Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Kapolres Kapuas hulu Antisipasi cuaca ekstrem dan banjir.

Oleh On Januari 11, 2026

www.bidiksatunews.com.
12/1/2026 Kapolsek silat hilir bersama anggota nya melakukan pemasangan baleho  himbauan, waspada banjir di daerah desa Nanga nuar dan sekitar nya yang rawan terjadinya banjir.
Sehubungan dengan cuaca ekstrem dan curahan hujan tinggi yang menyebab kan kenaikan debit air sungai di sejumlah wilayah kabupaten Kapuas hulu, Kapolres kapoluas hulu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar  meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir dengan cara.


" Selalu memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG dan pihak terkait.
" Waspada terhadap kenaikan debit air sungai terutama bagi masyarakat yang tinggal  di bantaran sungai dan daerah rawan banjir.

" Menghindari aktivitas disekitar sungai saat debit air meningkat dan arus deras guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ,
" Mengamankan barang - barang berharga dan dokumen penting ketempat yang lebih aman dan tinggi.
" Siapkan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat apabila sewaktu - waktu diperlukan.

" Segera melaporkan kepada pihak kepolisian, aparat desa,atau petugas terkait apabila terjadi keadaan darurat atau potensi bencana.
Polres Kapuas hulu bersama instansi terkait siap memberikan bantuan dan respon cepat kepada masyarakat yang terdampak. tetap waspada,  jaga keselamatan , dan mari bersama saling bergotong royong untuk saling membantu satu sama lain jika terjadi bencana alam di wilayah di kabupaten Kapuas hulu. 

( Bambang )

TNI AL evakuasi korban kecelakaan kapal tenggelam di Selat Berhala

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta - Personel TNI Angkatan Laut menyelamatkan korban kecelakaan kapal pompong kayu yang terbalik dan tenggelam karena gelombang tinggi saat berlayar di perairan Selat Berhala, Jambi, pada Jumat (9/1). 

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan upaya penyelamatan itu dilakukan oleh Binpotmar Nipah Panjang, Lanal Palembang. 

Denih menjelaskan peristiwa kecelakaan itu terjadi ketika kapal sedang berlayar menuju perairan Alang 3, dengan posisi kejadian di koordinat 0°55’025” LS – 104°4’425” BT. 

"Informasi awal diterima pada pukul 20.19 WIB dari Terminal Petrochina terkait adanya teriakan minta tolong di sekitar Jetty LPG," kata Denih. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel TNI AL bersama tim penyelamatan segera bergerak menuju lokasi menggunakan Crew Boat (CB) MML 01 dan CB BJI pukul 20.30 WIB. 

Sambil menerjang ombak besar dan cuaca yang tidak kondusif, tim dari TNI AL berangkat menuju lokasi dan berhasil menemukan korban tenggelam. 

"Dari hasil evakuasi, tiga orang nelayan atas nama Sutarno, Sahuri dan Andri berhasil diselamatkan, sementara satu korban atas nama Parwan (68) dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan medis di Klinik Ship 115," kata Denih. 

Denih melanjutkan seluruh penumpang kapal pun dibawa ke fasilitas medis lebih layak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Upaya ini merupakan bukti komitmen TNI AL melalui Koarmada RI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Melalui langkah cepat, terukur dan mengutamakan keselamatan. TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada RI, berkomitmen untuk terus hadir melindungi masyarakat maritim serta menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia," jelas Denih. Sumber Humas AL- Bidiksatunews 

Polsek Danau Panggang Pantau Debit Air Sungai, Beberapa Desa Terdampak Banjir

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
HSU, KALIMANTAN SELATAN – Polsek Danau Panggang melakukan pemantauan perkembangan debit air sungai di wilayah hukumnya pada hari Minggu (11/01/2026) pukul 11.00 hingga 12.00 Wita. Pantauan yang dilakukan atas arahan Kapolsek Danau Panggang menunjukkan beberapa desa mengalami genangan air akibat kenaikan debit sungai.
 
