Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Truk Bermuatan Cangkang Kernel Sawit Terguling di Jalan Ahmad Yani Cempekak, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Kalimantan Barat — Sebuah truk bermuatan cangkang kernel sawit mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di ruas Jalan Ahmad Yani wilayah Cempekak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis siang (14/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh dan antrean kendaraan mengular cukup panjang di jalur utama penghubung antarwilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, truk bermuatan cangkang kernel sawit tampak terguling dan melintang di tengah badan jalan. Muatan cangkang sawit yang dibawa berhamburan hingga menutupi sebagian besar permukaan jalan aspal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat hanya dapat melintas secara bergantian dengan sangat hati-hati.
Suasana di sekitar lokasi kejadian terlihat ramai dipadati warga dan pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan proses penanganan kecelakaan. Sejumlah masyarakat tampak membantu mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan total sambil menunggu proses evakuasi truk selesai dilakukan.
Tidak jauh dari lokasi kejadian, terlihat pula mobil tangki milik Pertamina Patra Niaga ikut terjebak antrean akibat akses jalan yang tertutup badan truk terguling. Beberapa kendaraan besar lainnya juga harus berhenti cukup lama karena hanya tersisa satu jalur sempit yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian.
Diduga kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang relatif sempit dan licin, ditambah adanya tikungan di kawasan tersebut. Beban muatan yang cukup berat diperkirakan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling ke sisi jalan.
Beruntung, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sopir truk dikabarkan mengalami syok setelah kendaraan yang dikemudikannya terbalik dan muatan tumpah ke badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan dari arah Tayan maupun sebaliknya mengalami perlambatan cukup panjang. Para pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Cempekak, khususnya kendaraan bertonase besar yang membawa hasil perkebunan maupun material berat lainnya.
Masyarakat sekitar meminta pihak terkait, khususnya Dinas Lalu Angkutan Jalan (DLAJ) dan instansi berwenang lainnya, agar mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan angkutan berat yang diduga melebihi kapasitas muatan. Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian serius terhadap kondisi jalan yang dinilai rawan kecelakaan guna mengurangi risiko terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, menjaga kecepatan, serta memperhatikan kapasitas muatan demi keselamatan bersama di jalan raya.-( Si Juli)

Antrean BBM Subsidi di SPBU Kecamatan Kapuas Sanggau Dinilai Semrawut, Warga Soroti Pengawasan APH

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, 14 Mei 2026 — Kondisi antrean kendaraan di SPBU Nomor 64.785.05 yang berada di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dikeluhkan masyarakat. 

Pasalnya, antrean pengisian BBM subsidi dinilai tidak tertib dan diduga terjadi penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi yang hingga kini terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum (APH).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda empat maupun roda dua tampak tidak beraturan. 

Bahkan sejumlah kendaraan disebut-sebut rela berjam-jam mengantre demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar maupun pertalite.

Masyarakat menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. 

Warga berharap pengelola SPBU dapat menerapkan aturan antrean yang lebih tertib agar tidak menimbulkan kemacetan serta keresahan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, muncul dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali serta kendaraan dengan tangki modifikasi yang bebas mengisi BBM subsidi. 

Dugaan tersebut memicu perhatian masyarakat karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau dibiarkan terus seperti ini, masyarakat kecil yang dirugikan. 

Kami berharap ada pengawasan ketat dari pihak Pertamina maupun APH,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat meminta pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat terkait segera turun tangan melakukan pengawasan langsung di lapangan. 

Mereka berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.-[ Si-Tim]

PERERAT HARMONISASI DENGAN MASYARAKAT, PT PERMAI ALAM RAYA SALURKAN DANA TALI ASIH DAN PERCEPAT MITIGASI AIR LINDI

Oleh On April 30, 2026

SANGGAU – www.bidiksatunews.com⁠�
PT Permai Alam Raya (PT PAR) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional perusahaan secara bertanggung jawab serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana tali asih secara simbolis kepada pemilik lahan pada Rabu, 29 April 2026, di kantor pusat PT PAR.
Penyaluran dana ini diberikan kepada 9 Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lahan persawahan warga yang bersinggungan langsung dengan area operasional perusahaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PT PAR, di antaranya Mill Manager Lijen Butar Butar, Humas Fahmi, serta perwakilan QSHE Yahya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Sekayam Zupri, Sekretaris DAD Sekayam Roy, serta Temenggung Adat Laimudin, yang berperan sebagai saksi guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian.
Dalam kesempatan itu, manajemen PT PAR juga memberikan klarifikasi terkait kejadian yang menjadi perhatian masyarakat. Perusahaan menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan aliran air lindi yang mengalir ke area persawahan, bukan pembuangan limbah. Pihak perusahaan menyatakan telah melakukan komunikasi intensif dan persuasif dengan para pemilik lahan guna memberikan pemahaman teknis sekaligus memastikan hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas.
Sebagai langkah perbaikan berkelanjutan, PT PAR saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh serta percepatan mitigasi melalui pembangunan tanggul penahan air lindi. Tanggul ini dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi untuk memastikan aliran air tetap berada dalam sistem penampungan yang terkendali dan dikelola secara ketat.
Manajemen QSHE PT PAR juga akan melakukan pengawasan harian secara maksimal terhadap proyek tersebut guna menjamin standar keamanan lingkungan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Perwakilan manajemen PT PAR menyampaikan apresiasi atas dukungan serta masukan dari Dewan Adat Dayak dan tokoh masyarakat Sekayam.
“Kami sangat menghargai dukungan dan masukan strategis dari Dewan Adat Dayak dan para tokoh masyarakat. Dengan pembangunan tanggul penahan ini serta penguatan sistem kontrol harian, kami yakin hubungan sinergis antara perusahaan dan masyarakat akan semakin solid dan berkelanjutan,” ujarnya.
Publikasi: www.bidiksatunews.com⁠

