Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Masyarakat pengguna jalan raya, mempertanyakan,  izin lokasi  kegiatan galian ( C ) tambang pasir yang  terlalu dekat dengan badan jalan raya.

Oleh On Januari 11, 2026

Boss Galian C Ilegal Kebal Hukum.
www.bidiksatunews.com.
Sanggau tanggal 11/1/2026. Terlihat jelas  sebuah kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama di jalan sanggau. Namun demikian  seakan semua terlihat biasa biasa saja, bahkan Tampa memikirkan imbas dari kegiatan tambang pasir tersebut. 

Jika memang  para penambang sudah mengantungi surat izin galian ( C )  apakah izin lokasi nya sudah susuai kah dengan Amdal, sebab daerah yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sangatlah, berpotensi terjadinya perubahan pada pondasi bibir pantai,apa lagi dekat dengan jalan raya.

Salah satu warga yang menyampai kan keluhan disaat melewati di areal kegiatan tersebut, terutama  jika musem kemarau  jalan jadi berdebu dan sering keluar masuk kendaraan pengangkut pasir, dan rawan terjadi nya kecelakaan lalu lintas. Dan seperti kita lihat sendiri di sekitar kegiatan tidak ada terpasang rambu rambu tanda  ada kegiatan tersebut, ungkap salah satu warga yang melintasi diareal tersebut, menyampai kan kepada awak media.


Sesuai komitmen preseden  Prabowo Subianto, untuk menindak tegas pelaku kegiatan ilegal di negeri ini, jika mareka sudah mengantungi izin, masyarakat berharap supaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengkaji ulang  tempat dan lokasi nya. 

Untuk izin galian ( C ) sekarang disebut pertambangan batuan  atau mineral bukan logam dan batuan ( MBLB ), prosesnya melibatkan perizinan ditingkat pemerintah,daerah, bupati, gubenur, melalui sistem, oss ( Online single submission ) dengan mengurus izin wilayah ( WIUP ) dan izin usaha ( IUP ).

Oprasi, termasuk syarat teknis, lingkungan ( AMDAL /UKL - UPL ), legalitas badan usaha (NIB,NPWP), rekomendasi warga/ desa, serta memenuhi standar K3, dengan kewenangan kini di provinsi / atau pusat berdasarkan UU minerba.


 (Bambang)

Investigasi Lapangan PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup Tak Bocorkan Limbah

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, Sabtu, 10 Januari 2026 - Kabar miring tentang dugaan kebocoran kolam limbah cair PT Agro Palindo Sakti 2 sempat mengguncang kepercayaan publik. 

Narasi itu menyebut aliran limbah mengalir bebas ke Sungai Sekayuk, Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun, fakta lapangan berkata lain.

Perusahaan langsung merespons dengan langkah cepat, transparan, dan berbasis bukti. Pada Kamis, 8 Januari 2026, investigasi terpadu digelar. Hasilnya? Tidak ada kebocoran. Tidak ada pencemaran. Hanya hoaks yang menyebar tanpa verifikasi.

Tim Gabungan Turun Tangan
Investigasi melibatkan unsur resmi dari berbagai pihak. Polsek Tayan Hulu, Babinsa setempat, perwakilan SSL Wilmar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau turut hadir. Mereka menyisir seluruh area kolam penampungan limbah secara fisik dan teknis.

Dokumentasi visual foto dan video dijadikan bagian integral laporan. Daftar hadir ditandatangani semua pihak sebagai bentuk pengesahan legal atas temuan lapangan. 

Berita Acara Investigasi Pengecekan Kolam Limbah pun menjadi dokumen resmi yang sah secara administratif dan hukum.

Kesimpulan bulat sistem pengolahan limbah berfungsi normal. Struktur kolam utuh. Tidak ditemukan rembesan apalagi aliran liar menuju sungai.

Meski investigasi awal menunjukkan kondisi aman, DLH Sanggau tidak berhenti sampai di situ. Sabtu, 10 Januari 2026, tim teknis dipimpin Kabid DLH Obob mengambil sampel air Sungai Sekayuk di sejumlah titik strategis.
Sampel tersebut kini dalam proses uji di laboratorium terakreditasi. Data ilmiah ini akan menjadi rujukan objektif untuk memastikan kualitas air tetap dalam ambang batas aman sesuai baku mutu nasional.

“Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem air tetap berada dalam ambang batas aman,” tegas Obob.

Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Publik diminta menunggu data valid, bukan spekulasi media sosial.

PT Agro Palindo Sakti 2 menegaskan operasional pabrik kelapa sawit (PKS) selalu mengacu pada regulasi lingkungan hidup nasional. Fasilitas pengolahan limbah dirawat berkala. Protokol mitigasi risiko diterapkan tanpa kompromi.

Perusahaan menyayangkan penyebaran informasi prematur yang memicu keresahan warga. 

“Verifikasi harus dilakukan lewat otoritas berwenang, bukan narasi viral tanpa dasar,” tegas manajemen.

Komitmennya bukan sekadar retorika. Dokumen investigasi terpadu menjadi bukti nyata bahwa bisnis dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. 

Di tengah sorotan global terhadap industri sawit, langkah transparansi ini justru memperkuat reputasi Wilmar Group di level regional maupun internasional.

Di era disinformasi, transparansi menjadi senjata ampuh melawan hoaks. PT Agro Palindo Sakti 2 memilih membuka pintu lebar bagi otoritas, masyarakat, dan media. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Langkah ini patut jadi contoh bagi korporasi lain: hadapi isu dengan fakta, bukan pembelaan kosong. Upaya pemantauan rutin terus ditingkatkan. Kerja sama dengan DLH Sanggau berlangsung berkelanjutan.

Bagi warga sekitar, kejernihan Sungai Sekayuk bukan hanya soal ekologi—tapi juga hajat hidup sehari-hari. Perusahaan sadar betul tanggung jawab sosialnya. Dan kali ini, mereka membuktikan lewat tindakan, bukan kata-kata.


Isu limbah PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup runtuh di hadapan fakta lapangan dan prosedur hukum yang ketat. Di tengah arus informasi liar, investigasi terpadu menjadi pelita kebenaran. Transparansi, kolaborasi, dan komitmen pada standar lingkungan adalah fondasi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya. Bambang dan Si Juli. 

*Banjir Rendam Beberapa Wilayah Sanggau, Kodim 1204/Sgu  Gerak Cepat Terjunkan Personel*

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau sejak Sabtu sore hingga Minggu (11/01/2026) pagi, memicu banjir di sejumlah kecamatan. Luapan air tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga memutus akses transportasi di perbatasan. 

Menyikapi kondisi darurat ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau bergerak cepat. Bersama instansi terkait, personel TNI diterjunkan untuk memonitor situasi dan membantu penanganan di titik-titik terparah, yakni Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan hingga pukul 08.30 WIB, dampak terparah dirasakan di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 200 sentimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. 

Di Desa Pengadang, banjir setinggi 2 meter merendam area seluas 45 hektare dan berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK). Kondisi serupa terjadi di Desa Sotok yang berdampak pada 185 KK. Sementara di pusat keramaian Desa Balai Karangan, sebanyak 471 rumah terendam banjir, melumpuhkan aktivitas 471 KK.

Dampak banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Kecamatan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Genangan air di ruas jalan tersebut mencapai ketinggian 115 cm.

"Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun harus menggunakan bantuan rakit dan perahu milik warga setempat," ujar Dandim 1204/Sanggau dalam keterangannya.

Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing. 

Sementara itu, di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Jalan Lintas Malindo penghubung Beduai-Sekayam juga tergenang sekitar 10-15 cm, namun masih perlu diwaspadai.

Dalam upaya penanganan bencana ini, Koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau bersinergi ketat dengan Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, serta pemerintah setempat. Tim gabungan terus melakukan ground check, memantau debit air, dan memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Dandim 1204/Sanggau menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi 24 jam.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu masyarakat apabila kondisi memburuk. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat setempat jika debit air kembali naik atau terjadi situasi darurat," tegas Dandim.

