemerintah" Ungkap Wenny 17/02/2025.

Pj Bupati yang meninjau langsung launching pelaksanaan MBG di di 4 Sekolah mengatakan bahwa program MBG merupakan inisiatif yang akan membawa Indonesia khusus nya Kab. Mempawah menuju masa depan yang lebih baik. 

"Dalam rangka launching program Mempawah Berkemajuan MBG merupakan Sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membawa Kabupaten Mempawah menuju masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan berkelanjutan". MBG merupakan sebuah upaya transformasi untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Mempawah, dengan fokus pada pengembangan sektor-sektor strategis, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi aset utama daerah kita" Ungkap Ismail "

Ismail mengajak semua semua pihak untuk berkolaborasi dan berpatisipasi langsung untuk mewujudkan program makan bergizi. 

"Program ini adalah wujud komitmen kita untuk mewujudkan Mempawah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Kami menyadari bahwa keberhasilan MBG tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program ini"

"Melalui MBG, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan layanan publik, serta membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, kita akan lebih mudah mencapai tujuan tersebut.

Ismail berharap dengan launching MBG di Kab. Mempawah menjadi momentum titik awal perkembangan daerah yang lebih baik di masa depan. 

"Kami juga berharap bahwa peluncuran MBG ini dapat menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Mempawah, serta menjadi titik awal bagi perkembangan daerah yang lebih baik di masa depan"

(SPG)

Oleh On Februari 12, 2025


Mempawah Kalbar ,-www.bidiksatunews.com-: Tumpukan sampah berbagai jenis di Jalan cempaka sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di depan lapangan Basket Memppawag, belum juga diangkut oleh petugas kebersihan. Keadaan ini menyebabkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar, terutama para pedagang dan warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut.

Salah satu warga yang sehari-harinya berjualan makanan  siap saji maupun warung kopi , Bahtiar Mukti, mengungkapkan kekhawatirannya kepada bidiksatunews.id pada kamis (13/2/2025).

 "Sampah ini sudah semingguan  belum diangkut sehingga menumpuk. Kami di sini sangat terganggu dengan aroma tak sedap," kata Bahtar.

 Lokasi ini dijjadikan tempat pembuangan sampah sebelum dibawa ke TPA. Sampah-sampah ini dibuang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Pasca banjir yang dialami warga nempawah beberapa waktu lalu membuat  pembuangan sampah tidak teratur, sehingga menyebabkan sampah sering menumpuk di luar bak yang telah disediakan bahkan kini berderet dijalan.

“Yang buang sampah di sini ada juga warga yang memakai motor dan mobil pribadi, dengan waktu yang berbeda-beda, ada yang pagi, siang, dan sore,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, warga berharap agar petugas kebersihan segera mengambil tindakan untuk mengangkut sampah yang menumpuk. Mereka mengingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bisa berdampak lebih buruk pada kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. (ISWANDI)