Ratusan PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Entikong Sanggau dalam Pengawasan Ketat

Oleh On April 27, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Kalimantan Barat – Sekitar 300 lebih Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi dari wilayah Bakenu, Miri, Sarawak, Malaysia, dan dipulangkan ke tanah air melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Proses deportasi ini dikawal langsung oleh pihak Konsulat Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas Imigresen Tebedu, Malaysia.
Para PMI yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tersebut dipulangkan setelah menjalani proses hukum di Malaysia, mayoritas karena pelanggaran keimigrasian seperti tidak memiliki dokumen resmi, overstay, hingga bekerja secara ilegal.
Setibanya di wilayah perbatasan Entikong, para PMI langsung diserahkan kepada petugas dari instansi terkait Indonesia, termasuk Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Imigrasi, serta aparat keamanan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan.
Menurut keterangan petugas di lapangan, proses deportasi berlangsung secara bertahap dan tertib, dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan serta kelancaran arus pemulangan. Para PMI juga mendapatkan pendampingan, termasuk bantuan logistik sementara sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja non-prosedural yang bekerja di sektor perkebunan dan konstruksi di wilayah Miri. Mereka terjaring dalam operasi penertiban oleh otoritas Malaysia,” ujar salah satu petugas.
Konsulat RI bersama pihak Imigresen Tebedu juga memastikan bahwa proses deportasi berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Para PMI diberikan hak-haknya selama proses pemulangan, termasuk akses terhadap layanan dasar.
Sementara itu, pihak BP3MI mengimbau masyarakat Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini penting untuk menghindari risiko hukum, eksploitasi, maupun deportasi seperti yang dialami para PMI tersebut.
Kasus deportasi ini kembali menjadi pengingat bahwa masih tingginya angka pekerja migran non-prosedural yang bekerja di luar negeri, khususnya di Malaysia. Pemerintah diharapkan terus memperkuat sosialisasi dan pengawasan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulangan PMI ke daerah asal masih terus berlangsung dengan koordinasi lintas instansi terkait.-(Znl)

Solid di Perbatasan, Wartawan Lintas Media Gelar Sesi Foto Bersama di Entikong

Oleh On April 15, 2026

Www.bidiksatunews.com-
ENTIKONG – Kebersamaan dan soliditas insan pers di wilayah perbatasan kembali terlihat. Sejumlah wartawan dari berbagai media menggelar sesi foto bersama di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Entikong, sebagai simbol kekompakan dan sinergi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan redaksi dan awak media, di antaranya Pimpinan Redaksi dan Wakil Pimpinan Redaksi Propam News, BG, Deni, serta Zainal Abidin dari Bidiksatunews. Hadir pula VJ dari Bidiksatunusantara dan Try Deny dari Meldanewsonline.
Momen ini tidak sekadar menjadi ajang dokumentasi, namun juga mempererat hubungan antar wartawan lintas media yang selama ini aktif melakukan peliputan di wilayah perbatasan, khususnya di Entikong yang menjadi pintu gerbang strategis Indonesia menuju Malaysia.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan dan profesionalitas insan pers.
“Di perbatasan ini, kita tidak hanya bekerja sendiri-sendiri, tapi juga saling mendukung. Kebersamaan ini menjadi kekuatan kita dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antar wartawan semakin kuat, serta mampu meningkatkan kualitas pemberitaan, khususnya terkait isu-isu strategis di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Cegah Deportasi dan PMI Ilegal, Imigrasi Entikong Perketat Skrining Dokumen Tutup Celah Pemberangkatan PMI Nonprosedural14 April 202606

Oleh On April 14, 2026

Www.bidiksatunews.com-
ENTIKONG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong semakin memperketat pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) yang melintas memiliki dokumen lengkap dan tujuan yang jelas, sekaligus mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural atau ilegal ke Malaysia.

Supervisor (SPV) Tempat Pemeriksaan Imigrasi pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Tri Haikal yang biasa disapa Haikal, menegaskan bahwa kepemilikan paspor lama dengan riwayat perjalanan yang padat (penuh cap keluar-masuk) bukan merupakan jaminan otomatis bagi seseorang untuk dapat melintas dengan mudah.

“Banyak pemegang paspor lama yang tetap kami izinkan melintas. Namun, jika petugas di loket pemeriksaan melakukan penolakan, hal itu pasti didasari alasan yang kuat, baik dari hasil verifikasi dokumen maupun pendalaman melalui wawancara,” tegas Haikal.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses skrining, petugas tidak membedakan asal penerbitan paspor, baik yang diterbitkan di Kalimantan Barat maupun dari luar daerah. Fokus utama pemeriksaan adalah pada indikasi pelanggaran administratif dan keabsahan dokumen pendukung seperti visa kerja atau izin tinggal (permit).

“Jika petugas menemukan indikasi ketidakamanan atau yang bersangkutan teridentifikasi sebagai PMI non-resmi, kami tidak akan memberikan izin keberangkatan. Langkah ini semata-mata diambil untuk melindungi warga negara kita dari risiko hukum di negara tujuan, termasuk ancaman deportasi,” tambahnya.

