Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sarat Makna dan Tradisi, Tokoh Adat Silat Hilir Sampaikan Selamat Hari Pekan Gawai Dayak di Dusun Sungai Mali.

Oleh On Juni 22, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti perayaan syukur masyarakat adat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Momentum berharga ini ditandai dengan ucapan selamat hangat yang disampaikan langsung oleh para tokoh adat dan perwakilan lembaga adat setempat dalam rangka menyambut Hari Pekan Gawai Dayak.

Acara berpusat di Dusun Sungai Mali, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Pekan Gawai Dayak tahun ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, melainkan juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta melestarikan warisan leluhur yang adiluhung.

Pesan Persatuan dari Para Tokoh
Dalam kesempatan tersebut, Temenggung Seberuang Ensilat, Fitrus Sianturi, bersama salah satu tokoh Dewan Adat Dayak (DAD) Silat Hilir, Edi Sahbirin, secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik mereka bagi seluruh masyarakat yang merayakan.

Momen kebersamaan dan kekompakan para tokoh adat ini juga diabadikan dalam sebuah dokumentasi foto bersama (sebagaimana terlihat pada berkas gambar 1001961240.jpg), yang memperlihatkan antusiasme serta identitas kultural yang kuat melalui pakaian adat dan atribut khas yang mereka kenakan di depan latar belakang spanduk perayaan.

"Pekan Gawai Dayak adalah momentum penting untuk merefleksikan rasa syukur, sekaligus menjaga komitmen kita bersama dalam merawat adat istiadat, memperkuat toleransi, dan menjaga kedamaian di tanah Kapuas Hulu," ujar perwakilan tokoh adat dalam pesannya.

Melestarikan Warisan Budaya
Kecamatan Silat Hilir, khususnya Dusun Sungai Mali, dikenal memiliki ikatan komunal yang sangat kuat.

Melalui momentum Pekan Gawai Dayak ini, diharapkan generasi muda dapat terus menggali, mencintai, dan mempertahankan nilai-nilai luhur kebudayaan Dayak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Perayaan ini juga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas mengenai kekayaan seni dan budaya yang dimiliki oleh Kapuas Hulu, sekaligus memperkokoh persatuan antarwarga di Kalimantan Barat.


Penulis:bambang

Penuh Khidmat, Temenggung Suang Ensilat Ucapkan Selamat Hari Gawai di Dusun Sungai Mali.

Oleh On Juni 22, 2026

www.bidiksatunews com
KAPUAS HULU – Suasana penuh kehangatan dan luhurnya nilai adat menyelimuti perayaan Hari Gawai (Nyelepat Taun) di Dusun Sungai Mali, Desa Seberu, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Momen sakral tahunan ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya ucapan selamat dan pesan mendalam dari Temenggung Suang Ensilat. 

Tokoh adat yang dihormati tersebut menyampaikan ucapan selamat Hari Gawai kepada seluruh masyarakat Dusun Sungai Mali yang tengah bersukacita merayakan panen dan warisan leluhur.

Menjaga Tradisi di Tengah Zaman
Dalam dokumentasi yang diabadikan pada gambar tampak Temenggung Suang Ensilat berdiri gagah di atas panggung utama mengenakan pakaian adat khas yang dipadukan dengan rompi motif tradisional Kalimantan dan penutup kepala (tanjak) khas daerah.
Di latar belakang, terlihat spanduk besar bertuliskan "Selamat Nyambut Ari Gawai / Nyelepat Taun Dusun Sungai Mali 22 Juni", menegaskan identitas kuat masyarakat Dayak dalam menjaga tradisi turun-temurun.

Perayaan Gawai atau Nyelepat Taun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan bentuk rasa syukur yang mendalam atas hasil panen yang melimpah serta permohonan berkat untuk musim tanam berikutnya.

"Hari Gawai adalah momentum memperkuat tali silaturahmi, menjaga persatuan, dan yang paling penting adalah melestarikan adat istiadat agar tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan," ujar pesan tersirat dari pelestarian budaya ini.

Sinergi dan Hiburan Rakyat
Acara yang berlangsung tertib dan meriah ini juga dimeriahkan oleh panggung hiburan rakyat. Seperti yang terlihat pada foto terdapat iringan musik modern yang mendampingi jalannya acara, menunjukkan harmonisasi yang indah antara tradisi lokal dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan kesakralan adat itu sendiri.

Melalui perayaan di Desa Seberu ini, diharapkan pemuda-pemudi di Kapuas Hulu, khususnya di wilayah Suang Ensilat, dapat terus bangga dan menjaga warisan budaya Dayak sebagai salah satu kekayaan tak ternilai bagi Kalimantan Barat dan Indonesia.


Selamat Hari Gawai, Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jutata!


