Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Truk Bermuatan Cangkang Kernel Sawit Terguling di Jalan Ahmad Yani Cempekak, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Kalimantan Barat — Sebuah truk bermuatan cangkang kernel sawit mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di ruas Jalan Ahmad Yani wilayah Cempekak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis siang (14/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh dan antrean kendaraan mengular cukup panjang di jalur utama penghubung antarwilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, truk bermuatan cangkang kernel sawit tampak terguling dan melintang di tengah badan jalan. Muatan cangkang sawit yang dibawa berhamburan hingga menutupi sebagian besar permukaan jalan aspal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat hanya dapat melintas secara bergantian dengan sangat hati-hati.
Suasana di sekitar lokasi kejadian terlihat ramai dipadati warga dan pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan proses penanganan kecelakaan. Sejumlah masyarakat tampak membantu mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan total sambil menunggu proses evakuasi truk selesai dilakukan.
Tidak jauh dari lokasi kejadian, terlihat pula mobil tangki milik Pertamina Patra Niaga ikut terjebak antrean akibat akses jalan yang tertutup badan truk terguling. Beberapa kendaraan besar lainnya juga harus berhenti cukup lama karena hanya tersisa satu jalur sempit yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian.
Diduga kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang relatif sempit dan licin, ditambah adanya tikungan di kawasan tersebut. Beban muatan yang cukup berat diperkirakan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling ke sisi jalan.
Beruntung, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sopir truk dikabarkan mengalami syok setelah kendaraan yang dikemudikannya terbalik dan muatan tumpah ke badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan dari arah Tayan maupun sebaliknya mengalami perlambatan cukup panjang. Para pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Cempekak, khususnya kendaraan bertonase besar yang membawa hasil perkebunan maupun material berat lainnya.
Masyarakat sekitar meminta pihak terkait, khususnya Dinas Lalu Angkutan Jalan (DLAJ) dan instansi berwenang lainnya, agar mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan angkutan berat yang diduga melebihi kapasitas muatan. Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian serius terhadap kondisi jalan yang dinilai rawan kecelakaan guna mengurangi risiko terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, menjaga kecepatan, serta memperhatikan kapasitas muatan demi keselamatan bersama di jalan raya.-( Si Juli)

Antrean BBM Subsidi di SPBU Kecamatan Kapuas Sanggau Dinilai Semrawut, Warga Soroti Pengawasan APH

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, 14 Mei 2026 — Kondisi antrean kendaraan di SPBU Nomor 64.785.05 yang berada di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dikeluhkan masyarakat. 

Pasalnya, antrean pengisian BBM subsidi dinilai tidak tertib dan diduga terjadi penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi yang hingga kini terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum (APH).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda empat maupun roda dua tampak tidak beraturan. 

Bahkan sejumlah kendaraan disebut-sebut rela berjam-jam mengantre demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar maupun pertalite.

Masyarakat menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. 

Warga berharap pengelola SPBU dapat menerapkan aturan antrean yang lebih tertib agar tidak menimbulkan kemacetan serta keresahan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, muncul dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali serta kendaraan dengan tangki modifikasi yang bebas mengisi BBM subsidi. 

Dugaan tersebut memicu perhatian masyarakat karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau dibiarkan terus seperti ini, masyarakat kecil yang dirugikan. 

Kami berharap ada pengawasan ketat dari pihak Pertamina maupun APH,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat meminta pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat terkait segera turun tangan melakukan pengawasan langsung di lapangan. 

Mereka berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.-[ Si-Tim]

PERERAT HARMONISASI DENGAN MASYARAKAT, PT PERMAI ALAM RAYA SALURKAN DANA TALI ASIH DAN PERCEPAT MITIGASI AIR LINDI

Oleh On April 30, 2026

SANGGAU – www.bidiksatunews.com⁠�
PT Permai Alam Raya (PT PAR) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional perusahaan secara bertanggung jawab serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana tali asih secara simbolis kepada pemilik lahan pada Rabu, 29 April 2026, di kantor pusat PT PAR.
Penyaluran dana ini diberikan kepada 9 Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lahan persawahan warga yang bersinggungan langsung dengan area operasional perusahaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PT PAR, di antaranya Mill Manager Lijen Butar Butar, Humas Fahmi, serta perwakilan QSHE Yahya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Sekayam Zupri, Sekretaris DAD Sekayam Roy, serta Temenggung Adat Laimudin, yang berperan sebagai saksi guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian.
Dalam kesempatan itu, manajemen PT PAR juga memberikan klarifikasi terkait kejadian yang menjadi perhatian masyarakat. Perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan aliran air lindi yang mengalir ke area persawahan, bukan pembuangan limbah. Pihak perusahaan menyatakan telah melakukan komunikasi intensif dan persuasif dengan para pemilik lahan guna memberikan pemahaman teknis sekaligus memastikan hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas.
Sebagai langkah perbaikan berkelanjutan, PT PAR saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh serta percepatan mitigasi melalui pembangunan tanggul penahan air lindi. Tanggul ini dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi untuk memastikan aliran air tetap berada dalam sistem penampungan yang terkendali dan dikelola secara ketat.
Manajemen QSHE PT PAR juga akan melakukan pengawasan harian secara maksimal terhadap proyek tersebut guna menjamin standar keamanan lingkungan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Perwakilan manajemen PT PAR menyampaikan apresiasi atas dukungan serta masukan dari Dewan Adat Dayak dan tokoh masyarakat Sekayam.
“Kami sangat menghargai dukungan dan masukan strategis dari Dewan Adat Dayak dan para tokoh masyarakat. Dengan pembangunan tanggul penahan ini serta penguatan sistem kontrol harian, kami yakin hubungan sinergis antara perusahaan dan masyarakat akan semakin solid dan berkelanjutan,” ujarnya.
Publikasi: www.bidiksatunews.com⁠