Dalam laporan resmi yang diterima, tiga desa terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 50 cm hingga 100 cm di atas permukaan tanah. Berikut rincian daerah terdampak:
 
- Desa Darussalam: Jalan di RT 01 dan RT 02 terendam dengan ketinggian air antara 50 cm – 100 cm.
- Desa Palukahan: Jalan di RT 01, RT 02, RT 03 serta jalan akses menuju Kantor Kecamatan Danau Panggang tergenang dengan ketinggian air yang sama rentang dengan Desa Darussalam.
- Desa Pandamaan: Jalan Albio (RT 01 dan RT 02) terendam sekitar 50 cm – 80 cm, sedangkan Jalan Suka Ramai di depan Kantor Desa Pandamaan (RT 03) tergenang ± 50 cm.
 
Selain itu, pemantauan di Pintu Air Desa Bitin menunjukkan ketinggian air mencapai 4,2 meter, naik 20 cm dari kondisi sebelumnya yang berada pada angka 4 meter. Kenaikan ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi meningkatkan luas wilayah yang terdampak jika debit air terus meningkat.
 
Menanggapi kondisi tersebut, Polsek Danau Panggang telah mengambil sejumlah langkah antisipatif:
 
1. Memberikan himbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap risiko banjir.
2. Melarang anak-anak bermain di sekitar pinggir sungai untuk menghindari bahaya hanyut atau tenggelam.
3. Melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah desa masing-masing untuk menyebarkan informasi terkini tentang kondisi banjir kepada masyarakat.
4. Menyiapkan peralatan penunjang penanganan banjir seperti ban dalam, tali, dan sepatu bot yang siap digunakan jika diperlukan.
 
Kapolsek Danau Panggang menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan berkala dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada Polres Hulu Sungai Utara (HSU). "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah, segera hubungi pihak berwenang jika ada kondisi yang memerlukan bantuan," ujar Kapolsek dalam kesempatan tersebut.
 
Polres HSU juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kondisi cuaca dan debit sungai guna menghindari dampak yang tidak diinginkan. Prinsip kerja "Ikhlas, Komitmen, Konsisten dan Bermartabat" menjadi landasan dalam pelayanan dan penanganan situasi darurat seperti ini. Sumber Humas Polsek Kalsel- ( Si Juli)

Harno Irawan Tekankan Disiplin Kader PDI Perjuangan di Rakernas I 2026

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Jakarta, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Harno Irawan, menegaskan pentingnya menanamkan nilai kedisiplinan di tubuh partai sebagai fondasi membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampak melakukan dialog virtual dengan warga terdampak bencana di Aceh serta kru Kapal Rumah Sakit (RS) Malahayati. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Spirit Kemanusiaan.

“Seperti pesan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kita harus menanamkan kedisiplinan. Harapannya, ke depan bangsa dan negara menjadi lebih baik. Ini yang harus kita ubah, mindset kita,” ujar Harno usai menghadiri Rakernas dan HUT ke 53 PDI-P di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026) 

Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai ideologi yang menjunjung tinggi nilai perjuangan, bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial.

“Kita harus tanamkan kedisiplinan, karena kita ini partai ideologi, bukan partai seremoni,” tegasnya.

Menurut Harno, sebagai kader partai, seluruh anggota harus memiliki semangat pengabdian yang kuat kepada bangsa dan negara.
“Kita sebagai kader partai harus penuh dengan rasa pengabdian kepada negara dan bangsa ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Harto turut menyampaikan aspirasi terkait kondisi daerah pemilihannya. Ia menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesawaran masih belum maksimal dan perlu mendapat perhatian lebih ke depan.
(Bambang)

Warga Kampung Dangdeur Aktif Dukung Program Lapor Kapolresta

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Banjaran, Kabupaten Bandung – Warga RT 01/RW 06 Kampung Dangdeur, Desa Kiangeoke, Kecamatan Banjaran, aktif mendukung Program Lapor Kapolresta sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan setempat.