Proses pemeriksaan di PLBN Entikong kini dilakukan secara komprehensif melalui analisis rekam jejak perjalanan (track record) serta teknik wawancara mendalam di konter keberangkatan.

“Kami meninjau riwayat perjalanan dari cap paspor dan melakukan wawancara langsung. Dari sinergitas data itulah kami menentukan kelayakan seseorang untuk diberikan izin keluar negeri,” jelas Haikal lebih lanjut.

Menanggapi isu mengenai parameter penolakan yang dianggap berubah-ubah, pihak Imigrasi menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan tetap konsisten. Namun, tingkat kewaspadaan petugas memang mengalami peningkatan seiring dengan adanya atensi khusus terhadap kasus-kasus pekerja ilegal di luar negeri, seperti di Malaysia maupun Kamboja. Pengetatan ini merupakan bagian dari komitmen serius pemerintah dalam menekan angka pekerja migran ilegal serta mencegah potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kejahatan lintas negara lainnya.znl

Tim BidiksatuNews Lakukan Kunjungan Kerja ke Pos Lintas Batas Malindo, Soroti Pengamanan dan Aktivitas Perbatasan

Oleh On April 09, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Perbatasan RI–Malaysia – Dalam upaya memperkuat fungsi kontrol sosial dan penyajian informasi yang akurat kepada publik, tim awak media BidiksatuNews melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan Pos Lintas Batas Malindo. Kegiatan ini difokuskan pada peliputan serta pemantauan langsung berbagai aktivitas di wilayah strategis perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan, mulai dari sistem pengamanan, arus keluar masuk masyarakat lintas negara, hingga peran aparat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selama kegiatan berlangsung, tim BidiksatuNews melakukan observasi menyeluruh terhadap fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di kawasan perbatasan. Terlihat bahwa sistem pengamanan di Pos Lintas Batas telah berjalan dengan cukup ketat, di mana setiap warga yang melintas wajib melalui proses pemeriksaan dokumen resmi oleh petugas imigrasi dan aparat keamanan terkait.
Arus mobilitas masyarakat di kawasan tersebut terpantau cukup dinamis. Warga dari kedua negara tampak keluar masuk dengan berbagai keperluan, mulai dari aktivitas perdagangan, kunjungan keluarga, hingga urusan pekerjaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran Pos Lintas Batas sebagai pintu gerbang utama yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur administrasi, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat perbatasan.
Selain itu, tim media juga menyoroti peran aktif aparat gabungan yang terdiri dari petugas imigrasi, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka tampak sigap dalam menjalankan tugas, mulai dari pemeriksaan identitas hingga pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum lintas negara, seperti penyelundupan barang ilegal dan aktivitas non-prosedural lainnya.
Dalam keterangannya, salah satu petugas di lapangan menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam kedaulatan negara.
Kunjungan kerja ini juga menjadi momen penting bagi BidiksatuNews untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat. Beberapa warga perbatasan berharap agar fasilitas pelayanan di Pos Lintas Batas terus ditingkatkan, termasuk percepatan proses administrasi serta peningkatan sarana pendukung bagi pelintas batas.
Dengan adanya kegiatan ini, BidiksatuNews berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang objektif, berimbang, dan membangun, khususnya terkait dinamika kehidupan di wilayah perbatasan yang memiliki peran strategis bagi keutuhan bangsa.
Kegiatan kunjungan kerja berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh sinergi antara awak media dan aparat setempat. Diharapkan, hasil peliputan ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan kawasan perbatasan ke depan.--(Helina-Delvi)

Silaturahmi Awak Media di Kediaman Kades Balai Karangan, Bahas Pembangunan hingga Kesehatan Warga

Oleh On Maret 25, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri, sejumlah awak media menggelar kegiatan silaturahmi di kediaman Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar, yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Kegiatan yang digelar di Desa Balai Karangan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara insan pers dengan pemerintah desa, sekaligus ruang diskusi terkait berbagai isu penting di tengah masyarakat.
Kepala Desa Balai Karangan, Erzan Umar, dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah unek-unek dan aspirasi terkait kondisi desa, khususnya menyangkut pembangunan yang dinilai masih perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan desa.
“Harapan kami, pembangunan di desa bisa terus ditingkatkan, baik dari segi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan tanggapan atas berbagai masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pembangunan secara merata, termasuk di wilayah pedesaan.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sebagai bagian dari prioritas pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja maksimal, baik dalam pembangunan maupun pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Acara silaturahmi ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara awak media dan pemerintah, serta menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat demi kemajuan bersama.-(Z)

Pelepasan Jelajah Perbatasan Malindo: Sinergi Indonesia–Malaysia, 72 Peserta Siap Arungi Wilayah Sekayam

Oleh On Maret 25, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, KALBAR – Kegiatan Jelajah Perbatasan Malindo resmi dilepas dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. 

Kegiatan ini diikuti sebanyak 72 peserta yang terdiri dari komunitas pecinta otomotif 4x4 serta unsur lintas sektor yang turut mendukung penguatan hubungan bilateral Indonesia–Malaysia.
Acara pelepasan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Kapolres Sanggau, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau, Danramil Sekayam, Camat Sekayam, serta Kapolsek Sekayam. 