Penulis : bambang

Waspada! Tumpahan Solar di Jalan Lintas Melawi Sintang Bikin Jalan Licin, Pengendara Diminta Berhati-hati

Oleh On Juni 22, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SINTANG, 22 Juni 2026 – Para pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di badan jalan, tepatnya di sekitar kawasan Jembatan Melawi, Senin (22/6/2026) siang.
Tumpahan solar tersebut menyebabkan permukaan aspal menjadi licin dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang lebih rentan mengalami kecelakaan akibat tergelincir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lokasi, ceceran solar terlihat membasahi sebagian badan jalan di sisi kiri jalur lalu lintas. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas guna menghindari risiko kecelakaan.
Beberapa pengendara mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang licin, terutama pada saat arus kendaraan cukup ramai. Selain membahayakan keselamatan, keberadaan tumpahan solar juga sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Warga setempat berharap instansi terkait segera mengambil langkah penanganan dengan membersihkan tumpahan solar tersebut agar tidak menimbulkan korban kecelakaan. Mereka juga mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
“Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan menghindari manuver mendadak saat melintas di lokasi yang terkena tumpahan solar,” ujar salah seorang warga.
Bagi pengendara roda dua, disarankan untuk tidak melakukan pengereman mendadak maupun berbelok secara tiba-tiba saat berada di atas area yang terkena tumpahan BBM, karena dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti sumber tumpahan solar tersebut. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera melakukan penanganan guna memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang.

Penulis-Bambang

Wisata Luar Negeri Meningkat, Sarawak Masih Jadi Primadona Warga Kalimantan Barat

Oleh On Juni 21, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong, 22 Juni 2026 – Minat masyarakat Kalimantan Barat untuk berwisata ke luar negeri terus menunjukkan peningkatan, terutama pada masa libur sekolah dan libur panjang. Sarawak, Malaysia, masih menjadi destinasi favorit yang paling banyak dipilih warga karena letaknya yang dekat dan mudah diakses melalui kawasan perbatasan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, sebanyak 835 warga negara Indonesia (WNI) tercatat melintas menuju Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada Senin (22/6/2026). Sebagian besar pelintas melakukan perjalanan wisata bersama keluarga memanfaatkan momentum libur sekolah.
Para wisatawan berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, hingga sejumlah wilayah lainnya. Tingginya angka keberangkatan tersebut menunjukkan bahwa Sarawak masih menjadi tujuan utama masyarakat Kalbar untuk berlibur ke luar negeri.
Sejumlah pelintas yang ditemui di PLBN Entikong mengaku memilih Sarawak karena jaraknya relatif dekat, biaya perjalanan yang terjangkau, serta banyaknya pilihan destinasi wisata yang cocok untuk keluarga. Selain itu, keberadaan pusat perbelanjaan modern, wisata kuliner, dan berbagai tempat rekreasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia.
“Mumpung anak-anak sedang libur sekolah dan ada waktu berkumpul bersama keluarga, kami memilih berlibur ke Sarawak karena dekat dan perjalanan tidak terlalu jauh,” ujar salah seorang pelintas.
PLBN Entikong sebagai pintu gerbang utama perlintasan darat Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Petugas imigrasi tampak melakukan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian secara maksimal guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pelintas selama musim liburan.
Pihak Imigrasi Entikong memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan warga berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Pengawasan keimigrasian juga terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangkat ke Malaysia melalui Entikong menjadi indikator bahwa sektor pariwisata lintas batas kembali bergairah. Dengan akses yang mudah dan berbagai fasilitas yang tersedia, Sarawak diperkirakan akan tetap menjadi primadona wisata luar negeri bagi masyarakat Kalimantan Barat dalam beberapa waktu ke depan. Editor- 
-( Zainal)

Jembatan Putus Akibat Banjir Seminggu Lalu, Warga Silat Hulu Desak Pemerintah Segera Bertindak!

Oleh On Juni 21, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
KAPUAS HULU — Gelombang kekecewaan dan amarah warga Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian membuncah.

 Pasca-bencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut seminggu yang lalu, akses utama berupa jembatan penghubung Nanga ngeri Landau badai dilaporkan terputus total. 

Hingga hari ini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pemerintah daerah, memicu tudingan bahwa pemerintah lamban dan kurang peka terhadap penderitaan rakyat di daerah terpencil.

Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001957657.jpg, struktur jembatan tampak hancur dan ambruk ke dasar sungai yang sempat meluap.

Kondisi ini membuat mobilitas warga benar-benar lumpuh. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, fasilitas kesehatan menjadi sulit diakses, dan urat nadi perekonomian masyarakat lokal terhenti seketika.

"Kami merasa dianaktirikan. Banjir sudah surut seminggu yang lalu, tapi jembatan yang menjadi tumpuan hidup kami dibiarkan hancur begitu saja.

 Mau sampai kapan aktivitas kami lumpuh total seperti ini? Kami mendesak pemerintah segera turun tangan membangun kembali jembatan ini!" ujar salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada kesal.

Aktivitas Warga Terancam Lumpuh Total
Jembatan yang putus ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan akses tunggal yang menghubungkan beberapa desa di Silat Hulu ke pusat kabupaten. Guna menyuarakan kekecewaan, warga bahkan sempat memasang papan protes di sekitar lokasi reruntuhan jembatan yang mempertanyakan kehadiran pemerintah di tengah bencana yang mereka hadapi.

Sejauh ini, warga terpaksa menggunakan rakit darurat atau memutar jalur alternatif yang memakan waktu berjam-jam dengan risiko keselamatan yang tinggi karena arus sungai yang masih tidak menentu
Masyarakat Silat Hulu kini menuntut kepastian dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maupun Provinsi Kalbar agar segera mengalokasikan dana darurat bencana untuk pembangunan kembali jembatan tersebut. 