Hingga Minggu siang, cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dan debit air di wilayah terdampak belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Sumber : Pendam XII/Tpr. ( Bambang )

Maraknya Galian C Ilegal di Sanggau  KalimantanBarat, Minta Kepada Kepala Dinas ESDM Tegaskan Pentingnya Perizinan Sah

Oleh On Januari 09, 2026

Galian C di duga Ilegal milik pak yat
Sanggau 07 januari 2026 saat di konfermasi boss tersebut seperti kebal Hukum 

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau Kalimantan Barat – Maraknya aktivitas galian C ilegal di Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Diminta kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat,  pada Rabu, 07 Januari 2026, Supaya menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan, yang sangat mengkuatirkan tentang pengguna jalan raya/negara.
Pertambangan galian C,pengerokkan hampir mencecah bahu jalan provinsi termasuk karena bisa mengakibatkan jalan tersebut bisa longsor ambruk. 
Seharusnya galian C dan eksplorasi/ eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, dan penjualan, harus dilengkapi dengan perizinan yang sah, baik itu Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengingatkan bahwa kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenakan sanksi tegas berdasarkan Pasal 158 UU Minerba.
Dan menambahkan tidakjauhdarijalanNegara, kegiatan pertambangan tanpa izin merugikan daerah karena tidak ada kontribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta tidak mematuhi kaidah pertambangan yang baik dan pengelolaan lingkungan yang memadai.


Lebih lanjut,  di tegaskan bahwa pertambangan yang dilakukan di kawasan wilayah jalan Negara tersebut jelas melanggar aturan karena tidak ada Persetujuan Penggunaan Kawasan pemukiman warga,
Apakah memang ijin sudah diterbitkan oleh instansi terkait.
Di minta kepada kepala  (ESDM) Supaya menghimbau para penambang galian C untuk segera mengurus perizinan sesuai peraturan, baik melalui SIPB maupun IUP.

Mengingatkan bahwa wilayah tersebut rawan longsor dan jalan tersebut sering rusak. Jika di lihat dari berbagai aspek,tidak menutup kemungkinan jalan tempat penimbunan pasir akan longsor,apakah perizinan untuk mineral bukan logam dan batuan di tingkat provinsi kini sudah dilimpahkan kepada Gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2022.

Dengan langkah ini, diharapkan dapat mengurangi aktivitas pertambangan ilegal/ galian C dan mendorong para penambang untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Kalimantan Barat.
Penulis: (SJ-Tim)

Polda Metro Akan Klarifikasi Pelapor soal 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono

Oleh On Januari 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Polda Metro Jaya mulai melakukan penyelidikan terkait laporan terhadap komika Panjdi Pragiwaksono terkait materi stand up commedy 'Mens Rea'. Memulai penyelidikan, polisi akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak pelapor.
"Penyelidik dan penyidik akan melakukan undangan klarifikasi kepada pelapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, dalam proses penyelidikan ini, Polda Metro Jaya akan menganalisis barang bukti antara lain flashdisk rekaman percakapan, tangkapan layar atau gambar.

"Dan ini kami akan lakukan analisis," katanya.

Lebih lanjut Budi Hermanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak bias dalam menyampaikan sebuah informasi. Ia juga menegaskan Polda Metro Jaya akan profesional, proporsional, dan transparan dalam menangani kasus ini.


Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pandji dilaporkan terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataannya dalam acara stand up comedy bertajuk 'Mens Rea'.

Adapun pelapor dalam hal ini Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Pelaporan tersebut dibuat lantaran menurutnya materi yang disampaikan Pandji membuat kegaduhan. Dia juga menyebut materi tersebut bisa menimbulkan perpecahan.

"Menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik, dan memecah belah bangsa ini. Itu kan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak bangsa, anak Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," kata Presedium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, kepada wartawan, Kamis (8/1).

Media sudah menghubungi Pandji melalui akun Instagram miliknya untuk meminta tanggapan terkait pelaporan tersebut. Namun hingga berita ini dimuat belum ada respons.


Sikap PBNU dan Muhammadiyah
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan Aliansi Muda Nahdlatul Ulama yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya bukan bagian dari PBNU. Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan aliansi tersebut bukan representasi organisasi.

"Kalau representasi PBNU jelas tidak," dikutip dari situs NU Online, Jumat (9/1).

Ulil mengatakan pengatasnamaan NU dalam berbagai aktivitas oleh individu atau kelompok sudah ada sejak dulu. Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi yang terbuka.

Terlepas dari itu, Ulil menekankan mengenai pentingnya humor dalam kehidupan masyarakat. Dia menyesalkan jika ada komedian yang biasa membuat orang tertawa justru harus berhadapan dengan proses hukum.

"Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji," ujar Ulil.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan pelaporan yang dilakukan oleh Aliansi Muda Muhammadiyah terhadap komika Pandji Pragiwaksono bukan sikap resmi persyarikatan. Muhammadiyah menegaskan sikap sebagai organisasi yang menjunjung prinsip keadaban publik dan penyelesaian persoalan secara arif serta bijaksana.

"Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah," kata Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam pernyataan pers, Jumat (9/1/2026).

Bachtiar menyampaikan setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah. Menurut dia, pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan sikap resmi persyarikatan.

"Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah," ujar dia.

Di sisi lain, Bachtiar menyampaikan Muhammadiyah menghormati upaya setiap warga negara yang menempuh jalur hukum. Namun, kata dia, hal itu merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok, bukan institusi Muhammadiyah.(Red)-Si Juli-

Patung liberty viral di pondok cabe tangerang selatan membuat berasa di New York

Oleh On Januari 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Patung Liberty di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten viral di media sosial. Patung replika itu ramai karena disebut membuat Pondok Cabe berasa seperti di New York, Amerika Serikat.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (9/1/2026) patung itu berada di Jalan Pala Raya, tak jauh dari Bandara Pondok Cabe. Letaknya cukup tersembunyi karena ada di belakang toko kelontong.

Sepintas, patung itu terhalangi oleh toko namun masih terlihat jelas dari jalan raya. Untuk mencapai patung tersebut, harus jalan menyeberang lewat jembatan bambu setapak
Di lokasi yang sama, ada patung lain yang warnanya mirip. Di belakang Patung Liberty, ada patung petani membawa cangkul dan patung macan.

Setelah ditelusuri, pemilik atau pembuat Patung Liberty Pondok Cabe itu adalah Sutopo (53). Dia adalah pematung yang sudah membuka studio patungnya di Pondok Cabe sejak 2007.

Pria yang dipanggil Topo itu mengatakan, Patung Liberty Pondok Cabe itu awalnya dibuat untuk pesanan seseorang di Kalimantan. Lokasi tersebut menjadi tempatnya untuk membuat patung.

"Jadi karena memang ada order, ya saya terima kemudian saya produksi, saya kirim yang aslinya. Yang di Pondok Cabe itu limbahnya istilahnya. Jadi sebagai master produksinya udah saya pindah, udah saya kirim. Jadi dari produksi itu udah saya finishing jauh lebih bagus, gitu," kata Topo saat berbincang dengan detikcom.

Topo mengatakan, pemesan sengaja meminta Patung Liberty untuk dekorasi tempat usahanya. Patung itu disebut cocok dengan tema Amerika Serikat.

"Semacam taman wisatalah. Jadi emang kebetulan dia punya ikon ke sana. Jadi sisi-sisi dari patung itu emang ada-ada sesuatu yang berbau USA gitu loh, yang berbau Amerika. Jadi biar sinkron, biar sinkron, dipasanglah Liberty sebagai ikon di situ," katanya.

Seingat Topo, Patung Liberty Pondok Cabe dibuat sekitar 5 tahun atau 6 tahun lalu. Ketika itu, dia masih rutin membuat patung di tempat tersebut- Bambang-

Panen Raya Jagung Serentak Digelar di Melawi, Polres Dukung Swasembada

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-

*Polres Melawi Polda Kalbar* – Lahan jagung Polres Melawi di belakang Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Melawi menjadi lokasi pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025.

Panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr. Ospla, didampingi Waka Polres Melawi Kompol Aang Permana, S.I.P., M.A.P. Turut hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Melawi Dr. P. R. Beni Robin, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi Moh. Syaiful Khair, S.Sos., M.Si, Kepala BKPSDM Melawi Jaya Sutardi, S.H, serta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri LO Kodim 1205 Kapten H. Didik H. P, Kabid PPMD DPMD Kabupaten Melawi Zulkifli, S.Sos., M.Si, Perwakilan Perum Bulog Sintang, para PJU Polres Melawi, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan seperti PMKRI Cabang Melawi, Katab Kebahan Pasak Kebebu Kabupaten Melawi, GMKI Cabang Melawi, GMNI Cabang Melawi, dan seluruh personel Polres Melawi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV yang dilaksanakan secara nasional. Selanjutnya dilakukan pelepasan hasil panen raya jagung serentak Kuartal IV di wilayah hukum Polres Melawi yang diserahkan kepada Forum Bulog Sintang.
Dari hasil panen tersebut, total jagung yang berhasil dipanen mencapai 1.000 kilogram atau 1 ton. Hasil panen ini menjadi salah satu kontribusi nyata Polres Melawi dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon menyampaikan bahwa Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia merupakan bentuk komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semangat kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Sumber 
Humas Res Mlw ( SiJuli& Bambang).