Program Lapor Kapolresta merupakan sarana komunikasi antara masyarakat dan kepolisian untuk menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan. Melalui program ini, warga tidak hanya melaporkan kejadian besar, tetapi juga informasi awal yang dinilai penting untuk mencegah terjadinya permasalahan yang lebih luas.

Perwakilan warga Kampung Dangdeur menyampaikan bahwa laporan yang disampaikan meliputi aktivitas mencurigakan, kerusakan fasilitas umum, hingga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian aparat kepolisian.

“Melalui laporan dini, kami berharap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak awal dan lingkungan tetap aman serta kondusif,” ujar perwakilan warga.

Dengan partisipasi aktif masyarakat dan respons kepolisian melalui kanal resmi yang telah ditentukan, situasi kamtibmas di Kampung Dangdeur hingga saat ini terpantau aman dan terkendali. Warga pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam Program Lapor Kapolresta, karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Sumber Aziz-bandung
(Bambang Bidiksatunews)

Operasi Lilin Candi di Kendal, Polisi Catat Nihil Korban Tewas Selama Nataru

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
KENDAL — Satuan Lalu Lintas Polres Kendal mencatat nihil korban meninggal dunia selama pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 melalui Operasi Lilin Candi. 

Selama operasi berlangsung, tercatat 16 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kendal.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda Heru Andriantoro, mengatakan dari jumlah tersebut terdapat satu korban luka berat dan 19 korban luka ringan. 

Tidak ada korban jiwa selama masa pengamanan Nataru.

“Dari 16 kejadian kecelakaan tersebut, tidak ada korban meninggal dunia. 

Korban luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak 19 orang,” kata Ipda Heru, Minggu (11/01/2026).

Ia menjelaskan, Operasi Lilin Candi 2025–2026 dilaksanakan mulai 20 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 2 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, Polres Kendal menyiapkan sembilan pos pengamanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

“Petugas kami tempatkan di posko-posko yang telah disiapkan serta di titik-titik rawan lainnya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Sembilan pos tersebut terdiri atas dua pos di rest area jalan tol, tiga pos di exit tol, satu pos terpadu di Alun-alun Kendal, serta empat pos pengamanan di gereja-gereja.

Ipda Heru menambahkan, selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi tidak ditemukan kejadian menonjol. 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kendal tetap kondusif.

“Selama Operasi Lilin Candi tidak ada kejadian yang menonjol. 

Ini dibuktikan dengan nihilnya korban meninggal dunia,” tegasnya.

Ia juga memaparkan perbandingan data kecelakaan dengan Operasi Lilin Candi tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2024 tercatat 17 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan empat korban meninggal dunia, 16 korban luka ringan, serta kerugian materiil sebesar Rp8,2 juta.

Sementara pada Operasi Lilin Candi 2025, jumlah kejadian menurun menjadi 16 kasus, tanpa korban meninggal dunia, satu korban luka berat, 19 korban luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp12,7 juta.

Polres Kendal mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta memastikan kesiapan fisik sebelum melakukan perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Sumber-(Ismun )- (Si Juli)

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala Hadiri Perayaan Natal Bersama Pangayo Kabupaten Sintang

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SINTANG - Perkumpulan Pakomoant Keluarga Samang Layo (Pangayo) Kabupaten Sintang melaksanakan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Auditorium STKIP Persada Khatulistiwa Sintang pada Sabtu, ( 10/01/2026 ) 

Hadir pada acara tersebut Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Pengurus Pangayo Sintang dan warga sub suku Dayak Kanayatn yang tinggal di Kabupaten Sintang.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan Tuhan hadir menyelamatkan kita dan keluarga, sehingga keluarga harus baik dan utuh.