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan cepat, warga mengancam akan melakukan aksi protes yang lebih besar demi mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan.

Tim media: Bambang

Akses Utama Simpang Silat - Silat Hilir terlihat lobang yang dalam Warga Desak Pemerintah dan Perusahaan Sawit Ambil Tindakan.

Oleh On Juni 21, 2026

www.bidiksatunews com
22/Juni/2026
SILAT HILIR – Kondisi infrastruktur jalan utama yang menghubungkan Simpang Silat menuju Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian memprihatinkan.

Kerusakan parah yang terjadi di jalur urat nadi perekonomian warga ini memicu keluhan dan kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan dan laporan warga di lapangan, salah satu titik kerusakan yang cukup parah terlihat di kawasan Miau Merah. Badan jalan tampak hancur, dipenuhi lubang-lubang besar, serta genangan air menyerupai kubangan yang sangat membahayakan para pengguna jalan, khususnya roda dua.

Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi warga pada file 1001955712.jpg, para pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintasi kubangan air dan jalanan berbatu yang licin. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga memperpanjang waktu tempuh serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.
Kerusakan jalan ini diduga kuat kian diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan bermuatan berat, termasuk truk-truk milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang setiap hari melintasi jalur utama tersebut.

Menanggapi hal ini, warga Silat Hilir sangat berharap adanya perhatian serius dan tindakan nyata yang cepat. Mereka mendesak pihak pemerintah daerah serta manajemen perusahaan sawit yang beraktivitas di wilayah tersebut untuk segera berkolaborasi melakukan perbaikan.
"Kami sangat berharap jalan utama dari Simpang Silat ke Silat Hilir ini segera diperbaiki. Perusahaan sawit yang setiap hari lewat di sini juga harus ikut bertanggung jawab, jangan hanya memanfaatkan jalan sampai hancur tanpa ada perawatan bersama pemerintah," ujar salah seorang warga setempat kesal.

Warga berharap tuntutan ini segera didengar sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memakan korban jiwa. Akses jalan yang layak dinilai sangat krusial demi kelancaran ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat di Kecamatan Silat Hilir.


Penulis: Bambang

HOAKS DAN PROVOKASI MENGANCAM PERSATUAN MASYARAKAT

Oleh On Juni 20, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau – Hoaks dan provokasi menjadi ancaman serius bagi persatuan, kerukunan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat. Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat melalui media sosial, grup percakapan, maupun berbagai platform daring. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penyebaran berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, dan informasi yang bersifat provokatif dapat memicu kesalahpahaman, memecah belah persaudaraan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Kondisi ini tentu dapat mengganggu keamanan, ketertiban, serta semangat kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas sumbernya, meskipun informasi tersebut sedang viral dan ramai diperbincangkan. 

Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Prinsip sederhana yang perlu diterapkan adalah:
✅ Saring sebelum sharing
✅ Cek fakta sebelum percaya
✅ Verifikasi sebelum menyebarkan
Literasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi maraknya hoaks. Dengan kemampuan memilah informasi yang benar dan akurat, masyarakat dapat terhindar dari upaya-upaya yang bertujuan memecah belah persatuan.

Selain itu, penyelesaian perbedaan pendapat hendaknya dilakukan melalui dialog yang santun, saling menghormati, serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya maupun ajakan yang mengarah pada konflik dan perpecahan.

Kabupaten Sanggau yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat harus terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi. Persatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera.

Mari bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan biarkan hoaks dan provokasi merusak keharmonisan yang telah terbangun selama ini
Persatuan adalah kekuatan kita.


Tolak Hoaks, Lawan Provokasi, dan Jaga Kedamaian Kabupaten Sanggau.
-Editor- Zainal Abidin 

Polres Sanggau Sita 80,81 Gram Emas dan Rp40 Juta dalam Pengungkapan Kasus Penampungan Emas Ilegal di Desa Semoncol

Oleh On Juni 20, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sanggau berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penampungan dan perdagangan emas yang tidak berasal dari pemegang izin resmi pertambangan di wilayah Kabupaten Sanggau. 

Dalam operasi yang digelar di Desa Semoncol, Kecamatan Balai, petugas mengamankan seorang pria berinisial JC (63) beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penampungan emas ilegal.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat serta pemberitaan yang beredar di sejumlah media daring terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Semoncol. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sanggau segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal Satreskrim Polres Sanggau yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Anuar Syarifudin, SH, MH, bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas PETI. 

Tim melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dicurigai.
Setelah melakukan pendalaman hingga dini hari, petugas memeriksa sejumlah tenda dan gubuk yang berada di sekitar area pertambangan ilegal tersebut. 

Kegiatan ini turut mendapat dukungan personel Polsek Tayan Hilir untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan aman dan lancar.

Dalam salah satu gubuk yang diperiksa, petugas menemukan seorang pria berinisial DD yang diduga sebagai pemilik alat tambang emas yang beroperasi di lokasi tersebut. 

Dari hasil interogasi awal, polisi memperoleh informasi mengenai pihak yang diduga menjadi penampung emas hasil pertambangan ilegal.

