Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Masyarakat pengguna jalan raya, mempertanyakan,  izin lokasi  kegiatan galian ( C ) tambang pasir yang  terlalu dekat dengan badan jalan raya.

Oleh On Januari 11, 2026

Boss Galian C Ilegal Kebal Hukum.
www.bidiksatunews.com.
Sanggau tanggal 11/1/2026. Terlihat jelas  sebuah kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama di jalan sanggau. Namun demikian  seakan semua terlihat biasa biasa saja, bahkan Tampa memikirkan imbas dari kegiatan tambang pasir tersebut. 

Jika memang  para penambang sudah mengantungi surat izin galian ( C )  apakah izin lokasi nya sudah susuai kah dengan Amdal, sebab daerah yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sangatlah, berpotensi terjadinya perubahan pada pondasi bibir pantai,apa lagi dekat dengan jalan raya.

Salah satu warga yang menyampai kan keluhan disaat melewati di areal kegiatan tersebut, terutama  jika musem kemarau  jalan jadi berdebu dan sering keluar masuk kendaraan pengangkut pasir, dan rawan terjadi nya kecelakaan lalu lintas. Dan seperti kita lihat sendiri di sekitar kegiatan tidak ada terpasang rambu rambu tanda  ada kegiatan tersebut, ungkap salah satu warga yang melintasi diareal tersebut, menyampai kan kepada awak media.


Sesuai komitmen preseden  Prabowo Subianto, untuk menindak tegas pelaku kegiatan ilegal di negeri ini, jika mareka sudah mengantungi izin, masyarakat berharap supaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengkaji ulang  tempat dan lokasi nya. 

Untuk izin galian ( C ) sekarang disebut pertambangan batuan  atau mineral bukan logam dan batuan ( MBLB ), prosesnya melibatkan perizinan ditingkat pemerintah,daerah, bupati, gubenur, melalui sistem, oss ( Online single submission ) dengan mengurus izin wilayah ( WIUP ) dan izin usaha ( IUP ).

Oprasi, termasuk syarat teknis, lingkungan ( AMDAL /UKL - UPL ), legalitas badan usaha (NIB,NPWP), rekomendasi warga/ desa, serta memenuhi standar K3, dengan kewenangan kini di provinsi / atau pusat berdasarkan UU minerba.


 (Bambang)

Investigasi Lapangan PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup Tak Bocorkan Limbah

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, Sabtu, 10 Januari 2026 - Kabar miring tentang dugaan kebocoran kolam limbah cair PT Agro Palindo Sakti 2 sempat mengguncang kepercayaan publik. 

Narasi itu menyebut aliran limbah mengalir bebas ke Sungai Sekayuk, Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun, fakta lapangan berkata lain.

Perusahaan langsung merespons dengan langkah cepat, transparan, dan berbasis bukti. Pada Kamis, 8 Januari 2026, investigasi terpadu digelar. Hasilnya? Tidak ada kebocoran. Tidak ada pencemaran. Hanya hoaks yang menyebar tanpa verifikasi.

Tim Gabungan Turun Tangan
Investigasi melibatkan unsur resmi dari berbagai pihak. Polsek Tayan Hulu, Babinsa setempat, perwakilan SSL Wilmar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau turut hadir. Mereka menyisir seluruh area kolam penampungan limbah secara fisik dan teknis.

Dokumentasi visual foto dan video dijadikan bagian integral laporan. Daftar hadir ditandatangani semua pihak sebagai bentuk pengesahan legal atas temuan lapangan. 

Berita Acara Investigasi Pengecekan Kolam Limbah pun menjadi dokumen resmi yang sah secara administratif dan hukum.

Kesimpulan bulat sistem pengolahan limbah berfungsi normal. Struktur kolam utuh. Tidak ditemukan rembesan apalagi aliran liar menuju sungai.

Meski investigasi awal menunjukkan kondisi aman, DLH Sanggau tidak berhenti sampai di situ. Sabtu, 10 Januari 2026, tim teknis dipimpin Kabid DLH Obob mengambil sampel air Sungai Sekayuk di sejumlah titik strategis.
Sampel tersebut kini dalam proses uji di laboratorium terakreditasi. Data ilmiah ini akan menjadi rujukan objektif untuk memastikan kualitas air tetap dalam ambang batas aman sesuai baku mutu nasional.

“Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem air tetap berada dalam ambang batas aman,” tegas Obob.

Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Publik diminta menunggu data valid, bukan spekulasi media sosial.

PT Agro Palindo Sakti 2 menegaskan operasional pabrik kelapa sawit (PKS) selalu mengacu pada regulasi lingkungan hidup nasional. Fasilitas pengolahan limbah dirawat berkala. Protokol mitigasi risiko diterapkan tanpa kompromi.

Perusahaan menyayangkan penyebaran informasi prematur yang memicu keresahan warga. 

“Verifikasi harus dilakukan lewat otoritas berwenang, bukan narasi viral tanpa dasar,” tegas manajemen.

Komitmennya bukan sekadar retorika. Dokumen investigasi terpadu menjadi bukti nyata bahwa bisnis dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. 

Di tengah sorotan global terhadap industri sawit, langkah transparansi ini justru memperkuat reputasi Wilmar Group di level regional maupun internasional.

Di era disinformasi, transparansi menjadi senjata ampuh melawan hoaks. PT Agro Palindo Sakti 2 memilih membuka pintu lebar bagi otoritas, masyarakat, dan media. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Langkah ini patut jadi contoh bagi korporasi lain: hadapi isu dengan fakta, bukan pembelaan kosong. Upaya pemantauan rutin terus ditingkatkan. Kerja sama dengan DLH Sanggau berlangsung berkelanjutan.

Bagi warga sekitar, kejernihan Sungai Sekayuk bukan hanya soal ekologi—tapi juga hajat hidup sehari-hari. Perusahaan sadar betul tanggung jawab sosialnya. Dan kali ini, mereka membuktikan lewat tindakan, bukan kata-kata.


Isu limbah PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup runtuh di hadapan fakta lapangan dan prosedur hukum yang ketat. Di tengah arus informasi liar, investigasi terpadu menjadi pelita kebenaran. Transparansi, kolaborasi, dan komitmen pada standar lingkungan adalah fondasi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya. Bambang dan Si Juli. 

*Banjir Rendam Beberapa Wilayah Sanggau, Kodim 1204/Sgu  Gerak Cepat Terjunkan Personel*

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau sejak Sabtu sore hingga Minggu (11/01/2026) pagi, memicu banjir di sejumlah kecamatan. Luapan air tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga memutus akses transportasi di perbatasan. 

Menyikapi kondisi darurat ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau bergerak cepat. Bersama instansi terkait, personel TNI diterjunkan untuk memonitor situasi dan membantu penanganan di titik-titik terparah, yakni Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan hingga pukul 08.30 WIB, dampak terparah dirasakan di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 200 sentimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. 

Di Desa Pengadang, banjir setinggi 2 meter merendam area seluas 45 hektare dan berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK). Kondisi serupa terjadi di Desa Sotok yang berdampak pada 185 KK. Sementara di pusat keramaian Desa Balai Karangan, sebanyak 471 rumah terendam banjir, melumpuhkan aktivitas 471 KK.

Dampak banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Kecamatan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Genangan air di ruas jalan tersebut mencapai ketinggian 115 cm.

"Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun harus menggunakan bantuan rakit dan perahu milik warga setempat," ujar Dandim 1204/Sanggau dalam keterangannya.

Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing. 

Sementara itu, di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Jalan Lintas Malindo penghubung Beduai-Sekayam juga tergenang sekitar 10-15 cm, namun masih perlu diwaspadai.

Dalam upaya penanganan bencana ini, Koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau bersinergi ketat dengan Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, serta pemerintah setempat. Tim gabungan terus melakukan ground check, memantau debit air, dan memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Dandim 1204/Sanggau menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi 24 jam.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu masyarakat apabila kondisi memburuk. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat setempat jika debit air kembali naik atau terjadi situasi darurat," tegas Dandim.