Kapolres Melawi Mengimbau Seluruh Masyarakat Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Potensi Banjir dan Longsor

Oleh On Januari 08, 2026

Kepala BPBD Kabupaten Melawi : Terdapat Sejumlah Desa Terdampak Banjir dan Longsor*
Www.bidiksatunews.com-
*Polres Melawi Polda Kalbar* – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Melawi mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, Kamis (8/1/2026).

Bencana hidrometeorologi tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Belimbing, dan Kecamatan Ella Hilir. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa sungai meluap dan tanah di wilayah perbukitan menjadi labil.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Kapolres Melawi AKBP Haris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr. Opsla mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, serta wilayah perbukitan.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada, memantau kondisi lingkungan sekitar, dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi situasi darurat,” ujarnya.

Berdasarkan Prospek Cuaca Hari Ini BMKG tanggal 09 Januari 2025 pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di Kabupaten Melawi secara umum berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah seperti Nangapinoh, Ella Hilir, Pinoh Selatan, Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, dan Tanah Pinoh Barat, terutama pada pagi dan malam hari.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, SP., M.M., menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari Pihak kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat, terdapat sejumlah desa yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Di Kecamatan Tanah Pinoh, desa yang terdampak banjir meliputi Desa Bata Luar, Desa Maris Permai, Desa Bina Jaya, dan Desa Pelita Kenaya. Sedangkan di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, banjir melanda Desa Keluas Hulu, Desa Harapan Jaya, Desa Laja, Desa Lintah Taum, Desa Ulak Muid, Desa Pelita Jaya, dan Desa Bukit Raya.

Untuk Kecamatan Belimbing, desa terdampak antara lain Desa Balai Agas dan Desa Upit.
Sementara di Kecamatan Ella Hilir, tepatnya di Desa Bemban Permai, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan akses jalan desa tertutup material longsoran.

“Hujan lebat menyebabkan beberapa sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap, serta memicu terjadinya tanah longsor di wilayah tertentu,” jelas Daniel.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi air di beberapa kecamatan pada sore hari dilaporkan telah berangsur surut. Hingga saat ini, aparat gabungan dari Polres Melawi, BPBD, dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
Sumber 
Humas Res Mlw ( Bambang).

Krisis Sampah Tangsel: Status Darurat Diperpanjang, Sampah Dibuang ke Cileungsi

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Urusan sampah di Kota Tangerang Selatan, Banten, tak kunjung beres. Status darurat diperpanjang dan pengalihan sampah ke daerah tetangga kena pingpong sana-sini.
Sejak pertengahan Desember 2025, sampah menumpuk di titik-titik ruang publik Tangsel belum sepenuhnya bisa diangkut ke tempat pembuangan sampah. Solusi sementara yang dilakukan Pemkot Tangsel yakni menutupi tumpukan sampah dengan terpal.

Pada 16 Desember 2025, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan permintaan maaf atas tumpukan sampah di flyover Ciputat. Benyamin mengatakan penutupan sampah dengan terpal hanya bersifat sementara
"Pertama-tama, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat terkait tumpukan sampah di kawasan flyover Ciputat. Saya memahami betul dan merasakan keresahan warga karena persoalan sampah menyangkut langsung kenyamanan dan kesehatan," ujar Benyamin kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).
Dia mengatakan sampah-sampah ditutup menggunakan terpal sambil menunggu penataan pengelolaan sampah di hilir. Dia mengatakan flyover Ciputat jadi fokus Pemkot Tangsel agar pembuangan sampah tak terulang.

"Saya ingin menegaskan bahwa penutupan dengan terpal dan penyemprotan antibau hanya bersifat sementara untuk mengurangi bau dan dampak lingkungan. Dalam jangka pendek, sampah di lokasi tersebut saat ini sudah dilakukan pengangkutan secara bertahap," jelasnya.

Status Darurat Sampah
Pemerintah Kota Tangsel kemudian menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah pada 23 Desember sampai 5 Januari 2026. Status darurat sampah ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.

Walkot Benyamin juga menyebut sampah-sampah yang masih menggunung di sejumlah titik diangkut bertahap. Dia mengimbau warga menghindari membuang sampah di sejumlah titik penumpukan yang ada.