Berdasarkan keterangan yang didapat, penyelidikan kemudian dikembangkan hingga mengarah kepada seorang pria berinisial JC. 

Ia diduga melakukan aktivitas penampungan emas yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB maupun izin resmi lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tim kembali melakukan pemeriksaan di sebuah tenda yang dihuni pasangan suami istri. 

Setelah dilakukan pengecekan identitas, diketahui pria yang berada di lokasi tersebut adalah JC. 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas penampungan serta pengolahan emas ilegal.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 80,81 gram emas, tujuh buah tempayan yang digunakan untuk proses pemanggangan emas, satu botol berisi air raksa (merkuri), satu set alat las oksigen, serta uang tunai sebesar Rp40 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas perdagangan emas ilegal.

Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, SIK, M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Anuar Syarifudin, SH, MH menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat sekaligus komitmen dalam memberantas aktivitas pertambangan dan perdagangan mineral yang tidak sesuai ketentuan hukum.

"Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional dan terukur. 

Dalam perkara ini, kami menemukan adanya dugaan aktivitas penampungan emas yang tidak berasal dari pemegang izin resmi. Oleh karena itu, kami melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga kepastian hukum dan mencegah praktik pertambangan ilegal berkembang di wilayah Kabupaten Sanggau," tegas AKP Anuar.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sanggau telah menetapkan JC sebagai tersangka. 

Ia disangkakan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Polres Sanggau menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin maupun jaringan penampungan hasil tambang ilegal yang berpotensi merugikan negara, merusak lingkungan, serta mengganggu ketertiban masyarakat. 

Penyidikan terhadap perkara ini masih terus berlanjut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

Editor-Zainal A-
(Dny Ard/Humas Polres Sanggau)

Pelayanan Tertib dan Teratur, Masyarakat Apresiasi Pengelola SPBU Silat Hilir.

Oleh On Juni 19, 2026

www.bidiksatunews com
KAPUAS HULU – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Simpang Silat, tepatnya di Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, terpantau berjalan dengan normal, tertib, dan lancar.
Berdasarkan pantauan langsung pada Sabtu pagi, 20 Juni 2026, masyarakat sekitar tampak mengantre dengan teratur untuk mengisi kendaraan mereka tanpa adanya kendala operasional yang berarti.
SPBU ini diketahui konsisten beroperasi dan membuka pelayanan sejak pagi hari hingga waktu operasional yang telah ditentukan berakhir.
Konsistensi dan keteraturan pelayanan ini mendapat respons positif dari warga setempat. Sejumlah masyarakat menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak pengelola SPBU atas komitmen mereka dalam menjaga ketersediaan stok serta memberikan pelayanan yang adil dan transparan bagi seluruh konsumen.
"Pelayanannya bagus dan teratur. Buka tepat waktu dari pagi dan tutup sesuai jadwal yang ditentukan, jadi kami masyarakat merasa sangat terbantu dan nyaman saat mengisi bahan bakar," ujar salah seorang warga di lokasi.

Kondisi yang kondusif seperti dalam lampiran foto diharapkan dapat terus dipertahankan demi kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di Kecamatan Silat Hilir.


Tim media: Redwan, ilhansyah.

Jumat Berkah: Ustadz Hasan Ajak Jemaah Lipatgandakan Pahala Lewat Sedekah.

Oleh On Juni 18, 2026

www.bidiksatunes com
Masjid AR, RAHMAN, desa Nanga nuar kecamatan.silat hilir kabupaten Kapuas hulu.
Suasana Khusyuk Shalat Jumat Berjemaah
Pelaksanaan ibadah shalat Jumat yang berlangsung khidmat di masjid bernuansa hijau-kuning. 19/Juni/2026.

Sejak siang hari, para jemaah sudah mulai memadati ruangan utama masjid untuk menunaikan kewajiban mingguan serta mendengarkan khotbah Jumat (seperti yang terlihat pada dokumentasi jemaah.
Pesan Khotbah: Dahsyatnya Keutamaan Sedekah
Bertindak sebagai khatib pada kesempatan kali ini adalah Ustadz Hasan.
Dalam khotbahnya yang disampaikan dari atas mimbar kayu, beliau mengangkat tema pentingnya "Perbanyakanlah Sedekah" 
Ustadz Hasan mengingatkan jemaah bahwa hari Jumat merupakan momentum terbaik atau waktu mustajab untuk memperbanyak amalan baik, salah satunya adalah berbagi kepada sesama. 

Beliau menekankan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan menjadi pembuka pintu rezeki, pembersih jiwa, serta penolak bala. Beliau mengajak seluruh jemaah untuk tidak ragu menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki demi bekal di akhirat kelak.
Antusiasme Jemaah Pasca-Shalat
Setelah rangkaian ibadah shalat Jumat selesai, para jemaah berangsur-angsur meninggalkan area masjid dengan tertib. Cuaca cerah yang mengiringi hari itu menambah kekhidmatan suasana Jumat Berkah kali ini.

Semoga pesan khotbah yang disampaikan oleh Ustadz Hasan dapat memotivasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih gemar berbagi dan peduli terhadap sesama.

Penulis: Bambang.