Hingga Minggu siang, cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dan debit air di wilayah terdampak belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Sumber : Pendam XII/Tpr. ( Bambang )

Maraknya Galian C Ilegal di Sanggau  KalimantanBarat, Minta Kepada Kepala Dinas ESDM Tegaskan Pentingnya Perizinan Sah

Oleh On Januari 09, 2026

Galian C di duga Ilegal milik pak yat
Sanggau 07 januari 2026 saat di konfermasi boss tersebut seperti kebal Hukum 

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau Kalimantan Barat – Maraknya aktivitas galian C ilegal di Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Diminta kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat,  pada Rabu, 07 Januari 2026, Supaya menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan, yang sangat mengkuatirkan tentang pengguna jalan raya/negara.
Pertambangan galian C,pengerokkan hampir mencecah bahu jalan provinsi termasuk karena bisa mengakibatkan jalan tersebut bisa longsor ambruk. 
Seharusnya galian C dan eksplorasi/ eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, dan penjualan, harus dilengkapi dengan perizinan yang sah, baik itu Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengingatkan bahwa kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenakan sanksi tegas berdasarkan Pasal 158 UU Minerba.
Dan menambahkan tidakjauhdarijalanNegara, kegiatan pertambangan tanpa izin merugikan daerah karena tidak ada kontribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta tidak mematuhi kaidah pertambangan yang baik dan pengelolaan lingkungan yang memadai.


Lebih lanjut,  di tegaskan bahwa pertambangan yang dilakukan di kawasan wilayah jalan Negara tersebut jelas melanggar aturan karena tidak ada Persetujuan Penggunaan Kawasan pemukiman warga,
Apakah memang ijin sudah diterbitkan oleh instansi terkait.
Di minta kepada kepala  (ESDM) Supaya menghimbau para penambang galian C untuk segera mengurus perizinan sesuai peraturan, baik melalui SIPB maupun IUP.

Mengingatkan bahwa wilayah tersebut rawan longsor dan jalan tersebut sering rusak. Jika di lihat dari berbagai aspek,tidak menutup kemungkinan jalan tempat penimbunan pasir akan longsor,apakah perizinan untuk mineral bukan logam dan batuan di tingkat provinsi kini sudah dilimpahkan kepada Gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2022.

Dengan langkah ini, diharapkan dapat mengurangi aktivitas pertambangan ilegal/ galian C dan mendorong para penambang untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Kalimantan Barat.
Penulis: (SJ-Tim)

Dukung Asta Cita Presiden RI Dalam Ketahanan Pangan, Kasrem 121/Abw hadiri Tanam Padi Perdana di lahan seluas 4,2 Hektar

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU - Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismai Marzuki, S.I.P., tanam padi perdana di Lahan Ketahanan Pangan Batalyon Infanteri TP 833/Bumi Daranante seluas 4,2 Hektar yang terletak di Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (08/01/2026). 

Penanaman padi perdana ini dihadiri oleh Bupati Sanggau, Dandim 1204/Sanggau, Danyonif TP 833/BD, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sanggau, Kepala Desa Lape serta warga masyarakat. 

Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., dalam sambutannya mengatakan, Tanam padi perdana ini dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI khususnya Korem 121/Abw dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. 

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pertanian dengan maksimal", ujarnya. 

Sementara itu, Kepada Desa Lape Nikodemus Nong mengatakan, Pemerintah Desa Lape sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada pihak TNI karena sudah membantu dan mendorong masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian. 

"Kami berharap program tersebut tetap konsisten dan berkelanjutan sehingga bisa membangun ekonomi masyarakat di bidang pertanian", harap Kades Lape. 

Selain tanam padi perdana juga dilaksanakan penebaran bibit ikan lele sebanyak 7.500 ekor oleh Kasrem 121/Abw bersama para pejabat lainnya.

Sumber : Penrem 121/ABW (Si Juli )

Polres Sanggau Perketat Pengamanan Pancur Aji, Libur Tahun Baru Berlangsung Aman dan Terkendali

Oleh On Januari 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Polda Kalbar - Suasana libur Tahun Baru 2026 di kawasan Objek Wisata Pancur Aji, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berlangsung aman dan kondusif berkat pengamanan dan monitoring situasi kamtibmas yang dilaksanakan oleh Polres Sanggau, Sabtu, 3 Januari 2026.

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan fokus utama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aktivitas wisata di salah satu destinasi favorit warga Sanggau tersebut.