“saya berharap keluarga semakin kuat, kokoh, harmonis saat ini dan masa depan. Terus jaga keluarga kalian, saat ini tantangan semakin banyak. Sehingga keluarga harus menghadirkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari” terang Bupati Sintang
“kami di Pemkab Sintang juga menerima kritikan dan saran dari warga Kabupaten Sintang. Kami tentu akan mempelajarinya dan menindaklanjuti saran tersebut” tutup Bupati Sintang. 

Yohanes Ketua Pangayo Kabupaten Sintang menyampaikan Pangayo merupakan wadah berkumpulnya warga dari sub suku Dayak Kanayatn yang berasal dari Landak, Singkawang, Bengkayang, Kubu Raya, Pontianak, Singkawang, Mempawah dan Sanggau yang tinggal di Kabupaten Sintang.
“sudah dibentuk sejak 1985. Dan sekarang sudah terdaftar di Badan Kesbangpol Kabupaten Sintang. Artinya organisasi perkumpulan kami ini sudah diakui oleh pemerintah. Pangayo artinya perantau” beber Yohanes.

“Pangayo Kabupaten Sintang mendukung penuh kebijakan dan program Pemkab Sintang yang saat ini dipimpin oleh Bapak Gregorius Herkulanus Bala dan Florensius Ronny. Kami berharap ke depan, Pangayo Kabupaten Sintang bisa memiliki sekretariat untuk melaksanakan berbagai kegiatan” terang Yohanes. 

Tepenus Ketua Panitia Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Pangayo Kabupaten Sintang menjelaskan kegiatan dilaksanakan untuk mensyukuri berkat yang sudah diterima sepanjang 2025 dan menyambut tahun baru 2026 dengan semangat kebersamaan sebagai warga perantauan.

“kegiatan ini juga wadah silaturahmi seluruh warga sub suku Dayak Kanayatn yang sudah menjadi warga Kabupaten Sintang. Tema acara kami adalah Barakat Jubata Yesus Kristus, Keluarga Diri’ jadi barakat man baguna onto’ samua talino”terang Tepenus. 

Diakhir acara, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyerahkan door prize kepada warga Pangayo Kabupaten Sintang berupa bibit buah-buahan.

Adapun kegiatan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 adalah ibadah yang dipimpin Pdt. Yosep, sambutan-sambutan, penyerahan bingkisan untuk warga Pangayo Kabupaten Sintang yang lansia dan acara hiburan.
Sumber Humas Pemkab Sintang- (Ridwan)

Jalan Kabupaten di Pagelaran Pandeglang Lumpuh Total, Anak-Anak Terpaksa Tak Sekolah

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com
Pandeglang – Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas jalan kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kampung Margahayu, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Jalan alternatif yang selama ini menjadi akses utama masyarakat dan anak-anak sekolah tersebut lumpuh total akibat banjir yang merendam badan jalan, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air mencapai setinggi lutut orang dewasa, sehingga jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua. Bahkan, pejalan kaki pun mengalami kesulitan saat melintas. Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat terganggu dan banyak anak-anak terpaksa tidak berangkat sekolah karena akses jalan terputus.
Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju Pasar Pagelaran serta jalur utama anak-anak untuk pergi ke sekolah. Apabila harus menggunakan jalur alternatif lain, jaraknya dinilai terlalu jauh dan menyulitkan, terutama bagi anak-anak sekolah.
Salah satu warga Desa Sukadame, Ibu Neng, mengungkapkan harapannya kepada pemerintah daerah. Ia berharap Bupati Pandeglang dan Gubernur Banten dapat segera turun tangan mencari solusi agar permasalahan ini tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah. Setiap musim hujan jalan ini selalu banjir. Anak-anak kami jadi terganggu sekolahnya, masyarakat juga kesulitan beraktivitas. Ini jalan satu-satunya menuju pasar dan sekolah,” ujar Ibu Neng.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius, seperti perbaikan drainase atau peninggian badan jalan, agar akses vital tersebut dapat kembali normal dan tidak lagi menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun.
Sumber : Dedi Supandi kaperwil Banten
-(Bambang)

Ular piton 7meter terbunuh warga buton setelah makan 4 kambing

Oleh On Januari 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Buton - Ular piton sepanjang 7 meter di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditebas warga usai memangsa ternak. Ular itu memangsa empat kambing milik warga.
"Ada empat ekor kambingku mati diterkam, satu ditelan ular itu," kata pemilik kambing, Piani dilansir detikSulsel, Senin (12/1/2026).