Jembatan Penghubung Nanga Ngeri – Landau Badai Putus Diterjang Banjir, Warga Silat Hulu Desak Pemerintah Turun Tangan.

Oleh On Juni 16, 2026

www.bidiksatunews com
16/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Bencana banjir kembali melanda wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Akibat curah hujan yang tinggi, jembatan penting yang menghubungkan Desa Nanga Ngeri dan Desa Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, dilaporkan putus total setelah dihantam arus banjir yang sangat deras.
Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001925577.jpg, terlihat kondisi fisik jembatan yang ambruk dan terseret arus sungai yang meluap berwarna cokelat pekat.
Terputusnya jembatan ini membuat akses transportasi darat antar-desa lumpuh total, mengisolasi aktivitas perekonomian, pendidikan, serta pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Amblasnya infrastruktur vital ini memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Kehilangan akses penyeberangan membuat mobilitas warga menjadi sangat terbatas dan berbahaya.

Menanggapi situasi darurat ini, warga Kecamatan Silat Hulu sangat berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.

 Mereka mendesak agar jajaran pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi masyarakat yang terdampak.
"Kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian cepat. 

Kami berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi langsung melihat bagaimana kondisi kami di Silat Hulu yang terisolasi akibat bencana ini," ungkap salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya mencari jalur alternatif yang aman sembari menunggu langkah tanggap darurat dan solusi evakuasi ataupun pembangunan jembatan darurat dari pemerintah terkait.

Rasa khawatir kian membayangi apabila curah hujan terus meningkat dan banjir tak kunjung surut.

Tim media: Helena Lidia.

Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah, Kapolsek Silat Hilir Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Hijrah.

Oleh On Juni 15, 2026

www.bidiksatunews com
SILAT HILIR – Menyambut pergantian tahun baru Islam, Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hilir beserta jajaran secara resmi menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Muslim di wilayah hukum Silat Hilir.

Ucapan dan pesan sejuk ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Silat Hilir, IPDA Amarullah Abidin, S.Tr.K., M.H., melalui sebuah rilis resmi yang memuat pesan penuh makna spiritual dan sosial. 

Pesan dan Harapan Kapolsek Silat Hilir
Dalam momentum yang penuh berkah ini, IPDA Amarullah Abidin menyampaikan harapan mendalam agar pergantian tahun ini dapat membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Berikut adalah poin-poin harapan yang disampaikan oleh beliau:

Membawa Keberkahan dan Kedamaian: Berharap tahun baru ini dipenuhi dengan ketenteraman dan keberkahan di tengah masyarakat.

Semangat Hijrah yang Positif: Mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri guna bertransformasi menuju kepribadian yang jauh lebih baik.

Komitmen dalam Menjalankan Amanah: Menekankan pentingnya sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.

"Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian serta semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, amanah dan bermanfaat bagi masyarakat."

IPDA Amarullah Abidin, S.Tr.K., M.H. (Kapolsek Silat Hilir)
Momentum Mempererat Kamtibmas
Selain sebagai refleksi keagamaan, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini juga diharapkan menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dan warga.

Dengan adanya sinergi yang kuat, Polsek Silat Hilir berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di wilayah hukum mereka demi kenyamanan bersama.


Penulis: Bambang.

Paslon Kades Nomor Urut 3 di Desa Beringin Optimistis Raih Dukungan Masyarakat

Oleh On Juni 15, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu, 15 Juni 2026 – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Beringin, Kecamatan Ng. Surok, Kabupaten Kapuas Hulu, dukungan masyarakat terhadap salah satu calon kepala desa, yakni Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, terus mengalir dari berbagai kalangan warga.

Dukungan tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat yang hadir dalam berbagai kegiatan silaturahmi dan pertemuan yang dilaksanakan oleh tim pendukung maupun relawan Paslon Nomor Urut 3. Warga berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan positif, meningkatkan pembangunan desa, serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Calon Kepala Desa Nomor Urut 3, Idul Zainudin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat Desa Beringin. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi untuk terus berjuang dan menyampaikan program-program yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Dengan izin Allah SWT, saya percaya bahwa suara masyarakat adalah amanah yang harus dihormati. Suara masyarakat adalah suara Tuhan yang menjadi landasan bagi setiap pemimpin untuk bekerja dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab," ujar Idul Zainudin saat bertemu dengan warga.

Ia menegaskan bahwa apabila diberikan kepercayaan untuk memimpin Desa Beringin, dirinya berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menurut Idul Zainudin, pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pembinaan generasi muda akan menjadi prioritas utama dalam program kerjanya. 

Ia juga berjanji akan membuka ruang komunikasi yang luas agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan masukan secara langsung kepada pemerintah desa.
Sejumlah tokoh masyarakat yang ditemui menyatakan harapannya agar proses pemilihan kepala desa dapat berlangsung aman, damai, dan demokratis. Mereka mengajak seluruh warga untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan masyarakat.

"Kami berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Desa Beringin. Pilkades adalah pesta demokrasi yang harus disambut dengan semangat persaudaraan," ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Beringin menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga dalam menggunakan hak pilihnya diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang amanah, visioner, dan mampu membawa kemajuan bagi Desa Beringin.

Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, seluruh calon kepala desa terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan menyampaikan visi dan misi masing-masing. Masyarakat pun diharapkan dapat memilih berdasarkan hati nurani serta mempertimbangkan rekam jejak dan program kerja yang ditawarkan demi kemajuan Desa Beringin dan kesejahteraan seluruh warga.

Wujud Kepedulian Sesama, Kodam XII/Tpr Bagikan Nasi Kotak dalam Aksi Jumat Berkah

Oleh On Juni 12, 2026

www.bidiksatunews com.
Kubu Raya – Kodam XII/Tanjungpura kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar melalui kegiatan sosial bertajuk "Jumat Berkah". Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan tepat di depan Makodam XII/Tpr, Sungai Raya, Kubu Raya, pada Jumat (12/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Kodam XII/Tpr turun langsung ke jalan untuk membagikan paket nasi kotak kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang membutuhkan, mulai dari pengemudi ojek online, sopir angkutan umum, juru parkir, hingga petugas kebersihan jalanan.
Ka Bintaljarahdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Sandi Yudho Panoto, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Kegiatan Jumat Berkah ini adalah wujud nyata kepedulian dan kehadiran Kodam XII/Tpr di tengah-tengah masyarakat. Kita ingin berbagi kebahagiaan dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya mereka yang sedang beraktivitas di jalanan untuk mencari nafkah," ujar Kolonel Inf Sandi Yudho Panoto.
Beliau juga menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar tentang apa yang diberikan, melainkan tentang konsistensi dalam menebar kebaikan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat.
Aksi berbagi ini mendapat respons yang sangat positif dan antusias dari warga. Banyak dari mereka yang merasa terbantu dan mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan oleh institusi TNI, khususnya Kodam XII/Tanjungpura.
Melalui kegiatan yang humanis seperti ini, Kodam XII/Tanjungpura berharap dapat terus menginspirasi berbagai pihak untuk saling bahu-bahu dalam kebaikan, serta memastikan bahwa TNI selalu ada dan berbuat yang terbaik untuk rakyat. (Pendam XII/Tpr).


Redaksi: ( Bambang)

Warga Silat Hulu Kecewa, Janji Pembangunan Tinggal Janji: Jalan dan Jembatan di Nanga Penga Memprihatinkan

Oleh On Juni 11, 2026

Www.bidiksatunusantara.id-
Kapuas Hulu, 11 Juni 2026 – Kekecewaan masyarakat Desa Nanga Penga, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, semakin memuncak. 

Warga menilai berbagai janji pembangunan yang pernah disampaikan oleh sejumlah calon legislatif maupun calon kepala daerah saat masa kampanye hingga kini belum terealisasi secara maksimal. 

Kondisi jalan dan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Masyarakat mengungkapkan bahwa setiap menjelang pesta demokrasi, baik pemilihan anggota legislatif maupun pemilihan kepala daerah, berbagai janji pembangunan kerap disampaikan kepada warga. 

Mulai dari perbaikan jalan desa, pembangunan jembatan permanen, hingga peningkatan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun setelah proses pemilihan usai, sebagian warga merasa aspirasi yang mereka sampaikan seolah terlupakan. Jalan penghubung yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat masih banyak yang rusak, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. 

Sementara beberapa jembatan yang digunakan masyarakat sehari-hari juga dinilai memerlukan perbaikan dan peningkatan demi keselamatan pengguna.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai.

"Saat kampanye banyak yang datang dan menjanjikan pembangunan. 

Tetapi sampai sekarang jalan dan jembatan masih seperti ini. 

Kami berharap pemerintah benar-benar melihat kondisi masyarakat di lapangan," ujarnya.

Menurut warga, akses jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. 

Petani mengalami kesulitan mengangkut hasil panen, sementara anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menghadapi perjalanan yang cukup berat.

Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi desa. 

Padahal, keberadaan infrastruktur yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan wilayah pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Kecamatan Silat Hulu, khususnya Desa Nanga Penga. 

Mereka menginginkan adanya program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar janji saat momentum politik.

Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan berbagai regulasi terkait pembangunan nasional.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa warga tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan hak yang sama sebagai warga negara untuk menikmati akses transportasi yang layak dan aman.

"Kami hanya berharap pemerintah hadir dan mendengarkan suara masyarakat. Jalan dan jembatan yang baik akan sangat membantu kehidupan warga, terutama dalam meningkatkan perekonomian desa," ungkapnya.

Warga Desa Nanga Penga berharap keluhan yang selama ini mereka rasakan dapat segera menjadi perhatian para pemangku kebijakan. 

Mereka menginginkan pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari pihak-pihak terkait untuk memperbaiki kondisi jalan dan jembatan yang menjadi akses vital bagi kehidupan sehari-hari warga Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Masyarakat berharap para wakil rakyat dan pemimpin daerah yang telah memperoleh mandat dari rakyat dapat membuktikan komitmennya melalui program pembangunan nyata, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi tetap terjaga dan pembangunan daerah dapat berjalan secara merata hingga ke pelosok desa.


 -Bambang

APDESI Kalteng Gelar Rakerda, Soroti Pemangkasan Anggaran Hingga Penguatan Struktur Desa

Oleh On Juni 10, 2026


Kalteng, Bidiksatunews.com– Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Kalimantan Tengah resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif. Acara yang berlangsung di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalteng pada Rabu (10/6/2026) ini menjadi panggung krusial untuk membedah tantangan sekaligus memperkuat sinergi pembangunan desa.

