Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Silaturahmi Awak Media di Kediaman Kades Balai Karangan, Bahas Pembangunan hingga Kesehatan Warga

Oleh On Maret 25, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri, sejumlah awak media menggelar kegiatan silaturahmi di kediaman Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar, yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Kegiatan yang digelar di Desa Balai Karangan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara insan pers dengan pemerintah desa, sekaligus ruang diskusi terkait berbagai isu penting di tengah masyarakat.
Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar, dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah unek-unek dan aspirasi terkait kondisi desa, khususnya menyangkut pembangunan yang dinilai masih perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan desa.
“Harapan kami, pembangunan di desa bisa terus ditingkatkan, baik dari segi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan tanggapan atas berbagai masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pembangunan secara merata, termasuk di wilayah pedesaan.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sebagai bagian dari prioritas pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja maksimal, baik dalam pembangunan maupun pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Acara silaturahmi ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara awak media dan pemerintah, serta menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat demi kemajuan bersama.-(Z)

Pelepasan Jelajah Perbatasan Malindo: Sinergi Indonesia–Malaysia, 72 Peserta Siap Arungi Wilayah Sekayam

Oleh On Maret 25, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Kegiatan Jelajah Perbatasan Malindo resmi dilepas dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. 

Kegiatan ini diikuti sebanyak 72 peserta yang terdiri dari komunitas pecinta otomotif 4x4 serta unsur lintas sektor yang turut mendukung penguatan hubungan bilateral Indonesia–Malaysia.
Acara pelepasan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Kapolres Sanggau, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau, Danramil Sekayam, Camat Sekayam, serta Kapolsek Sekayam. 

Kehadiran unsur Forkopimda ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah dan aparat terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga otomotif, eksplorasi wilayah, serta misi persaudaraan lintas negara.
Wujud Kolaborasi dan Persaudaraan Perbatasan
Dalam sambutannya, Kapolres Sanggau menegaskan bahwa kegiatan jelajah perbatasan ini bukan sekadar ajang petualangan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar komunitas serta memperkuat stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa wilayah perbatasan bukanlah daerah terluar yang terisolasi, melainkan beranda terdepan negara yang harus dijaga bersama, baik dari sisi keamanan maupun kebersamaan sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekda Kabupaten Sanggau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong promosi potensi daerah, khususnya di kawasan perbatasan Sekayam yang memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi dan pariwisata.
Rute Menantang dan Edukasi Wilayah
Jelajah Perbatasan Malindo ini dirancang menempuh rute-rute menantang di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya di wilayah Sekayam yang dikenal memiliki medan ekstrem berupa jalan tanah, hutan, serta jalur berbukit. 

Selain menguji adrenalin, kegiatan ini juga membawa misi edukasi mengenai kondisi geografis dan sosial masyarakat perbatasan.

Para peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai kebersamaan, keselamatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pengamanan dan Dukungan Penuh Aparat
Kapolsek Sekayam menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanan serta koordinasi lintas instansi guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman.

“Kami bersama TNI dan pemerintah kecamatan siap mendukung penuh kegiatan ini, baik dari sisi pengamanan maupun koordinasi di lapangan,” ungkapnya.

Danramil Sekayam juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mempererat hubungan antarwilayah perbatasan.

Harapan ke Depan
Dengan dilepasnya 72 peserta Jelajah Perbatasan Malindo, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya mengedepankan olahraga otomotif, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta memperkokoh hubungan harmonis antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas batas dapat terus dijaga melalui kegiatan positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.(Zainal. A)

Sanitation Workers at Entikong Border Post Plan Strike Over Unpaid Salaries and Unclear THREntikong, West

Oleh On Maret 11, 2026

Www.meldanewsonline.id-
Kalimantan – Sanitation workers assigned to the Pos Lintas Batas Negara Entikong (PLBN Entikong), the main land border crossing between Indonesia and Malaysia, are reportedly planning to stage a strike action due to outstanding salary payments and uncertainty regarding their Holiday Allowance, commonly known as THR (Tunjangan Hari Raya).