Insiden itu terjadi di kandang warga Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton, Rabu (7/1). Awalnya, dia hendak memberi makan kambingnya, namun Piani kaget melihat tiga ekor kambingnya mati dengan luka gigitan"Saya kaget datang lihat ada tiga ekor yang mati, saya hitung lagi kurang satu ekor," ujarnya
Piana lalu meminta tolong kepada warga untuk mencari ular itu. Warga menemukan ular cukup besar di hutan dengan kondisi perut membengkak.

Setelahnya, Warga langsung membunuh ular tersebut dengan memotong menggunakan parang di bagian kepala. Setelah benar-benar mati, ular tersebut langsung dibuang tidak jauh dari lokasi.

"Langsung dibunuh pas didapat, setelah itu dibuang, tidak dijual itu ular," pungkas Piani-  (Si Juli )

Masyarakat pengguna jalan raya, mempertanyakan,  izin lokasi  kegiatan galian ( C ) tambang pasir yang  terlalu dekat dengan badan jalan raya.

Oleh On Januari 11, 2026

Boss Galian C Ilegal Kebal Hukum.
www.bidiksatunews.com.
Sanggau tanggal 11/1/2026. Terlihat jelas  sebuah kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama di jalan sanggau. Namun demikian  seakan semua terlihat biasa biasa saja, bahkan Tampa memikirkan imbas dari kegiatan tambang pasir tersebut. 

Jika memang  para penambang sudah mengantungi surat izin galian ( C )  apakah izin lokasi nya sudah susuai kah dengan Amdal, sebab daerah yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sangatlah, berpotensi terjadinya perubahan pada pondasi bibir pantai,apa lagi dekat dengan jalan raya.

Salah satu warga yang menyampai kan keluhan disaat melewati di areal kegiatan tersebut, terutama  jika musem kemarau  jalan jadi berdebu dan sering keluar masuk kendaraan pengangkut pasir, dan rawan terjadi nya kecelakaan lalu lintas. Dan seperti kita lihat sendiri di sekitar kegiatan tidak ada terpasang rambu rambu tanda  ada kegiatan tersebut, ungkap salah satu warga yang melintasi diareal tersebut, menyampai kan kepada awak media.


Sesuai komitmen preseden  Prabowo Subianto, untuk menindak tegas pelaku kegiatan ilegal di negeri ini, jika mareka sudah mengantungi izin, masyarakat berharap supaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengkaji ulang  tempat dan lokasi nya. 

Untuk izin galian ( C ) sekarang disebut pertambangan batuan  atau mineral bukan logam dan batuan ( MBLB ), prosesnya melibatkan perizinan ditingkat pemerintah,daerah, bupati, gubenur, melalui sistem, oss ( Online single submission ) dengan mengurus izin wilayah ( WIUP ) dan izin usaha ( IUP ).

Oprasi, termasuk syarat teknis, lingkungan ( AMDAL /UKL - UPL ), legalitas badan usaha (NIB,NPWP), rekomendasi warga/ desa, serta memenuhi standar K3, dengan kewenangan kini di provinsi / atau pusat berdasarkan UU minerba.


 (Bambang)

Investigasi Lapangan PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup Tak Bocorkan Limbah

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, Sabtu, 10 Januari 2026 - Kabar miring tentang dugaan kebocoran kolam limbah cair PT Agro Palindo Sakti 2 sempat mengguncang kepercayaan publik. 

Narasi itu menyebut aliran limbah mengalir bebas ke Sungai Sekayuk, Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun, fakta lapangan berkata lain.