Kala itu Benyamin memahami masyarakat khawatir dan terganggu adanya tumpukan sampah itu. Dia memastikan pengangkutan sampah dilakukan bertahap
Pada status darurat tahap pertama ini rupanya tumpukan sampah belum juga bisa teratasi. Pemkot Tangsel memperpanjang status darurat hingga 19 Januari 2026.

"Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel Essa Nugraha, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb Asep Nurdin menambahkan, perpanjangan itu didasari hasil evaluasi status darurat sampah tahap pertama. Berdasarkan hasil evaluasi masih ditemukan tumpukan sampah sehingga memerlukan penanganan ekstra.

Da berharap penanganan masalah sampah berjalan optimal selama perpanjangan status darurat.

"Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya," ujar dia.


Sampah Tangsel Ditolak Warga Serang
Pemkot Tangsel dan Serang kemudian menjalin kerja sama pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Taktakan, Kota Serang. Namun langkah ini menuai protes warga.

Mereka menyebut air lindi dari truk pengangkut sampah di Tangsel mencemari jalanan dan menimbulkan bau. Warga Taktakan menggelar demonstrasi di Kantor Kecamatan Taktakan, Kota Serang membentangkan spanduk penolakan sampah dari Tangsel.

Salah satu perwakilan warga Taktakan, Yuda, mempertanyakan klaim bahwa warga sekitar TPAS Cilowong setuju terhadap kiriman sampah dari Tangsel.

"Mohon ditunjukkan tanda tangan masyarakat yang setuju, biar kami tahu siapa saja yang setuju. Berarti ini bukan mengatasnamakan masyarakat Taktakan. Masyarakat Taktakan untuk sementara ini menolak. Saya sendiri merasakan baunya," kata Yuda, Selasa (6/1/2026)
Atas hal itu, Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangsel untuk dilakukan evaluasi. Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, menyampaikan untuk sementara penerimaan sampah dari Tangsel yang diujicobakan sejak 1 Januari 2026 dihentikan.

"Ini kan baru uji coba beberapa hari. Kita hentikan dulu untuk dilakukan evaluasi. Saya pikir wajar masyarakat menyampaikan aspirasinya, baik dengan keras maupun lembut. Poinnya, kita akan melakukan perbaikan-perbaikan," ujar Nanang.

Menurut Nanang, Pemkot berkomitmen membuka ruang dialog dengan warga yang menolak maupun yang menerima kebijakan tersebut. Ia mengaku telah mendengar berbagai keluhan warga selama uji coba penerimaan sampah dari Tangsel.

"Kami membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk melihat apa saja dampak dari perjanjian kerja sama itu. Misalnya, ada mobil truk Tangsel yang sebagian sudah bagus, sebagian masih rusak, bau air lindi masih ada. Ini menjadi bahan perbaikan ke depan agar proses perjanjian kerja sama ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan ada sejumlah keterangan yang diperoleh selama audiensi, mulai dari kondisi truk pengangkut hingga persoalan air lindi yang masih menetes.

"Berdasarkan pengawasan, termasuk dari masyarakat yang secara sukarela ikut mengawasi, disampaikan bahwa mobilnya baru. Kedua, soal terpal, ketika ditemukan tidak layak langsung diganti baru. Kemudian air lindi, di tampungan masih ada yang tercecer. Kami juga memastikan sampah yang dibawa ke Kota Serang adalah sampah baru, bukan timbunan," kata Wahyu
Pemkot Tangsel Kini Alihkan Sampah ke Cileungsi
Pemkot Tangsel langsung mengambil langkah melakukan pembuangan sampah ke wilayah lain. Tumpukan sampah di Tangsel dibuang ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

"Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Tangerang, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).

Benyamin mengatakan pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi agar tak ada lagi penumpukan sampah di dekat permukiman maupun ruang publik di Tangsel. Apalagi, pembuangan sampah ke TPAS Cilowong saat ini disetop sementara.

"Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel," ucapnya
Benyamin memastikan pihaknya terus mengupayakan melakukan penanganan sampah di wilayahnya. Dia juga mengatakan penghentian pengiriman sampah ke Cilowong bersifat sementara.

"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," katanya.

Dia menjelaskan, Pemkot Tangsel mengevaluasi sistem secara menyeluruh agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.

