Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wujudkan Sintang Bersih: Aksi Nyata "Emak-Emak" Bersihkan Sampah di Jalanan Kota.

Oleh On Mei 06, 2026

www.bidiksatunews com
SINTANG –kalimantan barat, Semangat gotong royong ditunjukkan secara nyata oleh sekelompok ibu-ibu (Mak-mak) di kawasan Baning Kota, Kecamatan Sintang. 

Pada Kamis pagi (7/5), mereka turun ke jalan untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang Jalan Stadion.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung visi terwujudnya Kota Sintang yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Gotong Royong Tanpa Pamrih
Dengan membawa peralatan sederhana seperti sapu lidi dan pengki, para ibu ini menyisir bahu jalan untuk mengumpulkan sampah plastik dan dedaunan kering yang mengganggu pemandangan. Meski di bawah terik matahari, antusiasme warga terlihat sangat tinggi dalam menata lingkungan mereka agar lebih asri.

"Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Sintang. Dimulai dari langkah kecil seperti ini, kita berharap kota kita bisa lebih bersih," ujar salah satu warga di lokasi.

Harapan untuk Kota Sintang
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi warga di wilayah lain untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci utama agar keindahan Ibu Kota Kabupaten Sintang tetap terjaga.

Aksi spontanitas ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang melintas. Masyarakat berharap gerakan serupa dapat terus berlanjut secara rutin demi menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan bebas dari sampah.


Penulis : Bambang

Rayakan HUT ke-664, Sintang Hadirkan Andra Bagindas dan Pameran Ekraf di Stadion Baning

Oleh On Mei 06, 2026

www.bidiksatunews.com⁠
SINTANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-664 Kota Sintang tahun 2026 dipastikan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, persiapan acara bertajuk “Festival Musik, Panggung Hiburan Rakyat, Pameran Ekraf dan Kuliner” telah mencapai tahap akhir. 

Kegiatan ini akan dipusatkan di Stadion Baning dan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 Mei 2026.

Perayaan tahun ini mengusung slogan “Sintang Kota Bersama: Bersatu - Asri - Maju”, sebagai bentuk semangat kolaborasi dalam membangun daerah.

Pusat Kemeriahan di Stadion Baning
Stadion Baning akan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari hiburan musik hingga pameran produk lokal. 
Momentum ini juga menjadi refleksi sejarah panjang Sintang yang berdiri sejak tahun 1362.

Hadirkan Artis Nasional dan Produk Lokal
Salah satu agenda yang paling dinanti masyarakat adalah penampilan musisi nasional Andra Bagindas dalam Panggung Hiburan Rakyat. 

Kehadirannya diprediksi akan menarik ribuan pengunjung, tidak hanya dari Sintang tetapi juga dari daerah sekitar.

Selain hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan ekonomi lokal melalui:
Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf): Menampilkan berbagai produk unggulan seperti kerajinan tangan, tenun ikat, dan inovasi lokal khas Sintang.

Kuliner Nusantara: Beragam sajian makanan tradisional hingga modern yang siap memanjakan pengunjung.
Dukungan dan Harapan
Perayaan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sintang, Pesona Indonesia, serta Bank Kalbar. 

Sinergi antara budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Masyarakat diimbau untuk turut serta meramaikan acara ini dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.
Penulis: Bambang

Warga dan Polisi Bergotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak di Mengkurai, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Oleh On Mei 04, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sintang, Kalimantan Barat – 5 Mei 2026
Kondisi jembatan di Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang yang mengalami kerusakan berat sejak lama akhirnya mendapat perhatian dari masyarakat setempat bersama aparat kepolisian. Tanpa menunggu perbaikan dari pemerintah, Kapolsek Kota Sintang bersama anggotanya turun langsung bergotong royong membantu warga memperbaiki jembatan agar dapat kembali dilalui dengan aman.
Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, sehingga membahayakan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan roda dua. Warga mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi ini, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak terkait.
Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Kota Sintang bersama personel mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan. Dengan alat seadanya, mereka bersama warga melakukan perbaikan darurat, mulai dari memperkuat bagian yang rapuh hingga mengganti beberapa material yang sudah tidak layak.
Salah satu warga Mengkurai menyampaikan bahwa aksi gotong royong ini sangat membantu, meskipun sifatnya masih sementara. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen agar jembatan tersebut benar-benar aman dan tahan lama.
Kapolsek Kota Sintang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan warga.
“Ini bentuk kebersamaan dan kepedulian kita semua. Namun kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian serius untuk perbaikan permanen,” ujarnya.
Masyarakat berharap aksi gotong royong ini menjadi perhatian bagi pemerintah Kabupaten Sintang agar segera melakukan peninjauan dan penganggaran perbaikan jembatan secara menyeluruh. Mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas warga dan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Hingga saat ini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali, meskipun warga tetap diimbau untuk berhati-hati karena kondisi perbaikan masih bersifat sementara.--(Bambang)

Kajari Sintang Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Eskalasi Harga Dampak Kenaikan BBM Bersama BPKAD dan OPD

Oleh On Mei 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sintang – Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Taufik Effendi, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Intelijen Echo Aryanto Pasodung, S.H., M.H., menerima dan memimpin rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sintang di Aula Kejaksaan Negeri Sintang.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sintang, Inspektur Kabupaten Sintang, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membahas usulan eskalasi harga yang terjadi akibat dampak langsung dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam arahannya, Kajari Sintang menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam menyusun kebijakan terkait penyesuaian harga, khususnya yang bersumber dari anggaran daerah. 