Perusahaan langsung merespons dengan langkah cepat, transparan, dan berbasis bukti. Pada Kamis, 8 Januari 2026, investigasi terpadu digelar. Hasilnya? Tidak ada kebocoran. Tidak ada pencemaran. Hanya hoaks yang menyebar tanpa verifikasi.

Tim Gabungan Turun Tangan
Investigasi melibatkan unsur resmi dari berbagai pihak. Polsek Tayan Hulu, Babinsa setempat, perwakilan SSL Wilmar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau turut hadir. Mereka menyisir seluruh area kolam penampungan limbah secara fisik dan teknis.

Dokumentasi visual foto dan video dijadikan bagian integral laporan. Daftar hadir ditandatangani semua pihak sebagai bentuk pengesahan legal atas temuan lapangan. 

Berita Acara Investigasi Pengecekan Kolam Limbah pun menjadi dokumen resmi yang sah secara administratif dan hukum.

Kesimpulan bulat sistem pengolahan limbah berfungsi normal. Struktur kolam utuh. Tidak ditemukan rembesan apalagi aliran liar menuju sungai.

Meski investigasi awal menunjukkan kondisi aman, DLH Sanggau tidak berhenti sampai di situ. Sabtu, 10 Januari 2026, tim teknis dipimpin Kabid DLH Obob mengambil sampel air Sungai Sekayuk di sejumlah titik strategis.
Sampel tersebut kini dalam proses uji di laboratorium terakreditasi. Data ilmiah ini akan menjadi rujukan objektif untuk memastikan kualitas air tetap dalam ambang batas aman sesuai baku mutu nasional.

“Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem air tetap berada dalam ambang batas aman,” tegas Obob.

Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Publik diminta menunggu data valid, bukan spekulasi media sosial.

PT Agro Palindo Sakti 2 menegaskan operasional pabrik kelapa sawit (PKS) selalu mengacu pada regulasi lingkungan hidup nasional. Fasilitas pengolahan limbah dirawat berkala. Protokol mitigasi risiko diterapkan tanpa kompromi.

Perusahaan menyayangkan penyebaran informasi prematur yang memicu keresahan warga. 

“Verifikasi harus dilakukan lewat otoritas berwenang, bukan narasi viral tanpa dasar,” tegas manajemen.

Komitmennya bukan sekadar retorika. Dokumen investigasi terpadu menjadi bukti nyata bahwa bisnis dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. 

Di tengah sorotan global terhadap industri sawit, langkah transparansi ini justru memperkuat reputasi Wilmar Group di level regional maupun internasional.

Di era disinformasi, transparansi menjadi senjata ampuh melawan hoaks. PT Agro Palindo Sakti 2 memilih membuka pintu lebar bagi otoritas, masyarakat, dan media. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Langkah ini patut jadi contoh bagi korporasi lain: hadapi isu dengan fakta, bukan pembelaan kosong. Upaya pemantauan rutin terus ditingkatkan. Kerja sama dengan DLH Sanggau berlangsung berkelanjutan.

Bagi warga sekitar, kejernihan Sungai Sekayuk bukan hanya soal ekologi—tapi juga hajat hidup sehari-hari. Perusahaan sadar betul tanggung jawab sosialnya. Dan kali ini, mereka membuktikan lewat tindakan, bukan kata-kata.


Isu limbah PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup runtuh di hadapan fakta lapangan dan prosedur hukum yang ketat. Di tengah arus informasi liar, investigasi terpadu menjadi pelita kebenaran. Transparansi, kolaborasi, dan komitmen pada standar lingkungan adalah fondasi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya. Bambang dan Si Juli. 

*Banjir Rendam Beberapa Wilayah Sanggau, Kodim 1204/Sgu  Gerak Cepat Terjunkan Personel*

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau sejak Sabtu sore hingga Minggu (11/01/2026) pagi, memicu banjir di sejumlah kecamatan. Luapan air tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga memutus akses transportasi di perbatasan. 