Kehadiran unsur Forkopimda ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah dan aparat terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga otomotif, eksplorasi wilayah, serta misi persaudaraan lintas negara.
Wujud Kolaborasi dan Persaudaraan Perbatasan
Dalam sambutannya, Kapolres Sanggau menegaskan bahwa kegiatan jelajah perbatasan ini bukan sekadar ajang petualangan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar komunitas serta memperkuat stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa wilayah perbatasan bukanlah daerah terluar yang terisolasi, melainkan beranda terdepan negara yang harus dijaga bersama, baik dari sisi keamanan maupun kebersamaan sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekda Kabupaten Sanggau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong promosi potensi daerah, khususnya di kawasan perbatasan Sekayam yang memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi dan pariwisata.
Rute Menantang dan Edukasi Wilayah
Jelajah Perbatasan Malindo ini dirancang menempuh rute-rute menantang di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya di wilayah Sekayam yang dikenal memiliki medan ekstrem berupa jalan tanah, hutan, serta jalur berbukit. 

Selain menguji adrenalin, kegiatan ini juga membawa misi edukasi mengenai kondisi geografis dan sosial masyarakat perbatasan.

Para peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan berkendara, tetapi juga diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai kebersamaan, keselamatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pengamanan dan Dukungan Penuh Aparat
Kapolsek Sekayam menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanan serta koordinasi lintas instansi guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman.

“Kami bersama TNI dan pemerintah kecamatan siap mendukung penuh kegiatan ini, baik dari sisi pengamanan maupun koordinasi di lapangan,” ungkapnya.

Danramil Sekayam juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mempererat hubungan antarwilayah perbatasan.

Harapan ke Depan
Dengan dilepasnya 72 peserta Jelajah Perbatasan Malindo, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya mengedepankan olahraga otomotif, tetapi juga membawa dampak positif bagi pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta memperkokoh hubungan harmonis antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas batas dapat terus dijaga melalui kegiatan positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.(Zainal. A)

Sanitation Workers at Entikong Border Post Plan Strike Over Unpaid Salaries and Unclear THREntikong, West

Oleh On Maret 11, 2026

Www.meldanewsonline.id-
Kalimantan – Sanitation workers assigned to the Pos Lintas Batas Negara Entikong (PLBN Entikong), the main land border crossing between Indonesia and Malaysia, are reportedly planning to stage a strike action due to outstanding salary payments and uncertainty regarding their Holiday Allowance, commonly known as THR (Tunjangan Hari Raya).

According to information gathered from several workers, the planned strike is a form of protest against repeated delays in the payment of their wages. 

The sanitation staff, who are responsible for maintaining cleanliness throughout the PLBN area—including public facilities, terminal areas, and administrative buildings—say they have not received their salaries on time for several periods.

One sanitation worker, who requested anonymity, stated that the issue has persisted for some time and has now reached a point where workers feel compelled to take collective action.

“We are only asking for our rights as workers. 

Our salaries are often delayed, and until now there has been no clear explanation regarding our Holiday Allowance (THR), especially with the upcoming festive season,” the worker said.

The workers explained that before deciding to organize a strike, they had attempted to raise the issue with the cleaning service management responsible for the sanitation operations at the border facility. 

However, they claim that their complaints have yet to receive a concrete resolution or official explanation.

PLBN Entikong is one of the busiest cross-border gateways in West Kalimantan, facilitating daily movement of travelers, traders, and goods between Indonesia and Malaysia. 

As such, sanitation workers play a crucial role in maintaining hygiene and public comfort within the international border complex.

If the strike proceeds as planned, it could potentially affect cleanliness services across the border post, particularly in high-traffic areas frequently used by travelers and border officials.

Observers note that the issue highlights the importance of timely wage payments and transparent labor management, particularly for essential service workers whose duties directly support the operation and public image of national border facilities.

As of the time this report was compiled, the management responsible for sanitation services at PLBN Entikong has not yet released an official statement regarding the allegations of delayed salaries or the workers’ concerns over THR payments.

The sanitation workers hope that through dialogue and attention from the relevant authorities, the matter can be resolved promptly so that their rights as workers are fulfilled and services at the border facility can continue to operate smoothly.(Mr Vj)

Imigrasi Kelas II TPI Entikong Siaga Selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026

Oleh On Maret 11, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Entikong – Menghadapi libur panjang dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong memastikan tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat serta menjaga kelancaran arus lalu lintas orang di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Kepala Kantor Fitra Izharry, A.Md., menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang melintasi perbatasan selama masa libur panjang tersebut.

Menurut Fitra Izharry, wilayah Pos Lintas Batas Negara Entikong yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan salah satu pintu utama perlintasan masyarakat, baik untuk keperluan kunjungan keluarga, wisata, maupun aktivitas perdagangan lintas negara.

“Kami memastikan seluruh layanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong tetap berjalan dengan baik selama masa libur panjang Nyepi dan Idul Fitri. 

Petugas akan tetap siaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Fitra Izharry dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa selama periode libur nasional dan cuti bersama, pihak imigrasi menerapkan sistem piket dan penguatan personel di titik-titik pelayanan utama, khususnya pada pemeriksaan keimigrasian di PLBN Entikong.

 Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelintas batas yang biasanya meningkat menjelang dan setelah hari raya.

Selain itu, Kantor Imigrasi Entikong juga membuka layanan terbatas atau walk-in service bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak terkait dokumen perjalanan, seperti paspor untuk keperluan darurat.

“Walaupun sebagian layanan administrasi mengikuti kebijakan libur nasional, kami tetap membuka layanan terbatas bagi masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak. 

Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan publik yang responsif,” jelasnya.