Ratusan PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Entikong Sanggau dalam Pengawasan Ketat

Oleh On April 27, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Kalimantan Barat – Sekitar 300 lebih Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari wilayah Bakenu, Miri, Sarawak, Malaysia, dan dipulangkan ke tanah air melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Proses deportasi ini dikawal langsung oleh pihak Konsulat Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas Imigresen Tebedu, Malaysia.
Para PMI yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tersebut dipulangkan setelah menjalani proses hukum di Malaysia, mayoritas karena pelanggaran keimigrasian seperti tidak memiliki dokumen resmi, overstay, hingga bekerja secara ilegal.
Setibanya di wilayah perbatasan Entikong, para PMI langsung diserahkan kepada petugas dari instansi terkait Indonesia, termasuk Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Imigrasi, serta aparat keamanan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan.
Menurut keterangan petugas di lapangan, proses deportasi berlangsung secara bertahap dan tertib, dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan serta kelancaran arus pemulangan. Para PMI juga mendapatkan pendampingan, termasuk bantuan logistik sementara sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja non-prosedural yang bekerja di sektor perkebunan dan konstruksi di wilayah Miri. Mereka terjaring dalam operasi penertiban oleh otoritas Malaysia,” ujar salah satu petugas.
Konsulat RI bersama pihak Imigresen Tebedu juga memastikan bahwa proses deportasi berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Para PMI diberikan hak-haknya selama proses pemulangan, termasuk akses terhadap layanan dasar.
Sementara itu, pihak BP3MI mengimbau masyarakat Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini penting untuk menghindari risiko hukum, eksploitasi, maupun deportasi seperti yang dialami para PMI tersebut.
Kasus deportasi ini kembali menjadi pengingat bahwa masih tingginya angka pekerja migran non-prosedural yang bekerja di luar negeri, khususnya di Malaysia. Pemerintah diharapkan terus memperkuat sosialisasi dan pengawasan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulangan PMI ke daerah asal masih terus berlangsung dengan koordinasi lintas instansi terkait.-(Znl)

Solid di Perbatasan, Wartawan Lintas Media Gelar Sesi Foto Bersama di Entikong

Oleh On April 15, 2026

Www.bidiksatunews.com-
ENTIKONG – Kebersamaan dan soliditas insan pers di wilayah perbatasan kembali terlihat. Sejumlah wartawan dari berbagai media menggelar sesi foto bersama di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Entikong, sebagai simbol kekompakan dan sinergi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan redaksi dan awak media, di antaranya Pimpinan Redaksi dan Wakil Pimpinan Redaksi Propam News, BG, Deni, serta Zainal Abidin dari Bidiksatunews. Hadir pula VJ dari Bidiksatunusantara dan Try Deny dari Meldanewsonline.
Momen ini tidak sekadar menjadi ajang dokumentasi, namun juga mempererat hubungan antar wartawan lintas media yang selama ini aktif melakukan peliputan di wilayah perbatasan, khususnya di Entikong yang menjadi pintu gerbang strategis Indonesia menuju Malaysia.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan dan profesionalitas insan pers.
“Di perbatasan ini, kita tidak hanya bekerja sendiri-sendiri, tapi juga saling mendukung. Kebersamaan ini menjadi kekuatan kita dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antar wartawan semakin kuat, serta mampu meningkatkan kualitas pemberitaan, khususnya terkait isu-isu strategis di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Cegah Deportasi dan PMI Ilegal, Imigrasi Entikong Perketat Skrining Dokumen Tutup Celah Pemberangkatan PMI Nonprosedural14 April 202606

Oleh On April 14, 2026

Www.bidiksatunews.com-
ENTIKONG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong semakin memperketat pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) yang melintas memiliki dokumen lengkap dan tujuan yang jelas, sekaligus mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural atau ilegal ke Malaysia.