"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah
Si Juli-

Iran Tegaskan Tidak Akan Memberi Toleransi kepada Perusuh

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Iran menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada para “perusuh”, meski tetap mengakui hak publik untuk menyampaikan protes. 

Pernyataan itu disampaikan Kepala Lembaga Peradilan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, pada Senin (5/1), menyusul gelombang demonstrasi yang telah berlangsung lebih dari sepekan dan di sejumlah titik berujung korban jiwa. 

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa Iran terus dipantau dan akan “mendapat pukulan sangat keras dari AS” jika aparat membunuh lebih banyak demonstran. Hal ini disampaikan Trump di atas pesawat Air Force One setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela akhir pekan lalu. 

Aksi protes di Iran pertama kali pecah pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di ibu kota Teheran menggelar mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga dan stagnasi ekonomi. Seiring waktu, demonstrasi menyebar ke berbagai kota lain dan berkembang menjadi tuntutan politik. 

“Saya menginstruksikan Jaksa Agung dan Jaksa Penuntut di seluruh negeri untuk bertindak sesuai hukum dan dengan ketegasan terhadap para perusuh dan pihak-pihak yang mendukung mereka, tanpa menunjukkan keringanan atau toleransi,” kata Ejei, seperti dikutip kantor berita peradilan Mizan. 

Meski demikian, Ejei menegaskan bahwa pemerintah Iran tetap mendengarkan suara para demonstran dan kritik mereka, serta membedakan antara para pemrotes dengan para perusuh. 

Respons PBB 

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres juga angkat bicara. Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres mendesak Iran menghormati hak warga untuk melakukan aksi protes secara damai, sembari menekankan pentingnya mencegah jatuhnya korban tambahan. 

“Setiap individu harus diizinkan untuk berunjuk rasa secara damai dan menyampaikan keluhan mereka,” ujar Guterres. 

Menurut penghitungan AFP berdasarkan pernyataan resmi dan laporan media, demo telah terjadi di 23 dari 31 provinsi di Iran dan memengaruhi setidaknya 45 kota. Mayoritas aksi berlangsung di kota-kota kecil dan menengah, terutama di wilayah barat Iran. 

Sudah Memasuki Hari ke-12 

Seorang polisi Iran dilaporkan tewas akibat penusukan di tengah demonstrasi yang berlangsung di dekat ibu kota Teheran. Media lokal melalui AFP melaporkannya hari ini, Kamis (8/1), ketika aksi protes atas biaya hidup itu memasuki hari ke-12. 

Petugas polisi itu bernama Shahin Dehghan, anggota kepolisian di wilayah Malard di sebelah Barat Teheran. 

“Tewas beberapa jam yang lalu setelah ditusuk saat berupaya mengendalikan kerusuhan," demikian yang dilaporkan kantor berita Fars. 

Fars menambahkan bahwa upaya untuk mengidentifikasi pelaku sedang berlangsung. 

Kemlu Pastikan 386 WNI Tak Terdampak 

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah mengungkapkan 386 WNI di Iran dalam kondisi aman, menyusul demonstrasi yang berlangsung sejak Minggu (28/12) di ibu kota Teheran. Para pemilik toko melakukan mogok kerja akibat harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan adanya stagnasi ekonomi. 

Hal itu disampaikan Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat pada Kamis (8/1). 

“Perkembangan situasi di Iran, sudah 10 hari ya demo-demo ini berlangsung dan sudah ada beberapa korban, tapi so far belum ada laporan WNI yang terdampak. Kondisi WNI masih baik di sana. Dan data per Juni 2025 ini, WNI kita di sana sebanyak 386 orang,” ujarnya.

Kapolsek Silat Hulu Cek Tanaman Jagung di Desa Lebak Najah

Oleh On Januari 08, 2026


Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu — Kapolsek Silat Hulu Polres Kapuas Hulu, AKP Jaspian bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat Desa Lebak Najah, melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung yang berlokasi di Dusun Lebak Lestari, Desa Lebak Najah, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis sore (8/1/2026)

Dalam pengecekan lahan tersebut, AKP Jaspian menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kinerja para petani yang didukung Pemerintah Desa Lebak Najah, Kecamatan Silat Hulu dalam mendukung ketahanan pangan di wilayahnya. Tanaman jagung yang ditinjau memiliki luas lahan sekitar 1,2 hektar, yang ditanam pada tanggal 18 Nopember 2025.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pertumbuhan jagung tersebut terpantau sangat baik. Tanaman telah mencapai tinggi sekitar 180 sentimeter dan menunjukkan kondisi pertumbuhan yang subur dan hijau.