Fitra juga menegaskan bahwa seluruh petugas imigrasi telah diinstruksikan untuk tetap menjalankan tugas dengan profesional, humanis, serta mengedepankan prinsip pelayanan prima kepada masyarakat.

Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga terus dilakukan, antara lain dengan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, aparat keamanan, serta pengelola kawasan perbatasan guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas di kawasan lintas batas negara tetap terjaga.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait di kawasan perbatasan agar seluruh proses pemeriksaan dan perlintasan dapat berjalan tertib, aman, dan lancar,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas negara agar memastikan dokumen perjalanan seperti paspor masih berlaku dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sebelum melakukan perjalanan.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal serta arus perlintasan di perbatasan Indonesia–Malaysia selama libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

“Pada prinsipnya kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan pengawasan keimigrasian tetap berjalan maksimal demi menjaga kedaulatan negara,” tutup Fitra Izharry.(Znl)

Kasubsektor Polsek Entikong Ipda ,M.p . Harahap memimpin Pengamanan Pemulangan TKI dari Malaysia ke Indonesia

Oleh On Maret 04, 2026

Www.bidiksatunews.com- (05-03-2026)
Entikong – Kasubsektor Polsek Entikong, Ipda M.P. Harahap, bersama petugas Imigrasi Perbatasan memimpin langsung kegiatan pengawalan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia menuju Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.
Kegiatan pengawalan ini dilakukan guna memastikan proses kepulangan para TKI berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Setibanya di wilayah perbatasan Indonesia, para TKI langsung disambut oleh petugas Imigrasi untuk menjalani proses pemeriksaan dokumen serta pendataan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda M.P. Harahap menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri, khususnya para pekerja migran yang pulang melalui jalur perbatasan.
Sinergi antara pihak Kepolisian dan Imigrasi di wilayah perbatasan Entikong menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus keluar masuk masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Seluruh rangkaian kegiatan pemulangan TKI tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara aparat kepolisian dan petugas Imigrasi Perbatasan.-(MSS)

Masyarakat pengguna jalan raya, mempertanyakan,  izin lokasi  kegiatan galian ( C ) tambang pasir yang  terlalu dekat dengan badan jalan raya.

Oleh On Januari 11, 2026

Boss Galian C Ilegal Kebal Hukum.
www.bidiksatunews.com.
Sanggau tanggal 11/1/2026. Terlihat jelas  sebuah kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama di jalan sanggau. Namun demikian  seakan semua terlihat biasa biasa saja, bahkan Tampa memikirkan imbas dari kegiatan tambang pasir tersebut. 

Jika memang  para penambang sudah mengantungi surat izin galian ( C )  apakah izin lokasi nya sudah susuai kah dengan Amdal, sebab daerah yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sangatlah, berpotensi terjadinya perubahan pada pondasi bibir pantai,apa lagi dekat dengan jalan raya.

Salah satu warga yang menyampai kan keluhan disaat melewati di areal kegiatan tersebut, terutama  jika musem kemarau  jalan jadi berdebu dan sering keluar masuk kendaraan pengangkut pasir, dan rawan terjadi nya kecelakaan lalu lintas. Dan seperti kita lihat sendiri di sekitar kegiatan tidak ada terpasang rambu rambu tanda  ada kegiatan tersebut, ungkap salah satu warga yang melintasi diareal tersebut, menyampai kan kepada awak media.


Sesuai komitmen preseden  Prabowo Subianto, untuk menindak tegas pelaku kegiatan ilegal di negeri ini, jika mareka sudah mengantungi izin, masyarakat berharap supaya pemerintah pusat dan daerah untuk mengkaji ulang  tempat dan lokasi nya. 

Untuk izin galian ( C ) sekarang disebut pertambangan batuan  atau mineral bukan logam dan batuan ( MBLB ), prosesnya melibatkan perizinan ditingkat pemerintah,daerah, bupati, gubenur, melalui sistem, oss ( Online single submission ) dengan mengurus izin wilayah ( WIUP ) dan izin usaha ( IUP ).

Oprasi, termasuk syarat teknis, lingkungan ( AMDAL /UKL - UPL ), legalitas badan usaha (NIB,NPWP), rekomendasi warga/ desa, serta memenuhi standar K3, dengan kewenangan kini di provinsi / atau pusat berdasarkan UU minerba.


 (Bambang)

Investigasi Lapangan PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup Tak Bocorkan Limbah

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU, Sabtu, 10 Januari 2026 - Kabar miring tentang dugaan kebocoran kolam limbah cair PT Agro Palindo Sakti 2 sempat mengguncang kepercayaan publik. 

Narasi itu menyebut aliran limbah mengalir bebas ke Sungai Sekayuk, Kecamatan Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Namun, fakta lapangan berkata lain.

Perusahaan langsung merespons dengan langkah cepat, transparan, dan berbasis bukti. Pada Kamis, 8 Januari 2026, investigasi terpadu digelar. Hasilnya? Tidak ada kebocoran. Tidak ada pencemaran. Hanya hoaks yang menyebar tanpa verifikasi.

Tim Gabungan Turun Tangan
Investigasi melibatkan unsur resmi dari berbagai pihak. Polsek Tayan Hulu, Babinsa setempat, perwakilan SSL Wilmar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau turut hadir. Mereka menyisir seluruh area kolam penampungan limbah secara fisik dan teknis.

Dokumentasi visual foto dan video dijadikan bagian integral laporan. Daftar hadir ditandatangani semua pihak sebagai bentuk pengesahan legal atas temuan lapangan. 