Menyikapi kondisi darurat ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau bergerak cepat. Bersama instansi terkait, personel TNI diterjunkan untuk memonitor situasi dan membantu penanganan di titik-titik terparah, yakni Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan hingga pukul 08.30 WIB, dampak terparah dirasakan di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 200 sentimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. 

Di Desa Pengadang, banjir setinggi 2 meter merendam area seluas 45 hektare dan berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK). Kondisi serupa terjadi di Desa Sotok yang berdampak pada 185 KK. Sementara di pusat keramaian Desa Balai Karangan, sebanyak 471 rumah terendam banjir, melumpuhkan aktivitas 471 KK.

Dampak banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Kecamatan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Genangan air di ruas jalan tersebut mencapai ketinggian 115 cm.

"Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun harus menggunakan bantuan rakit dan perahu milik warga setempat," ujar Dandim 1204/Sanggau dalam keterangannya.

Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing. 

Sementara itu, di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Jalan Lintas Malindo penghubung Beduai-Sekayam juga tergenang sekitar 10-15 cm, namun masih perlu diwaspadai.

Dalam upaya penanganan bencana ini, Koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau bersinergi ketat dengan Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, serta pemerintah setempat. Tim gabungan terus melakukan ground check, memantau debit air, dan memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Dandim 1204/Sanggau menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi 24 jam.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu masyarakat apabila kondisi memburuk. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat setempat jika debit air kembali naik atau terjadi situasi darurat," tegas Dandim.

Hingga Minggu siang, cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dan debit air di wilayah terdampak belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Sumber : Pendam XII/Tpr. ( Bambang )

Maraknya Galian C Ilegal di Sanggau  KalimantanBarat, Minta Kepada Kepala Dinas ESDM Tegaskan Pentingnya Perizinan Sah

Oleh On Januari 09, 2026

Galian C di duga Ilegal milik pak yat
Sanggau 07 januari 2026 saat di konfermasi boss tersebut seperti kebal Hukum 

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau Kalimantan Barat – Maraknya aktivitas galian C ilegal di Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Diminta kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat,  pada Rabu, 07 Januari 2026, Supaya menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan, yang sangat mengkuatirkan tentang pengguna jalan raya/negara.
Pertambangan galian C,pengerokkan hampir mencecah bahu jalan provinsi termasuk karena bisa mengakibatkan jalan tersebut bisa longsor ambruk. 
Seharusnya galian C dan eksplorasi/ eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, dan penjualan, harus dilengkapi dengan perizinan yang sah, baik itu Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengingatkan bahwa kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenakan sanksi tegas berdasarkan Pasal 158 UU Minerba.
Dan menambahkan tidakjauhdarijalanNegara, kegiatan pertambangan tanpa izin merugikan daerah karena tidak ada kontribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta tidak mematuhi kaidah pertambangan yang baik dan pengelolaan lingkungan yang memadai.


Lebih lanjut,  di tegaskan bahwa pertambangan yang dilakukan di kawasan wilayah jalan Negara tersebut jelas melanggar aturan karena tidak ada Persetujuan Penggunaan Kawasan pemukiman warga,
Apakah memang ijin sudah diterbitkan oleh instansi terkait.
Di minta kepada kepala  (ESDM) Supaya menghimbau para penambang galian C untuk segera mengurus perizinan sesuai peraturan, baik melalui SIPB maupun IUP.

Mengingatkan bahwa wilayah tersebut rawan longsor dan jalan tersebut sering rusak. Jika di lihat dari berbagai aspek,tidak menutup kemungkinan jalan tempat penimbunan pasir akan longsor,apakah perizinan untuk mineral bukan logam dan batuan di tingkat provinsi kini sudah dilimpahkan kepada Gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2022.

Dengan langkah ini, diharapkan dapat mengurangi aktivitas pertambangan ilegal/ galian C dan mendorong para penambang untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Kalimantan Barat.
Penulis: (SJ-Tim)