Agenda strategis ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari jajaran pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga terkait, hingga insan media.

Ketua Panitia Rakerda, Dematius, mengungkapkan bahwa momentum ini dirancang untuk mempererat kolaborasi lintas sektor demi mendorong kemajuan desa di Bumi Tambun Bungai.

"Kami mengundang semua unsur—pemerintah kabupaten, ormas, lembaga, hingga media. Harapan kami, APDESI bisa bersatu dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata di desa," ujar Dematius di sela-sela acara.

Salah satu fokus utama dalam Rakerda kali ini adalah pembenahan internal organisasi. APDESI Kalteng tengah membidik penataan kepengurusan yang belum rampung di sejumlah daerah, termasuk memperluas struktur hingga ke tingkat akar rumput melalui pembentukan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK).

"Kami ingin APDESI hadir nyata sampai ke tingkat bawah, ke desa-desa, sehingga bisa menjadi wadah perjuangan yang solid bagi seluruh pemerintah desa," tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dematius memastikan APDESI akan terus membangun koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi, hingga Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri.

Selain penguatan internal, kondisi ekonomi desa yang tengah melandai juga menjadi sorotan tajam dalam dialog interaktif. Dematius membeberkan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran dan perubahan regulasi yang dinamis saat ini cukup memukul ritme pembangunan di desa.

"Realitasnya, ekonomi desa sedang menghadapi tantangan berat. Salah satu pemicunya adalah pemangkasan anggaran serta perubahan regulasi yang kerap berubah," jelas Dematius.

Tak hanya faktor anggaran negara, APDESI juga menyoroti kontribusi sektor swasta. Dematius menyayangkan masih adanya perusahaan di daerah yang belum menunaikan kewajiban regulasi secara optimal, terutama terkait alokasi dan program pemberdayaan untuk masyarakat sekitar desa.

Melalui forum ini, APDESI Kalteng mendesak pemerintah pusat untuk memberikan dukungan konkret agar program penguatan ekonomi desa bisa kembali berjalan optimal. Rakerda dan Dialog Interaktif ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Kalimantan Tengah.

Respons Cepat Aduan Masyarakat, Polsek Sepauk Cek Aktivitas PETI di Bantaran Sungai Kapuas.

Oleh On Juni 08, 2026

www.bidiksatunews.com
9/Juni/2026
SINTANG – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sepauk bergerak cepat melakukan pengecekan ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan bantaran Sungai Kapuas.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi kerusakan lingkungan serta menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polsek Sepauk. 
Berbekal informasi koordinat dan pemetaan digital—seperti yang terlihat pada lampiran dokumen foto satelit 1001879092.jpg—sejumlah personel langsung dikerahkan menuju lokasi yang dilaporkan untuk melakukan verifikasi faktual.
Namun, setelah tiba di lokasi dan dilakukan pencocokan titik koordinat batas wilayah, petugas mendapati bahwa aktivitas penambangan tersebut ternyata tidak masuk dalam wilayah hukum Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
"Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjutan laporan warga mengenai kegiatan PETI di bantaran Sungai Kapuas.

 Setelah dilakukan pengecekan mendalam dan pemetaan di lokasi, titik aktivitas tersebut ternyata berada di luar wilayah Kecamatan Sepauk dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sekadau," ujar perwakilan Polsek Sepauk.

Meski lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Sekadau, pihak Polsek Sepauk tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal karena berdampak buruk bagi ekosistem sungai dan melanggar hukum.

Selanjutnya, pihak Polsek Sepauk akan berkoordinasi dan meneruskan informasi temuan ini kepada pihak kepolisian wilayah tetangga (Polres Sekadau / Polsek terkait) agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan wilayah hukum masing-masing.

( Bambang )

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Semitau Capai Rp60 Ribu, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Oleh On Juni 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Semitau, Kapuas Hulu – 9 Juni 2026 – Masyarakat Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, mengeluhkan tingginya harga gas LPG subsidi 3 kilogram yang saat ini dijual di tingkat pengecer dengan harga berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per tabung. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan warga, terutama kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.  

Sejumlah warga mengaku harga LPG 3 Kg terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan di beberapa wilayah Kapuas Hulu, harga gas subsidi dilaporkan telah menembus angka Rp70.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. 

Menurut warga Semitau, kelangkaan pasokan dan jauhnya distribusi menjadi alasan yang sering disampaikan pengecer. Namun masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap jalur distribusi LPG subsidi agar tidak terjadi penjualan di atas ketentuan yang merugikan masyarakat.  

"Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah.     

Gas LPG 3 kilogram adalah kebutuhan pokok masyarakat kecil. Jika harganya mencapai Rp60 ribu per tabung, tentu sangat memberatkan," ungkap salah seorang warga Semitau.     

Keluhan serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Laporan masyarakat menyebutkan harga LPG 3 Kg di tingkat pengecer berkisar antara Rp40.000 hingga Rp70.000 per tabung, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi barang bersubsidi tersebut. 