Berita Acara Investigasi Pengecekan Kolam Limbah pun menjadi dokumen resmi yang sah secara administratif dan hukum.

Kesimpulan bulat sistem pengolahan limbah berfungsi normal. Struktur kolam utuh. Tidak ditemukan rembesan apalagi aliran liar menuju sungai.

Meski investigasi awal menunjukkan kondisi aman, DLH Sanggau tidak berhenti sampai di situ. Sabtu, 10 Januari 2026, tim teknis dipimpin Kabid DLH Obob mengambil sampel air Sungai Sekayuk di sejumlah titik strategis.
Sampel tersebut kini dalam proses uji di laboratorium terakreditasi. Data ilmiah ini akan menjadi rujukan objektif untuk memastikan kualitas air tetap dalam ambang batas aman sesuai baku mutu nasional.

“Langkah ini bertujuan memastikan ekosistem air tetap berada dalam ambang batas aman,” tegas Obob.

Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar dalam beberapa hari mendatang. Publik diminta menunggu data valid, bukan spekulasi media sosial.

PT Agro Palindo Sakti 2 menegaskan operasional pabrik kelapa sawit (PKS) selalu mengacu pada regulasi lingkungan hidup nasional. Fasilitas pengolahan limbah dirawat berkala. Protokol mitigasi risiko diterapkan tanpa kompromi.

Perusahaan menyayangkan penyebaran informasi prematur yang memicu keresahan warga. 

“Verifikasi harus dilakukan lewat otoritas berwenang, bukan narasi viral tanpa dasar,” tegas manajemen.

Komitmennya bukan sekadar retorika. Dokumen investigasi terpadu menjadi bukti nyata bahwa bisnis dan pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring. 

Di tengah sorotan global terhadap industri sawit, langkah transparansi ini justru memperkuat reputasi Wilmar Group di level regional maupun internasional.

Di era disinformasi, transparansi menjadi senjata ampuh melawan hoaks. PT Agro Palindo Sakti 2 memilih membuka pintu lebar bagi otoritas, masyarakat, dan media. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Langkah ini patut jadi contoh bagi korporasi lain: hadapi isu dengan fakta, bukan pembelaan kosong. Upaya pemantauan rutin terus ditingkatkan. Kerja sama dengan DLH Sanggau berlangsung berkelanjutan.

Bagi warga sekitar, kejernihan Sungai Sekayuk bukan hanya soal ekologi—tapi juga hajat hidup sehari-hari. Perusahaan sadar betul tanggung jawab sosialnya. Dan kali ini, mereka membuktikan lewat tindakan, bukan kata-kata.


Isu limbah PT Agro Palindo Sakti 2 Wilmar Grup runtuh di hadapan fakta lapangan dan prosedur hukum yang ketat. Di tengah arus informasi liar, investigasi terpadu menjadi pelita kebenaran. Transparansi, kolaborasi, dan komitmen pada standar lingkungan adalah fondasi bisnis berkelanjutan yang sesungguhnya. Bambang dan Si Juli. 

*Banjir Rendam Beberapa Wilayah Sanggau, Kodim 1204/Sgu  Gerak Cepat Terjunkan Personel*

Oleh On Januari 10, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau sejak Sabtu sore hingga Minggu (11/01/2026) pagi, memicu banjir di sejumlah kecamatan. Luapan air tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga memutus akses transportasi di perbatasan. 

Menyikapi kondisi darurat ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau bergerak cepat. Bersama instansi terkait, personel TNI diterjunkan untuk memonitor situasi dan membantu penanganan di titik-titik terparah, yakni Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan hingga pukul 08.30 WIB, dampak terparah dirasakan di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 200 sentimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. 

Di Desa Pengadang, banjir setinggi 2 meter merendam area seluas 45 hektare dan berdampak pada 138 Kepala Keluarga (KK). Kondisi serupa terjadi di Desa Sotok yang berdampak pada 185 KK. Sementara di pusat keramaian Desa Balai Karangan, sebanyak 471 rumah terendam banjir, melumpuhkan aktivitas 471 KK.

Dampak banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Kecamatan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Genangan air di ruas jalan tersebut mencapai ketinggian 115 cm.

"Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun harus menggunakan bantuan rakit dan perahu milik warga setempat," ujar Dandim 1204/Sanggau dalam keterangannya.

Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing. 

Sementara itu, di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Jalan Lintas Malindo penghubung Beduai-Sekayam juga tergenang sekitar 10-15 cm, namun masih perlu diwaspadai.

Dalam upaya penanganan bencana ini, Koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau bersinergi ketat dengan Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, serta pemerintah setempat. Tim gabungan terus melakukan ground check, memantau debit air, dan memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Dandim 1204/Sanggau menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi 24 jam.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu masyarakat apabila kondisi memburuk. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat setempat jika debit air kembali naik atau terjadi situasi darurat," tegas Dandim.