Menurut keterangan dari perangkat Desa Lebak Najah, Harun, S. Hut, yang mendampingi saat pengecekan tersebut menyampaikan bahwa, tanaman jagung tersebut dirawat dengan pemupukan menggunakan pupuk organik serta pupuk kandang. Proses pemupukan sudah dilakukan sebanyak dua kali pemupukan. Selain itu, penyemprotan pestisida juga dilakukan secara berkala untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Selanjutnya, AKP Jaspian menambahkan bahwa keterlibatan Polri khususnya Polsek Silat Hulu Polres Kapuas Hulu dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi di bidang pembinaan masyarakat.

“Kami mendukung penuh kegiatan pertanian yang dilaksanakan masyarakat di wilayah Kecamatan Silat Hulu. Ini bagian dari wujud kepedulian kami terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan warga,” tutup mantan Kapolsek Bunut Hulu.
Sumber Kapolsek- Silat Hulu 
Mr.Eddy 

Dukung Asta Cita Presiden RI Dalam Ketahanan Pangan, Kasrem 121/Abw hadiri Tanam Padi Perdana di lahan seluas 4,2 Hektar

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU - Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismai Marzuki, S.I.P., tanam padi perdana di Lahan Ketahanan Pangan Batalyon Infanteri TP 833/Bumi Daranante seluas 4,2 Hektar yang terletak di Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (08/01/2026). 

Penanaman padi perdana ini dihadiri oleh Bupati Sanggau, Dandim 1204/Sanggau, Danyonif TP 833/BD, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sanggau, Kepala Desa Lape serta warga masyarakat. 

Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., dalam sambutannya mengatakan, Tanam padi perdana ini dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI khususnya Korem 121/Abw dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. 

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pertanian dengan maksimal", ujarnya. 

Sementara itu, Kepada Desa Lape Nikodemus Nong mengatakan, Pemerintah Desa Lape sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada pihak TNI karena sudah membantu dan mendorong masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian. 

"Kami berharap program tersebut tetap konsisten dan berkelanjutan sehingga bisa membangun ekonomi masyarakat di bidang pertanian", harap Kades Lape. 

Selain tanam padi perdana juga dilaksanakan penebaran bibit ikan lele sebanyak 7.500 ekor oleh Kasrem 121/Abw bersama para pejabat lainnya.

Sumber : Penrem 121/ABW (Si Juli )

Danrem 121/Abw tinjau rencana pembangunan Batalyon TP 836/PP yang terletak di Kabupaten Bengkayang Kalbar

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
BENGKAYANG - Komandan Korem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., didampingi Kasiter Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Negy Kuntagina dan Dandim 1209/Bky Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc., meninjau secara langsung lokasi untuk perencanaan pembangunan dan pembentukan Batalyon TP 836/PP yang bertempat di Ds. Goa Boma Kec. Monterado Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu ( 07/01/26 ) Kemarin.

Lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan Batalyon di wilayah ini menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan kekuatan TNI Angkatan Darat di daerah Kabupaten Bengkayang tersebut.

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., pada kesempatan ini menjelaskan bahwa peninjauan ini dilakukan sebagai bagian penting dari tahap perencanaan awal pembangunan. Langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa area yang dipilih sesuai dengan standar teknis dan kebutuhan fungsional dari sebuah batalyon.
"Selain mengevaluasi kondisi fisik lokasi, tujuan utama dari kunjungan kerja ini juga untuk memastikan kesiapan lokasi secara menyeluruh, memantau kondisi wilayah sekitar, serta mendapatkan gambaran terkait dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat", ujarnya. 

Lebih lanjut Danrem 121/Abw mengatakan bahwa dalam rangka rencana pembangunan pembentukan Bataliyon ini juga perlu dukungan dari elemen lokal yang dianggap sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan, karena akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat diantaranya seperti kelancaran berlalu lintas dengan adanya akses pendukung jalan didaerah tersebut sehingga mempermudah bagi masyarakat sekitar dalam melaksanakan berbagai macam kegitan sehari-hari nya serta hubungan yang sinergis antara TNI dengan masyarakat.

Sumber : Penrem 121/ABW (Bambang )