Formulir Kontak
Patroli Monitoring Libur Natal, Polsek Mempawah Hulu Pantau Aktivitas Masyarakat di Objek Wisata
Oleh bidiksatunews On Desember 27, 2025
Gawatt!! DPD AKPERSI Kalbar Buka Suara Terkait Bahu Jembatan Sudah Mengalami Keretakan (Jilid 1)
Oleh bidiksatunews On Desember 22, 2025
Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu Ledakkan Protes: Bupati Terima Tuntutan, DPRD Dinilai Lemah dan Tidak Bertanggung Jawab
Oleh bidiksatunews On Desember 09, 2025
Oleh bidiksatunews On Maret 20, 2025
===============
MEMPAWAH,-www.bidiksatunews.com - Dalam situasi yang serius ini, ironisnya, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) seolah-olah buta dan tuli terhadap keluhan warga.
Padahal, dampak pencemaran udara dan kerusakan jalan sudah sangat jelas terlihat. Warga yang seharusnya hidup damai justru harus berjuang untuk hak dasar mereka: udara bersih dan jalan yang layak.
Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Dusun Kembang Lada akan menjadi laboratorium pencemaran udara terbesar di Provinsi Kalimantan Barat.
Adalah warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat resah.
Itu dampak akibat pencemaran udara yang diduga berasal dari aktivitas pabrik PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI).
Kamis 20 Maret 2025 malam jadi saksi bisu keheningan desa. Warga serius menggelar rapat darurat untuk membahas dampak pencemaran tersebut, termasuk masalah kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko bencana banjir yang semakin parah.
Dampak Kesehatan dan Lingkungan Akibat Pencemaran Udara
Ketua rapat, M Daud, mengingatkan banyak warga mengalami sesak napas dan gatal-gatal akibat buruknya kualitas udara.
“Kami tidak bisa lagi mengabaikan dampak kesehatan yang dialami warga. PT BAI harus segera mengambil langkah nyata,” tegasnya.
Warga juga menyoroti risiko bencana banjir yang semakin mengancam nyawa manusia di daerah tersebut.
Kerusakan Jalan Poros Bukit Batu Jadi Sorotan
Selain pencemaran udara, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah, khususnya Dinas PUPR, untuk segera memperbaiki jalan poros Bukit Batu yang rusak.
Kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
“Jalan ini sudah tidak layak digunakan. Jika tidak segera diperbaiki, bisa menimbulkan kecelakaan,” ujar salah seorang warga.
Maman Suratman Ditunjuk Sebagai Perwakilan Warga
Sebagai langkah konkret, warga sepakat menunjuk Maman Suratman, S.Pd.I, M.Sos, sebagai perwakilan resmi untuk memperjuangkan aspirasi mereka.
Maman menegaskan, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) harus bertanggung jawab atas pencemaran udara yang terjadi dan memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak.
“Kami menuntut perusahaan untuk segera bertindak. Masyarakat yang mengalami dampak kesehatan dan ekonomi harus mendapatkan kompensasi yang layak,” tegas Maman.
Tuntutan Kompensasi dan Relokasi Jadi Opsi Terakhir
Maman juga menyebut bahwa jika pencemaran terus berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas, relokasi bisa menjadi opsi terakhir.
“Masyarakat Dusun Kembang Lada siap direlokasi, tetapi harus dengan ganti rugi yang disepakati bersama antara perusahaan dan warga,” tambahnya.
Warga juga mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan efektif dalam mengatasi pencemaran udara dan melindungi hak-hak masyarakat yang terdampak.
Warga Bertekad Awasi Tuntutan Hingga Ada Respons Nyata
Rapat ini diakhiri dengan keputusan bahwa warga akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada respons nyata dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) maupun pemerintah daerah hingga pusat.
Maman Suratman, sebagai penerima mandat, berjanji akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat Dusun Kembang Lada.
“Kami tidak akan berhenti sampai ada solusi yang jelas dan adil bagi warga,” tegas Maman.
//Deskripsi//
Warga Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu, Mempawah, resah akibat pencemaran udara dari PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Dampak kesehatan, kerusakan jalan, dan risiko banjir jadi sorotan. Warga desak PT BAI bertanggung jawab dan minta kompensasi sekarang juga, gak pake lama-lama lah itu.