Supervisor (SPV) Tempat Pemeriksaan Imigrasi pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Tri Haikal yang biasa disapa Haikal, menegaskan bahwa kepemilikan paspor lama dengan riwayat perjalanan yang padat (penuh cap keluar-masuk) bukan merupakan jaminan otomatis bagi seseorang untuk dapat melintas dengan mudah.

“Banyak pemegang paspor lama yang tetap kami izinkan melintas. Namun, jika petugas di loket pemeriksaan melakukan penolakan, hal itu pasti didasari alasan yang kuat, baik dari hasil verifikasi dokumen maupun pendalaman melalui wawancara,” tegas Haikal.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses skrining, petugas tidak membedakan asal penerbitan paspor, baik yang diterbitkan di Kalimantan Barat maupun dari luar daerah. Fokus utama pemeriksaan adalah pada indikasi pelanggaran administratif dan keabsahan dokumen pendukung seperti visa kerja atau izin tinggal (permit).

“Jika petugas menemukan indikasi ketidakamanan atau yang bersangkutan teridentifikasi sebagai PMI non-resmi, kami tidak akan memberikan izin keberangkatan. Langkah ini semata-mata diambil untuk melindungi warga negara kita dari risiko hukum di negara tujuan, termasuk ancaman deportasi,” tambahnya.

Proses pemeriksaan di PLBN Entikong kini dilakukan secara komprehensif melalui analisis rekam jejak perjalanan (track record) serta teknik wawancara mendalam di konter keberangkatan.

“Kami meninjau riwayat perjalanan dari cap paspor dan melakukan wawancara langsung. Dari sinergitas data itulah kami menentukan kelayakan seseorang untuk diberikan izin keluar negeri,” jelas Haikal lebih lanjut.

Menanggapi isu mengenai parameter penolakan yang dianggap berubah-ubah, pihak Imigrasi menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan tetap konsisten. Namun, tingkat kewaspadaan petugas memang mengalami peningkatan seiring dengan adanya atensi khusus terhadap kasus-kasus pekerja ilegal di luar negeri, seperti di Malaysia maupun Kamboja. Pengetatan ini merupakan bagian dari komitmen serius pemerintah dalam menekan angka pekerja migran ilegal serta mencegah potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kejahatan lintas negara lainnya.znl

Tim BidiksatuNews Lakukan Kunjungan Kerja ke Pos Lintas Batas Malindo, Soroti Pengamanan dan Aktivitas Perbatasan

Oleh On April 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Perbatasan RI–Malaysia – Dalam upaya memperkuat fungsi kontrol sosial dan penyajian informasi yang akurat kepada publik, tim awak media BidiksatuNews melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan Pos Lintas Batas Malindo. Kegiatan ini difokuskan pada peliputan serta pemantauan langsung berbagai aktivitas di wilayah strategis perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan, mulai dari sistem pengamanan, arus keluar masuk masyarakat lintas negara, hingga peran aparat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selama kegiatan berlangsung, tim BidiksatuNews melakukan observasi menyeluruh terhadap fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di kawasan perbatasan. Terlihat bahwa sistem pengamanan di Pos Lintas Batas telah berjalan dengan cukup ketat, di mana setiap warga yang melintas wajib melalui proses pemeriksaan dokumen resmi oleh petugas imigrasi dan aparat keamanan terkait.
Arus mobilitas masyarakat di kawasan tersebut terpantau cukup dinamis. Warga dari kedua negara tampak keluar masuk dengan berbagai keperluan, mulai dari aktivitas perdagangan, kunjungan keluarga, hingga urusan pekerjaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran Pos Lintas Batas sebagai pintu gerbang utama yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur administrasi, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat perbatasan.
Selain itu, tim media juga menyoroti peran aktif aparat gabungan yang terdiri dari petugas imigrasi, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka tampak sigap dalam menjalankan tugas, mulai dari pemeriksaan identitas hingga pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum lintas negara, seperti penyelundupan barang ilegal dan aktivitas non-prosedural lainnya.
Dalam keterangannya, salah satu petugas di lapangan menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam kedaulatan negara.
Kunjungan kerja ini juga menjadi momen penting bagi BidiksatuNews untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat. Beberapa warga perbatasan berharap agar fasilitas pelayanan di Pos Lintas Batas terus ditingkatkan, termasuk percepatan proses administrasi serta peningkatan sarana pendukung bagi pelintas batas.
Dengan adanya kegiatan ini, BidiksatuNews berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang objektif, berimbang, dan membangun, khususnya terkait dinamika kehidupan di wilayah perbatasan yang memiliki peran strategis bagi keutuhan bangsa.
Kegiatan kunjungan kerja berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh sinergi antara awak media dan aparat setempat. Diharapkan, hasil peliputan ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan kawasan perbatasan ke depan.--(Helina-Delvi)