Ia mengingatkan agar setiap langkah yang diambil tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, guna menghindari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.

“Koordinasi ini sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat, transparan, dan akuntabel. Kenaikan harga BBM tentu berdampak luas, sehingga perlu disikapi secara cermat oleh seluruh OPD,” ujar Kajari.

Sementara itu, pihak BPKAD Kabupaten Sintang memaparkan sejumlah usulan terkait penyesuaian harga yang terdampak langsung, termasuk pada sektor pengadaan barang dan jasa serta kegiatan operasional pemerintah daerah. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Inspektur Kabupaten Sintang juga menegaskan pentingnya pengawasan internal dalam setiap proses penyesuaian anggaran, agar tetap sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Rapat koordinasi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari pimpinan OPD. Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat tercipta kesepahaman serta langkah strategis yang tepat dalam menghadapi dampak kenaikan BBM, khususnya terkait eskalasi harga di Kabupaten Sintang.

Dengan adanya sinergi antara Kejaksaan Negeri Sintang dan Pemerintah Daerah, diharapkan setiap kebijakan yang diambil tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga memiliki kepastian hukum yang kuat.
(Si Juli)

Situs Batu Lingga Yoni: Jejak Pengaruh Kerajaan Kutai di Pedalaman Kalimantan Barat

Oleh On Mei 01, 2026

www.bidiksatunews.com⁠
2 Mei 2026
SEPAUK, SINTANG — Di tengah hamparan hijau hutan tropis Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, berdiri sebuah peninggalan bersejarah yang diam namun sarat makna: Situs Batu Lingga Yoni. Bagi masyarakat setempat, situs ini bukan hanya artefak kuno, melainkan saksi bisu perjalanan panjang interaksi budaya, kekuasaan, dan spiritualitas di Nusantara.
Mengacu pada keterangan resmi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat, Batu Lingga Yoni tersebut memiliki nilai historis yang signifikan. Artefak ini diyakini berasal dari pengaruh Kerajaan Kutai, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berpusat di Kalimantan Timur.
Menurut catatan yang tertera di lokasi, batu ini dibawa ke wilayah Sintang pada tahun 1682 oleh otoritas kerajaan sebagai penanda batas wilayah kekuasaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh politik dan budaya kerajaan besar di masa lampau tidak terbatas pada pusat kekuasaan, tetapi menjangkau hingga ke pedalaman Kalimantan.
Simbol Spiritual dan Filosofi Kehidupan
Secara arkeologis, Lingga dan Yoni merupakan simbol penting dalam ajaran Hindu. Lingga melambangkan prinsip maskulin yang dikaitkan dengan Dewa Siwa, sementara Yoni melambangkan prinsip feminin atau kekuatan kosmik yang diasosiasikan dengan Dewi Parwati.
Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan bersatu sebagai representasi keseimbangan alam semesta—harmoni antara penciptaan, kehidupan, dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, Batu Lingga Yoni di Desa Bernayau bukan sekadar simbol religius, tetapi juga refleksi filosofi kehidupan yang mendalam.
Situs ini kini ditempatkan dalam sebuah bangunan kecil menyerupai paviliun dengan sentuhan arsitektur lokal. Letaknya berada di depan bekas balai pertemuan Temenggung June, seorang tokoh adat yang pernah menjabat sebagai Kepala Suku Sekubang, menambah nilai historis dan kultural kawasan tersebut.
Dilindungi Undang-Undang, Dijaga untuk Generasi
Sebagai bagian dari warisan budaya nasional, Situs Batu Lingga Yoni telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan berada di bawah perlindungan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Regulasi ini mengamanatkan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs-situs bersejarah agar tidak hilang tergerus zaman.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mendorong upaya pelestarian, termasuk pendokumentasian dan peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya situs-situs bersejarah di daerah.
Potensi Edukasi dan Pariwisata Sejarah
Keberadaan Situs Batu Lingga Yoni membuka peluang besar dalam pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya di Kabupaten Sintang. Bagi peneliti, akademisi, hingga wisatawan, situs ini menawarkan narasi penting tentang bagaimana jaringan kekuasaan dan budaya di Nusantara pernah terhubung lintas wilayah.
Lebih dari itu, situs ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya Indonesia terbentuk dari pertemuan berbagai peradaban besar yang saling memengaruhi, bahkan hingga ke wilayah-wilayah yang kini dianggap terpencil.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Situs Batu Lingga Yoni diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat pembelajaran sejarah yang hidup—menghubungkan masa lalu dengan masa kini, serta menginspirasi generasi masa depan untuk menjaga warisan leluhur bangsa.
Tim: Helena Lidia