Pengamanan dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Novi Iswandi, didukung personel Polres Sanggau dan Polsek Kapuas yang tergabung dalam surat perintah pengamanan khusus libur Tahun Baru 2026.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, jumlah pengunjung yang memadati kawasan wisata Pancur Aji mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa, dengan estimasi kehadiran sekitar 450 wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah Kabupaten Sanggau.

Lonjakan pengunjung tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat karakteristik kawasan Pancur Aji yang memiliki aliran sungai berbatu, kedalaman air yang bervariasi, serta potensi perubahan arus secara tiba-tiba akibat faktor cuaca.

Selain potensi kecelakaan air, kepolisian juga mengantisipasi gangguan kamtibmas berupa tindak pidana pencurian atau kejahatan konvensional (C3) yang berpotensi terjadi di area parkir, titik keramaian, serta lokasi yang minim pengawasan.

Di sisi lain, peningkatan volume kendaraan keluar masuk kawasan wisata juga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, khususnya pada akses utama menuju lokasi dan sejumlah ruas jalan yang mengalami penyempitan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas melaksanakan patroli dialogis secara menyeluruh di area objek wisata, meliputi pintu masuk dan keluar, area parkir, tepian sungai, serta titik konsentrasi pengunjung.

Dalam patroli tersebut, personel secara aktif menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi, mematuhi batas aman saat beraktivitas di sungai, serta menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan wisata.

Padal Pengamanan Ipda Novi Iswandi menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi wisata bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat berjalan aman dan nyaman tanpa gangguan berarti.

“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Sanggau dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengedepankan langkah preventif dan persuasif agar pengunjung dapat menikmati libur Tahun Baru dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Ipda Novi Iswandi.

Secara umum, situasi kamtibmas di kawasan Objek Wisata Pancur Aji terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir, tanpa adanya kejadian menonjol, meskipun terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada momentum libur Tahun Baru 2026. (Dny Ard / Humas Res Sgu)- Bambang. 

Regu I Posyan Pujasera Intensifkan Patroli dan Layanan Publik di Sanggau

Oleh On Januari 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Polda Kalbar - Polres Sanggau terus mengintensifkan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat melalui kegiatan Regu I Pos Pelayanan (Posyan) Pujasera dalam rangka Operasi Lilin Kapuas 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan fokus menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan tugas Posyan Pujasera diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Regu I Polres Sanggau, Ipda Mujahit. Apel tersebut diikuti oleh lima personel Polres Sanggau serta dua personel dari Dinas Perhubungan sebagai bentuk sinergi lintas instansi.

Dalam arahannya, Ipda Mujahit menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel diminta menjaga perilaku sesuai ketentuan dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas di sekitar Posyan menjadi perhatian utama guna mencegah terjadinya kemacetan dan potensi kecelakaan, khususnya di kawasan padat aktivitas. Kehadiran petugas diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Regu I Posyan Pujasera juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di pusat keramaian dan area perbelanjaan. Patroli dialogis dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan unsur TNI serta instansi terkait untuk memperkuat sinergitas pengamanan.

Sebagai bentuk pelayanan terpadu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan turut disiagakan di Posyan. Layanan kesehatan ini diperuntukkan bagi masyarakat dan pemudik yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan awal selama beraktivitas.

Adapun sasaran patroli meliputi Dermaga Erna di Jalan H. Said, kawasan Pos Pelayanan dan pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal A. Yani, Pasar Pujasera, hingga objek wisata Pancur Aji di Jalan Pariwisata, Kabupaten Sanggau. Seluruh lokasi tersebut menjadi titik prioritas pengamanan dan pelayanan.

Petugas juga melaksanakan kegiatan sosial berupa pengecekan kesehatan secara langsung kepada masyarakat dan pemudik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan mitra masyarakat.

Ipda Mujahit menyampaikan bahwa setiap perkembangan situasi di lapangan dilaporkan secara berjenjang dan tepat waktu kepada pimpinan. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali selama Operasi Lilin Kapuas berlangsung.

“Alhamdulillah, selama pelaksanaan tugas Regu I Posyan Pujasera, situasi terpantau kondusif dan terkendali. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, santun, dan responsif agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan,” ujar Ipda Mujahit. (Dny Ard / Humas Res Sgu- Si Juli