//Tags//
Pencemaran Udara PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI)
Warga Dusun Kembang Lada
Dampak Kesehatan Lingkungan
Kerusakan Jalan Bukit Batu
Tuntutan Kompensasi Warga
Relokasi Warga Mempawah
(BB)
Masyarakat Sungai Pinyuh menyambut positif pelaksanaan makan gizi gratis di Kab. Mempawah.
Oleh bidiksatunews On Februari 16, 2025
Mempawah Kalbar,-www.bidiksatunews.com,-Pelaksanaan makan bergizi gratis yang banyak dinantikan oleh masyarakat telah terlaksana di Kec. Sungai Pinyuh Kab. Mempawah.
Pelaksanaan makan gizi gratis serentak dilaksanakan di 3 Sekolah Dasar Negeri dan 1 SMP Negeri Sungai Pinyuh.
Salah seorang warga Sungai Pinyuh, Ibu Wenny (Orang tua Siswa SDN 01 Pinyuh) menyambut baik terhadap program makan bergizi gratis karena menyentuh langsung pada anak.
"Kami sebagai orang tua menyambut baik program makan bergizi yang berikan pemerintah, selain berdampak langsung pada anak anak kami, orang tua juga sangat terbantu dengan program ini. Salah satunya tidak lagi mengantarkan makan pada anak dan yang pasti ekonomi keluarga semakin baik karena secara tidak langsung terbantu oleh pemerintah" Ungkap Wenny 17/02/2025.
Pj Bupati yang meninjau langsung launching pelaksanaan MBG di di 4 Sekolah mengatakan bahwa program MBG merupakan inisiatif yang akan membawa Indonesia khusus nya Kab. Mempawah menuju masa depan yang lebih baik.
"Dalam rangka launching program Mempawah Berkemajuan MBG merupakan Sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membawa Kabupaten Mempawah menuju masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan berkelanjutan". MBG merupakan sebuah upaya transformasi untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Mempawah, dengan fokus pada pengembangan sektor-sektor strategis, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi aset utama daerah kita" Ungkap Ismail "
Ismail mengajak semua semua pihak untuk berkolaborasi dan berpatisipasi langsung untuk mewujudkan program makan bergizi.
"Program ini adalah wujud komitmen kita untuk mewujudkan Mempawah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Kami menyadari bahwa keberhasilan MBG tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program ini"
"Melalui MBG, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan layanan publik, serta membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, kita akan lebih mudah mencapai tujuan tersebut.
Ismail berharap dengan launching MBG di Kab. Mempawah menjadi momentum titik awal perkembangan daerah yang lebih baik di masa depan.
"Kami juga berharap bahwa peluncuran MBG ini dapat menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Mempawah, serta menjadi titik awal bagi perkembangan daerah yang lebih baik di masa depan"
(SPG)
Oleh bidiksatunews On Februari 12, 2025
Mempawah Kalbar ,-www.bidiksatunews.com-: Tumpukan sampah berbagai jenis di Jalan cempaka sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di depan lapangan Basket Memppawag, belum juga diangkut oleh petugas kebersihan. Keadaan ini menyebabkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar, terutama para pedagang dan warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut.
Salah satu warga yang sehari-harinya berjualan makanan siap saji maupun warung kopi , Bahtiar Mukti, mengungkapkan kekhawatirannya kepada bidiksatunews.id pada kamis (13/2/2025).
"Sampah ini sudah semingguan belum diangkut sehingga menumpuk. Kami di sini sangat terganggu dengan aroma tak sedap," kata Bahtar.
Lokasi ini dijjadikan tempat pembuangan sampah sebelum dibawa ke TPA. Sampah-sampah ini dibuang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Pasca banjir yang dialami warga nempawah beberapa waktu lalu membuat pembuangan sampah tidak teratur, sehingga menyebabkan sampah sering menumpuk di luar bak yang telah disediakan bahkan kini berderet dijalan.
“Yang buang sampah di sini ada juga warga yang memakai motor dan mobil pribadi, dengan waktu yang berbeda-beda, ada yang pagi, siang, dan sore,” jelasnya.
Dengan kondisi seperti ini, warga berharap agar petugas kebersihan segera mengambil tindakan untuk mengangkut sampah yang menumpuk. Mereka mengingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bisa berdampak lebih buruk pada kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. (ISWANDI)