Hingga Minggu siang, cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dan debit air di wilayah terdampak belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Sumber : Pendam XII/Tpr. ( Bambang )

Maraknya Galian C Ilegal di Sanggau  KalimantanBarat, Minta Kepada Kepala Dinas ESDM Tegaskan Pentingnya Perizinan Sah

Oleh On Januari 09, 2026

Galian C di duga Ilegal milik pak yat
Sanggau 07 januari 2026 saat di konfermasi boss tersebut seperti kebal Hukum 

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau Kalimantan Barat – Maraknya aktivitas galian C ilegal di Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Diminta kepada Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat,  pada Rabu, 07 Januari 2026, Supaya menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan, yang sangat mengkuatirkan tentang pengguna jalan raya/negara.
Pertambangan galian C,pengerokkan hampir mencecah bahu jalan provinsi termasuk karena bisa mengakibatkan jalan tersebut bisa longsor ambruk. 
Seharusnya galian C dan eksplorasi/ eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, dan penjualan, harus dilengkapi dengan perizinan yang sah, baik itu Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengingatkan bahwa kegiatan pertambangan ilegal dapat dikenakan sanksi tegas berdasarkan Pasal 158 UU Minerba.
Dan menambahkan tidakjauhdarijalanNegara, kegiatan pertambangan tanpa izin merugikan daerah karena tidak ada kontribusi pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta tidak mematuhi kaidah pertambangan yang baik dan pengelolaan lingkungan yang memadai.


Lebih lanjut,  di tegaskan bahwa pertambangan yang dilakukan di kawasan wilayah jalan Negara tersebut jelas melanggar aturan karena tidak ada Persetujuan Penggunaan Kawasan pemukiman warga,
Apakah memang ijin sudah diterbitkan oleh instansi terkait.
Di minta kepada kepala  (ESDM) Supaya menghimbau para penambang galian C untuk segera mengurus perizinan sesuai peraturan, baik melalui SIPB maupun IUP.

Mengingatkan bahwa wilayah tersebut rawan longsor dan jalan tersebut sering rusak. Jika di lihat dari berbagai aspek,tidak menutup kemungkinan jalan tempat penimbunan pasir akan longsor,apakah perizinan untuk mineral bukan logam dan batuan di tingkat provinsi kini sudah dilimpahkan kepada Gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sesuai dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2022.

Dengan langkah ini, diharapkan dapat mengurangi aktivitas pertambangan ilegal/ galian C dan mendorong para penambang untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Kalimantan Barat.
Penulis: (SJ-Tim)

Dukung Asta Cita Presiden RI Dalam Ketahanan Pangan, Kasrem 121/Abw hadiri Tanam Padi Perdana di lahan seluas 4,2 Hektar

Oleh On Januari 08, 2026

Www.bidiksatunews.com-
SANGGAU - Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismai Marzuki, S.I.P., tanam padi perdana di Lahan Ketahanan Pangan Batalyon Infanteri TP 833/Bumi Daranante seluas 4,2 Hektar yang terletak di Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (08/01/2026). 

Penanaman padi perdana ini dihadiri oleh Bupati Sanggau, Dandim 1204/Sanggau, Danyonif TP 833/BD, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sanggau, Kepala Desa Lape serta warga masyarakat. 

Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., dalam sambutannya mengatakan, Tanam padi perdana ini dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI khususnya Korem 121/Abw dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. 

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pertanian dengan maksimal", ujarnya. 

Sementara itu, Kepada Desa Lape Nikodemus Nong mengatakan, Pemerintah Desa Lape sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada pihak TNI karena sudah membantu dan mendorong masyarakat dalam memanfaatkan lahan pertanian. 

"Kami berharap program tersebut tetap konsisten dan berkelanjutan sehingga bisa membangun ekonomi masyarakat di bidang pertanian", harap Kades Lape. 

Selain tanam padi perdana juga dilaksanakan penebaran bibit ikan lele sebanyak 7.500 ekor oleh Kasrem 121/Abw bersama para pejabat lainnya.

Sumber : Penrem 121/ABW (Si Juli )

Polres Sanggau Perketat Pengamanan Pancur Aji, Libur Tahun Baru Berlangsung Aman dan Terkendali

Oleh On Januari 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Polda Kalbar - Suasana libur Tahun Baru 2026 di kawasan Objek Wisata Pancur Aji, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berlangsung aman dan kondusif berkat pengamanan dan monitoring situasi kamtibmas yang dilaksanakan oleh Polres Sanggau, Sabtu, 3 Januari 2026.

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan fokus utama menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aktivitas wisata di salah satu destinasi favorit warga Sanggau tersebut.

Pengamanan dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Novi Iswandi, didukung personel Polres Sanggau dan Polsek Kapuas yang tergabung dalam surat perintah pengamanan khusus libur Tahun Baru 2026.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, jumlah pengunjung yang memadati kawasan wisata Pancur Aji mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa, dengan estimasi kehadiran sekitar 450 wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah Kabupaten Sanggau.

Lonjakan pengunjung tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat karakteristik kawasan Pancur Aji yang memiliki aliran sungai berbatu, kedalaman air yang bervariasi, serta potensi perubahan arus secara tiba-tiba akibat faktor cuaca.

Selain potensi kecelakaan air, kepolisian juga mengantisipasi gangguan kamtibmas berupa tindak pidana pencurian atau kejahatan konvensional (C3) yang berpotensi terjadi di area parkir, titik keramaian, serta lokasi yang minim pengawasan.

Di sisi lain, peningkatan volume kendaraan keluar masuk kawasan wisata juga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, khususnya pada akses utama menuju lokasi dan sejumlah ruas jalan yang mengalami penyempitan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas melaksanakan patroli dialogis secara menyeluruh di area objek wisata, meliputi pintu masuk dan keluar, area parkir, tepian sungai, serta titik konsentrasi pengunjung.

Dalam patroli tersebut, personel secara aktif menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pengunjung agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi, mematuhi batas aman saat beraktivitas di sungai, serta menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan wisata.

Padal Pengamanan Ipda Novi Iswandi menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi wisata bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat berjalan aman dan nyaman tanpa gangguan berarti.