According to information gathered from several workers, the planned strike is a form of protest against repeated delays in the payment of their wages. 

The sanitation staff, who are responsible for maintaining cleanliness throughout the PLBN area—including public facilities, terminal areas, and administrative buildings—say they have not received their salaries on time for several periods.

One sanitation worker, who requested anonymity, stated that the issue has persisted for some time and has now reached a point where workers feel compelled to take collective action.

“We are only asking for our rights as workers. 

Our salaries are often delayed, and until now there has been no clear explanation regarding our Holiday Allowance (THR), especially with the upcoming festive season,” the worker said.

The workers explained that before deciding to organize a strike, they had attempted to raise the issue with the cleaning service management responsible for the sanitation operations at the border facility. 

However, they claim that their complaints have yet to receive a concrete resolution or official explanation.

PLBN Entikong is one of the busiest cross-border gateways in West Kalimantan, facilitating daily movement of travelers, traders, and goods between Indonesia and Malaysia. 

As such, sanitation workers play a crucial role in maintaining hygiene and public comfort within the international border complex.

If the strike proceeds as planned, it could potentially affect cleanliness services across the border post, particularly in high-traffic areas frequently used by travelers and border officials.

Observers note that the issue highlights the importance of timely wage payments and transparent labor management, particularly for essential service workers whose duties directly support the operation and public image of national border facilities.

As of the time this report was compiled, the management responsible for sanitation services at PLBN Entikong has not yet released an official statement regarding the allegations of delayed salaries or the workers’ concerns over THR payments.

The sanitation workers hope that through dialogue and attention from the relevant authorities, the matter can be resolved promptly so that their rights as workers are fulfilled and services at the border facility can continue to operate smoothly.(Mr Vj)

Imigrasi Kelas II TPI Entikong Siaga Selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026

Oleh On Maret 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong – Menghadapi libur panjang dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong memastikan tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat serta menjaga kelancaran arus lalu lintas orang di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kepala Kantor Fitra Izharry, A.Md., menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang melintasi perbatasan selama masa libur panjang tersebut.

Menurut Fitra Izharry, wilayah Pos Lintas Batas Negara Entikong yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu pintu utama perlintasan masyarakat, baik untuk keperluan kunjungan keluarga, wisata, maupun aktivitas perdagangan lintas negara.

“Kami memastikan seluruh layanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong tetap berjalan dengan baik selama masa libur panjang Nyepi dan Idul Fitri. 

Petugas akan tetap siaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Fitra Izharry dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa selama periode libur nasional dan cuti bersama, pihak imigrasi menerapkan sistem piket dan penguatan personel di titik-titik pelayanan utama, khususnya pada pemeriksaan keimigrasian di PLBN Entikong.

 Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelintas batas yang biasanya meningkat menjelang dan setelah hari raya.

Selain itu, Kantor Imigrasi Entikong juga membuka layanan terbatas atau walk-in service bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak terkait dokumen perjalanan, seperti paspor untuk keperluan darurat.

“Walaupun sebagian layanan administrasi mengikuti kebijakan libur nasional, kami tetap membuka layanan terbatas bagi masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak. 

Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan publik yang responsif,” jelasnya.

Fitra juga menegaskan bahwa seluruh petugas imigrasi telah diinstruksikan untuk tetap menjalankan tugas dengan profesional, humanis, serta mengedepankan prinsip pelayanan prima kepada masyarakat.

Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga terus dilakukan, antara lain dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, aparat keamanan, serta pengelola kawasan perbatasan guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas di kawasan lintas batas negara tetap terjaga.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait di kawasan perbatasan agar seluruh proses pemeriksaan dan perlintasan dapat berjalan tertib, aman, dan lancar,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas negara agar memastikan dokumen perjalanan seperti paspor masih berlaku dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sebelum melakukan perjalanan.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal serta arus perlintasan di perbatasan Indonesia–Malaysia selama libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

“Pada prinsipnya kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan pengawasan keimigrasian tetap berjalan maksimal demi menjaga kedaulatan negara,” tutup Fitra Izharry.(Znl)

Kasubsektor Polsek Entikong Ipda ,M.p . Harahap memimpin Pengamanan Pemulangan TKI dari Malaysia ke Indonesia

Oleh On Maret 04, 2026

Www.bidiksatunews.com- (05-03-2026)
Entikong – Kasubsektor Polsek Entikong, Ipda M.P. Harahap, bersama petugas Imigrasi Perbatasan memimpin langsung kegiatan pengawalan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia menuju Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.
Kegiatan pengawalan ini dilakukan guna memastikan proses kepulangan para TKI berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Setibanya di wilayah perbatasan Indonesia, para TKI langsung disambut oleh petugas Imigrasi untuk menjalani proses pemeriksaan dokumen serta pendataan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda M.P. Harahap menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri, khususnya para pekerja migran yang pulang melalui jalur perbatasan.
Sinergi antara pihak Kepolisian dan Imigrasi di wilayah perbatasan Entikong menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus keluar masuk masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Seluruh rangkaian kegiatan pemulangan TKI tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara aparat kepolisian dan petugas Imigrasi Perbatasan.-(MSS)

Masyarakat pengguna jalan raya, mempertanyakan,  izin lokasi  kegiatan galian ( C ) tambang pasir yang  terlalu dekat dengan badan jalan raya.

Oleh On Januari 11, 2026

Boss Galian C Ilegal Kebal Hukum.
www.bidiksatunews.com.
Sanggau tanggal 11/1/2026. Terlihat jelas  sebuah kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama di jalan sanggau. Namun demikian  seakan semua terlihat biasa biasa saja, bahkan Tampa memikirkan imbas dari kegiatan tambang pasir tersebut. 

Jika memang  para penambang sudah mengantungi surat izin galian ( C )  apakah izin lokasi nya sudah susuai kah dengan Amdal, sebab daerah yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sangatlah, berpotensi terjadinya perubahan pada pondasi bibir pantai,apa lagi dekat dengan jalan raya.

Salah satu warga yang menyampai kan keluhan disaat melewati di areal kegiatan tersebut, terutama  jika musem kemarau  jalan jadi berdebu dan sering keluar masuk kendaraan pengangkut pasir, dan rawan terjadi nya kecelakaan lalu lintas. Dan seperti kita lihat sendiri di sekitar kegiatan tidak ada terpasang rambu rambu tanda  ada kegiatan tersebut, ungkap salah satu warga yang melintasi diareal tersebut, menyampai kan kepada awak media.


Sesuai komitmen preseden  Prabowo Subianto, untuk menindak tegas pelaku kegiatan ilegal di negeri ini, jika mareka sudah mengantungi izin, masyarakat berharap supaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengkaji ulang  tempat dan lokasi nya. 

Untuk izin galian ( C ) sekarang disebut pertambangan batuan  atau mineral bukan logam dan batuan ( MBLB ), prosesnya melibatkan perizinan ditingkat pemerintah,daerah, bupati, gubenur, melalui sistem, oss ( Online single submission ) dengan mengurus izin wilayah ( WIUP ) dan izin usaha ( IUP ).

Oprasi, termasuk syarat teknis, lingkungan ( AMDAL /UKL - UPL ), legalitas badan usaha (NIB,NPWP), rekomendasi warga/ desa, serta memenuhi standar K3, dengan kewenangan kini di provinsi / atau pusat berdasarkan UU minerba.