Pemerintah pusat telah menetapkan LPG 3 Kg sebagai barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.  

Oleh karena itu, distribusi dan penjualannya wajib diawasi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan yang menyebabkan lonjakan harga di tingkat konsumen. 

Masyarakat Semitau berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, dinas terkait, serta aparat pengawas distribusi energi segera melakukan inspeksi ke pangkalan maupun pengecer guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga LPG 3 Kg. 

Warga juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan pihak-pihak yang menjual gas subsidi jauh di atas ketentuan yang berlaku.

Dengan tingginya harga yang mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000 per tabung, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar LPG subsidi kembali dapat diperoleh dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai tujuan program subsidi pemerintah. 

Bambang 

CURAH HUJAN TINGGI: Desa Empaci Mulai Tergenang Banjir, Warga Dihimbau Siaga!

Oleh On Juni 08, 2026

www.bidiksatunews com
9/Juni/2026
SINTANG – Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Salah satu titik yang kini menjadi perhatian adalah Desa Empaci, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Air terpantau mulai meluap dan menggenangi akses jalan utama desa, memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir yang lebih besar.

Berdasarkan dokumentasi warga pada file 1001876772.jpg, genangan air sudah cukup tinggi hingga menutupi badan jalan. Beberapa kendaraan besar seperti truk bermuatan tampak harus ekstra hati-hati saat menerobos luapan air yang memotong jalur transportasi darat tersebut.

Himbauan Penting untuk Masyarakat
Pemerintah setempat beserta tim siaga bencana mengimbau seluruh warga, khususnya yang berada di kawasan rendah dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat diminta melakukan langkah antisipasi berikut:

Amankan Dokumen Berharga: Pindahkan surat-surat penting, elektronik, dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi atau lantai dua rumah.

Waspada Arus Listrik: Segera matikan instalasi listrik jika air mulai memasuki area dalam rumah untuk menghindari korsleting.

Pantau Aktivitas Anak-anak: Larang anak-anak bermain di dekat saluran air atau area jalan yang tergenang karena arus bawah bisa sangat kuat dan berbahaya.

Siapkan Jalur Evakuasi Mandiri: Kenali titik pengungsian terdekat dan selalu pantau informasi perkembangan cuaca dari sumber resmi.

Catatan Redaksi: Bagi para pengguna jalan yang hendak melintasi jalur Kecamatan Dedai, khususnya Desa Empaci, diharapkan untuk tetap berhati-hati atau mencari rute alternatif jika debit air terus merangkak naik. Keselamatan adalah prioritas utama.

Wartawan : Helena lidia

Jalan Desa Miau Merah Kerap Banjir Saat Hujan, Warga Silat Hilir Minta Solusi dari

Oleh On Juni 07, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Pemerintah
Kapuas Hulu, 8 Juni 2026 – Warga Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, mengeluhkan kondisi Jalan Desa Miau Merah yang kerap terendam banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai sangat meresahkan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari dan mengganggu akses transportasi antar desa.

Menurut keterangan warga, genangan air yang menutupi badan jalan sering terjadi saat intensitas hujan tinggi.

 Akibatnya, jalan menjadi sulit dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Bahkan dalam beberapa kondisi, pengguna jalan terpaksa memperlambat perjalanan atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kecelakaan.

Jalan Desa Miau Merah merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Silat Hilir. 
Jalan tersebut banyak digunakan oleh masyarakat dari Desa Perigi, Desa Baru, Desa Penai, dan Desa Pangeran untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan pemerintahan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa persoalan banjir di ruas jalan tersebut sudah cukup lama terjadi dan hingga kini belum ada penanganan yang dianggap mampu mengatasi masalah secara permanen.
"Kalau hujan deras, jalan ini hampir selalu tergenang air.

 Kami kesulitan melintas, apalagi masyarakat yang harus bekerja, mengantar anak sekolah, atau membawa hasil kebun. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah," ujarnya.

Masyarakat menilai genangan yang terjadi diduga disebabkan oleh sistem drainase yang kurang memadai serta kondisi kontur jalan yang berada pada titik rendah sehingga mudah terendam ketika curah hujan meningkat. 

Selain mengganggu mobilitas warga, banjir yang berulang juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan badan jalan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui instansi terkait dapat segera melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir dan merumuskan langkah penanganan yang tepat. 

Beberapa solusi yang diharapkan masyarakat antara lain peningkatan elevasi badan jalan, pembangunan atau normalisasi drainase, serta perbaikan infrastruktur pendukung lainnya.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa akses jalan yang baik merupakan kebutuhan mendasar bagi warga karena menjadi urat nadi penghubung beberapa desa di wilayah Silat Hilir.
"Jalan ini sangat vital bagi masyarakat.

 Ketika banjir terjadi, aktivitas warga terganggu dan roda perekonomian ikut terdampak. Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata demi kepentingan masyarakat banyak," katanya.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Jalan Desa Miau Merah. 

Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian sehingga akses transportasi bagi masyarakat di Desa Perigi, Desa Baru, Desa Penai, Desa Pangeran, dan desa-desa sekitar dapat kembali berjalan lancar, aman, dan nyaman sepanjang tahun.-Sl Juli


Editor- Mr.Eddy