“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Sanggau dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengedepankan langkah preventif dan persuasif agar pengunjung dapat menikmati libur Tahun Baru dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Ipda Novi Iswandi.

Secara umum, situasi kamtibmas di kawasan Objek Wisata Pancur Aji terpantau aman dan kondusif hingga kegiatan berakhir, tanpa adanya kejadian menonjol, meskipun terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada momentum libur Tahun Baru 2026. (Dny Ard / Humas Res Sgu)- Bambang. 

Regu I Posyan Pujasera Intensifkan Patroli dan Layanan Publik di Sanggau

Oleh On Januari 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Polda Kalbar - Polres Sanggau terus mengintensifkan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat melalui kegiatan Regu I Pos Pelayanan (Posyan) Pujasera dalam rangka Operasi Lilin Kapuas 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan fokus menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan tugas Posyan Pujasera diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Regu I Polres Sanggau, Ipda Mujahit. Apel tersebut diikuti oleh lima personel Polres Sanggau serta dua personel dari Dinas Perhubungan sebagai bentuk sinergi lintas instansi.

Dalam arahannya, Ipda Mujahit menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel diminta menjaga perilaku sesuai ketentuan dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas di sekitar Posyan menjadi perhatian utama guna mencegah terjadinya kemacetan dan potensi kecelakaan, khususnya di kawasan padat aktivitas. Kehadiran petugas diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Regu I Posyan Pujasera juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di pusat keramaian dan area perbelanjaan. Patroli dialogis dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan unsur TNI serta instansi terkait untuk memperkuat sinergitas pengamanan.

Sebagai bentuk pelayanan terpadu, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan turut disiagakan di Posyan. Layanan kesehatan ini diperuntukkan bagi masyarakat dan pemudik yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan awal selama beraktivitas.

Adapun sasaran patroli meliputi Dermaga Erna di Jalan H. Said, kawasan Pos Pelayanan dan pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal A. Yani, Pasar Pujasera, hingga objek wisata Pancur Aji di Jalan Pariwisata, Kabupaten Sanggau. Seluruh lokasi tersebut menjadi titik prioritas pengamanan dan pelayanan.

Petugas juga melaksanakan kegiatan sosial berupa pengecekan kesehatan secara langsung kepada masyarakat dan pemudik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan mitra masyarakat.

Ipda Mujahit menyampaikan bahwa setiap perkembangan situasi di lapangan dilaporkan secara berjenjang dan tepat waktu kepada pimpinan. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali selama Operasi Lilin Kapuas berlangsung.

“Alhamdulillah, selama pelaksanaan tugas Regu I Posyan Pujasera, situasi terpantau kondusif dan terkendali. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, santun, dan responsif agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan,” ujar Ipda Mujahit. (Dny Ard / Humas Res Sgu- Si Juli 

Warga Sekayam Dikejutkan Penemuan Jenazah Pria di Sungai Sekayam

Oleh On Desember 27, 2025

Www.bidiksatunews.com--
Sanggau, Polda Kalbar - Warga Dusun Sotok, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Sekayam, Sabtu (27/12/2025) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung dilaporkan ke Polsek Sekayam.

Jenazah diketahui berinisial YT (46), warga Dusun Balai Karangan I, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Penemuan ini sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

Kapolsek Sekayam AKP Sutikno, S.Sos., M.A.P., bersama personel piket Regu II Polsek Sekayam segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pengecekan, pengamanan lokasi, serta pengumpulan keterangan awal dari para saksi.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, saksi Afran menuturkan bahwa dirinya melihat jenazah mengapung di Sungai Sekayam saat melintas menggunakan sampan sepulang dari kebun durian pada pagi hari. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala wilayah setempat dan warga sekitar.

Kepala wilayah setempat, Frans Hermanus Lias, selanjutnya memastikan kebenaran informasi tersebut dengan mendatangi lokasi dan segera menghubungi pihak kepolisian. Personel Polres Sanggau bersama Polsek Sekayam kemudian melakukan langkah-langkah penanganan awal di lokasi.

Sekitar pukul 08.00 WIB, jenazah berhasil dievakuasi menggunakan ambulans milik Puskesmas Balai Karangan dan dibawa ke Rumah Sakit Temenggung Gergaji, Kecamatan Sekayam, untuk dilakukan pemeriksaan visum oleh tenaga medis.

Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa pada Jumat (26/12/2025) siang, korban sempat berpamitan untuk mandi di sungai dan terlihat menyapa beberapa tetangga. Namun, hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah.

Adik korban, Asran, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima informasi dari anak-anak yang bermain di sekitar sungai mengenai ditemukannya handuk dan sabun yang dikenali sebagai milik korban. Barang-barang tersebut kemudian dibawa pulang, dengan dugaan korban sedang berada di tempat lain.

Kabar duka baru diterima pihak keluarga pada Sabtu pagi setelah kepala dusun menginformasikan bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Sekayam. Suasana duka pun menyelimuti keluarga dan warga sekitar.

Hasil analisa sementara kepolisian menyebutkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan dalam kesehariannya sering mandi di Sungai Sekayam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah rencananya akan dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum Muslim Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan diri.

Kapolsek Sekayam AKP Sutikno, S.Sos., M.A.P., menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari pengecekan TKP, evakuasi jenazah, hingga koordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis guna memastikan kejadian ini tertangani secara humanis dan profesional. ( Sumber  Hms Res Sgu)- ZL