 (Bambang)

Investigasi Lapangan PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup Tak Bocorkan Limbah

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, Sabtu, 10 Januari 2026 - Kabar miring tentang dugaan kebocoran kolam limbah cair PT Agro Palindo Sakti 2 sempat mengguncang kepercayaan publik. 

Narasi itu menyebut aliran limbah mengalir bebas ke Sungai Sekayuk, Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun, fakta lapangan berkata lain.

Perusahaan langsung merespons dengan langkah cepat, transparan, dan berbasis bukti. Pada Kamis, 8 Januari 2026, investigasi terpadu digelar. Hasilnya? Tidak ada kebocoran. Tidak ada pencemaran. Hanya hoaks yang menyebar tanpa verifikasi.

Tim Gabungan Turun Tangan
Investigasi melibatkan unsur resmi dari berbagai pihak. Polsek Tayan Hulu, Babinsa setempat, perwakilan SSL Wilmar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau turut hadir. Mereka menyisir seluruh area kolam penampungan limbah secara fisik dan teknis.

Dokumentasi visual foto dan video dijadikan bagian integral laporan. Daftar hadir ditandatangani semua pihak sebagai bentuk pengesahan legal atas temuan lapangan. 

Berita Acara Investigasi Pengecekan Kolam Limbah pun menjadi dokumen resmi yang sah secara administratif dan hukum.

Kesimpulan bulat sistem pengolahan limbah berfungsi normal. Struktur kolam utuh. Tidak ditemukan rembesan apalagi aliran liar menuju sungai.

Meski investigasi awal menunjukkan kondisi aman, DLH Sanggau tidak berhenti sampai di situ. Sabtu, 10 Januari 2026, tim teknis dipimpin Kabid DLH Obob mengambil sampel air Sungai Sekayuk di sejumlah titik strategis.
Sampel tersebut kini dalam proses uji di laboratorium terakreditasi. Data ilmiah ini akan menjadi rujukan objektif untuk memastikan kualitas air tetap dalam ambang batas aman sesuai baku mutu nasional.

“Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem air tetap berada dalam ambang batas aman,” tegas Obob.

Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Publik diminta menunggu data valid, bukan spekulasi media sosial.

PT Agro Palindo Sakti 2 menegaskan operasional pabrik kelapa sawit (PKS) selalu mengacu pada regulasi lingkungan hidup nasional. Fasilitas pengolahan limbah dirawat berkala. Protokol mitigasi risiko diterapkan tanpa kompromi.

Perusahaan menyayangkan penyebaran informasi prematur yang memicu keresahan warga. 

“Verifikasi harus dilakukan lewat otoritas berwenang, bukan narasi viral tanpa dasar,” tegas manajemen.

Komitmennya bukan sekadar retorika. Dokumen investigasi terpadu menjadi bukti nyata bahwa bisnis dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. 

Di tengah sorotan global terhadap industri sawit, langkah transparansi ini justru memperkuat reputasi Wilmar Group di level regional maupun internasional.

Di era disinformasi, transparansi menjadi senjata ampuh melawan hoaks. PT Agro Palindo Sakti 2 memilih membuka pintu lebar bagi otoritas, masyarakat, dan media. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Langkah ini patut jadi contoh bagi korporasi lain: hadapi isu dengan fakta, bukan pembelaan kosong. Upaya pemantauan rutin terus ditingkatkan. Kerja sama dengan DLH Sanggau berlangsung berkelanjutan.

Bagi warga sekitar, kejernihan Sungai Sekayuk bukan hanya soal ekologi—tapi juga hajat hidup sehari-hari. Perusahaan sadar betul tanggung jawab sosialnya. Dan kali ini, mereka membuktikan lewat tindakan, bukan kata-kata.


Isu limbah PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup runtuh di hadapan fakta lapangan dan prosedur hukum yang ketat. Di tengah arus informasi liar, investigasi terpadu menjadi pelita kebenaran. Transparansi, kolaborasi, dan komitmen pada standar lingkungan adalah fondasi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya. Bambang dan Si Juli.