Jembatan Mengkurai Kembali Makan Korban, Warga Sintang Minta Pemerintah Jangan Tutup Telinga

Oleh On April 29, 2026

Www.bidiksatunews.com -
Sintang, 30 April 2026 — Kondisi Jembatan Mengkurai di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Jembatan yang menjadi akses vital warga itu lagi-lagi mencelakai pengguna jalan akibat kondisi yang memprihatinkan.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden terbaru terjadi ketika seorang warga yang melintas mengalami kecelakaan akibat kerusakan pada bagian jembatan. Permukaan yang tidak rata, papan yang rapuh, serta minimnya pengaman menjadi faktor utama yang membahayakan keselamatan.
Warga setempat mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi jembatan tersebut. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait.
“Kami ini tiap hari lewat sini. Sudah sering kejadian orang jatuh atau hampir celaka. Tapi seolah-olah tidak ada perhatian,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Jembatan Mengkurai sendiri merupakan jalur penghubung penting bagi aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Kondisinya yang rusak bukan hanya menghambat aktivitas, tetapi juga mengancam nyawa.
Masyarakat menilai pemerintah daerah tidak cukup hanya menerima laporan tanpa tindakan nyata di lapangan. Mereka mendesak agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh sebelum kembali menelan korban berikutnya.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Kami butuh tindakan, bukan sekadar janji,” tegas warga lainnya.
Secara regulasi, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan infrastruktur publik. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan yang menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga kondisi jalan dan jembatan agar tetap laik fungsi dan aman digunakan.
Jika pembiaran terus terjadi, bukan tidak mungkin hal ini dapat dikategorikan sebagai kelalaian yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Kini, masyarakat Sintang hanya berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Perbaikan Jembatan Mengkurai bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sudah menjadi urgensi demi keselamatan bersama.Penulis-(Si Juli)

Akses Vital Nyaris Putus! Jembatan Mengkurai Rusak Parah, Pemkab Sintang Dituding "Tutup Mata"

Oleh On April 29, 2026

www.bidiksatunews com
30/April/2026.
SINTANG  Kalimantan barat– Kondisi infrastruktur di Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, Jembatan Mengkurai yang menjadi urat nadi aktivitas warga dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan.

 Ironisnya, meski kondisi ini sudah berlangsung lama dan membahayakan nyawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dinilai seolah "tutup mata" dan enggan mengambil tindakan nyata.
Kondisi Lapangan: Menantang Maut Setiap Hari
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Lubang-lubang besar menganga di badan jembatan, memperlihatkan kerangka kayu yang sudah  rapuh. Kayu pelapis yang menjadi tumpuan kendaraan banyak yang sudah lapuk dan patah, menyisakan celah lebar yang bisa menjebak roda kendaraan kapan saja.

Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa harus ekstra waspada saat melintas. Tak jarang, kemacetan  terjadi hanya karena kendaraan harus mengantre satu per satu untuk mencari pijakan yang dirasa cukup kuat agar tidak terperosok ke bawah.
"Kami lewat sini seperti bertaruh nyawa setiap hari. Kalau tidak lewat sini, mau lewat mana lagi? Ini akses paling dekat. Tapi sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda mau diperbaiki," keluh , salah satu warga yang rutin melintasi jembatan tersebut.

Kritik Pedas: Pemkab Sintang Mana Suaranya?
Ketidakpastian kapan perbaikan akan dilakukan memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat. Banyak pihak menilai Pemkab Sintang kurang responsif terhadap isu-isu krusial yang menyangkut keselamatan publik.

Beberapa poin utama yang menjadi keluhan warga antara lain:
Minimnya Penerangan: Selain struktur yang rusak, kondisi malam hari yang gelap gulita di area jembatan menambah risiko kecelakaan.
Dampak Ekonomi: Lambatnya arus transportasi menghambat distribusi barang dan jasa, yang berujung pada meningkatnya biaya logistik bagi warga sekitar.

Absennya Penanganan Darurat: Belum ada upaya sementara, seperti penambalan atau pemasangan rambu peringatan yang memadai dari dinas terkait.
Ancaman Lumpuhnya Jalur Transportasi
Jika dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin Jembatan Mengkurai akan ambruk total. 

Jika hal ini terjadi, jalur transportasi akan lumpuh total, mengisolasi warga, dan mematikan pergerakan ekonomi lokal secara signifikan.
Masyarakat kini hanya bisa berharap agar para pemangku kebijakan di "Bumi Senentang" segera turun ke lapangan, melihat langsung penderitaan rakyat, dan mengalokasikan anggaran perbaikan sebelum jatuh korban jiwa.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait di lingkungan Pemkab Sintang mengenai rencana renovasi atau perbaikan darurat untuk Jembatan Mengkurai.

#SintangUpdate #InfrastrukturRusak #JembatanMengkurai #PemkabSintang #SuaraRakyat


Penulis: Bambang.